Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 134


__ADS_3

"Kalau begitu ayo lanjutkan"perintah Kaisar.


"Apa benar semua yang di katakan oleh Duchess bagqa kamu lah yang memutuskan semua koneksi informasi serta komunikasi antara Duchy dan Kekaisaran?"tanya Kaisar.


"Yang Mulia aku sung_"


Namun sebelum dirinya menyelesaikan kalimatnya mana di sekitarnya menjadi warna merah yang menandakan bahwa dia berbohong.


Kaisar yang melihat itu mengangguk.


"Jadi apa itu berarti semua bukti ini benar?"tanya Kaisar sambil mengangkat kertas-kertas yang di berikN Melody.


"Yang Mulia apa yang anda bicarakan"ujar Iren yang sungguh tak terima.


"Oh kamu sama sekali tak tau apa yang aku bicarakan ya?, kalau begitu apa perlu aku jabarkan semua kesalahanmu?"tanya Kaisar dan tanpa banyak omong Kaisar segera saja membacakan semua kesalahan Iren.


"Menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh Melody saat di perjalanan menuju Duchy Utara namun sayang usahannya tak berhasil"


"Menyuap Baron Duchy Utarq untuk menyebabkan masalah di untuk Melody"


"Menyewa para Penyihir Ilegal untuk membuat gerbang Monster di hutan Monster makin lebar yang mengakibatkan monster tahun ini menjadi bwgitu banyak dan bahkan membuat banyak rakyat Duchy Utara kehilangan nyawa mereka"


"Oh dan apa ini kamu bahkan berniat menyuap orang-orang yang bekerja di badan Informasi dan Komunikasi Kekaisaran namun karena mereka menolaknya kamu membunuh mereka semua dan menggantikan semua orang di sana dengan orang-orang mu"


"Kamu bahkan mengirim dan menyewa Penyihir untuk benar-benar membuat Informasi dari Duchy Salvier sama sekali tak bisa di dengar hingga keluar"


"Jadi sekarang apa kamu sudah jelas dengan semua kesalahan mu?"tanya Kaisar penuh akan penekanan.


Iren yang mendengar semua perkataan itu kini mengigil di seluruh badannya dia sama sekali tak menyangka kalau dia akan ketahuan dengan cara seperti ini.


"Oh ya kamu tenang saja semua bawahan mu yang mengikuti perkataan mu semuanya sudah di tangkap, dan mereka akan di hukum mati dengan tuduhan mengkhianati Kekaisaran"ujar Kaisar kejam.


"Jadi aku tanya sekali lagi apa kamu bersalah?"tanya Kaisar lagi.


"Tidak Yang Mulia aku benar-benar tak bersalah"serunya.


Kini mana di sekitar berubah lagi menjadi warna merah tak bisa di percaya ternyata Janda Permaisuri 1 begitu keras kepala.

__ADS_1


"Hah~, padahal jika kamu mengaku aku bisa membuat beberapa hukuman mu ringan ternyata kamu sama sekali tak ingin mengaku, Grand Duchess hukuman untuknya aku serahkan kepada mu"ujar Kaisar acuh dia bahkan sama sekali tak menatap ibunga lagi.


Melody yang mendengar hal tersebut kini menyeringai lebar.


"Yang Mulia bukan kah kamu belum selesai mengatakan semua kesalahan Janda Permaisuri 1?, atau kamu sengaja hmm?"


Suara itu jelas lagi-lagi membuat kehebohan.


"Apa jadi itu bukan semuanya?"


Seru para Bangsawan yang hadir di sana tak percaya kalau masih ada yang di lewatkan.


Namun Kaisar hanya diam, Melody tau kenapa kakaknya itu diam saja dia pasti sudah tak kiat lagi apa lagi Kaisar bahkan tak lagi menatap kearah para hadirin pesta dan malah menbelakanginya dia bahkan mau bertaruh kalau kakaknya itu masih berusaha menahan air mata.


Saat dia menatap para kakaknya yang lain ternyata semua sama saja mereka sedang berusaha menahan air mata mereka.


Melihat kondisi para kakaknya yang sangat emosional tersebut Melody menghela nafas.


"Yang Mulia Kaisar apa kah anda mengijinkan saja untuk mengambil alih persidangan ini?"tanya Melody meminta ijin.


Dengan suara tegas Kaisar mengatakan.


Melody yang mendengar itu tersenyum, dia tau apa maksdunya yaitu : tolong beri beberapa keringanan.


"Baiklah Yang Mulia"


"Selain itu kamu bahkan membunuh Ratu ibu dari Putri Melody pada saar itu, apa kamu mengaku?"tanya Melody


"Tidak!, aku susah bilang bukan aku yang melakukan nya!, aku yakin ini semua pasti karena mu kan?!"teriaknya yang malah menuduh Melody.


Lagi dan lagi mana di sekitarnya menjadi warna merah.


"Hey, percuma saja kamu ingin berbohong karena pada nyatanya mana di sekitar sini lebih jujur dari pada dirimu"ujar Melody yang menohok Iren selaku terdakwa.


"Jadi berhenti berbohong dan jujurnya"ujar Melody.


Kini aura di sekitarnya berubah dan cukup untuk membuat Iren menciut dan semakin jatuh kedalam lubang keputusasaan.

__ADS_1


"Aku tanya sekali lagi apa itu benar?"tanya Melody.


Dan yang lebib mengejutkan adalah bahwa wanuta itu kini berkata sejujurnya.


"Iya aku yang melakukannya!"serunya.


Dan untuk pertama kalinya mana si aula tersebut bersinar dengan warna biru yang menandakan bahwa apa yang di katakan olehnya itu benar.


Melody yang melihat itu kini menyeringai.


"Jadi kamu mengakuinya?, kalau begitu apa alasan mu membunuhnya?"tanya Melody.


"Itu semua salahkan saja kepada ibu yang jal4ng itu!, dia berani-beraninya mengambil mendiang Kaisar dari ku, aku benci kepadanya sungguh aku benci!"terikanya.


Semua orang yang mendengar apa yang di katakan oleh Janda Permaisuri 1 kini segera saja mengerti, hal sepeeti ini memang biasa terjadi di antara para Istri bahkan tak jarang akan adanya pertarungan di antara mereka hanya untuk merebutkan kasih sayang suami, tapi itu biasanya terjadi di beberapa kasus saja karena pada dasarnya semua pernikahan yang terjadi hanya karena kepentingan politik.


Jadi mereka sama sekali tak memiliki cinta satu sama lain, dan karena hal tersebut mereka bahkan tak akan perduli jika kalau patner pernikahan mereka memiliki kekasih lain, yang terpenting mereka tak akan mengungkari janji saat mereka akan menikah.


Jadi apa kah ini berarti Janda Permaisuri 1 menikah karena cinta dan bukan karena urusan politik?.


"Kamu iri?, sungguh malang sekali"ujar Melody.


"Baiklah terima kasih atas kerja samanya Iren jadi hukuman untuk mu adalah..."


"Aku akan mengasingkan mu ke wilayah timur tengah di sana ada villa milih Kekaisaran walaupun itu sudah tua tapi itu cukup baik untuk di tinggali dan kamu hanya boleh membawa satu Pelayan saja itu pun jika mereka mau mengikutimu"putus Melody memberi hukuman saat mempertimbangkan para kakak-kakaknya.


Lagi pula hukuman mati masih menunggunya di depan mata.


Jadi ayo bersikap sebagai seseorang yang murah hati, agar di sanjung, lagi pula Janda Permaisuri 1 tak akan busa lepas dari hukukan mati karena pembunuhan Kaisar yang akan di ungkapkan oleh kakaknya sebentar lagi.


Semua orang yang mendengar hukuman yang begitu murah hati dari Melody sungguh tak percaya akan hal tersebut.


Tanpa mereka tahu bahwa Melody sengaja melakukan hal rersebut agar mendapat kesan baik.


"Baik Pangawal bawa Janda Permaisuri 1 ke tempat pengasingan"ujar Kaisar.


Namun sebuah suara kini menghentikan aksinya.

__ADS_1


"Tunggu Yang Mulia!"


__ADS_2