
Melody yang tau bahwa dirinya sudah mendapatkan apa yang dia cari kini menyeringai lebar.
"Akhirnya kalian kena juga"ujarnya sebelum menggulung kekuatan petirnya.
Dalam sekejap mata bangunan di depan nya kini rusak akibat dua orang yang dia tarik oleh nya, namun Melody sama sekali tak perduli dan hanya memiliki wajah puas yang penuh akan seringan.
40 detik kemudian kini kedua orang yang di maksud Melody kini sudah melayang di hadapannya dengan leher yang kini terukat oleh petir.
Jelas sekali bahwa kedua orang itu berusaha
lepas dan memberontak dari sihirnya itu namun tentu saja semuanya sangat sia-sia bahkan jika mereka berdua menggunakan kekuatan mereka untuk lepas darinya semuanya sangat lah tak berarti apa-apa.
"Mencoba lepas dari ku?, jangan pernah berharap hal mewah itu karena aku sama sekali tak ada niat untuk melepaskan kalian"ujar Melody lagi.
Kini ikatan petir itu semakin mencengkram leher mereka berdua lebih erat, semakin mereka memberontak maka sihir petir itu akan semakin kuat mengikat leher mereka.
"Ugh!, ahk!"
"Ugh!, ughk!"
Melihat mereka meronta Melody hanya melirik mereka semua dan mengucapkan kalimat yang berhasil membuat mereka berdua lumayan tenang.
"Semakin kalian memberontak maka petir itu akan semakin mengikat kalian"ucap Melody tenang kini matanya melihat ke arah yang jauh di mana kini dia bisa melihat bahwa di sana paman Wage, Kapten, serta yang liannya berlari ke arah nya.
Dia tau mereka semua pasti sangat khawatir dengan dirinya, dari jauh juga dia bisa melihat wajah familiar yang dia lihat semalam itu adalah paman Wahyono seandainya saja malam itu kesadaran nya langsung menghilang bukan kah dia akan salah paham terhadapnya?
"Bod0hnya aku, seharusnya aku langsung mengetahui bahwa kamu dan paman Wahyono berbeda bahkan dari tubuh dan tinggi badan saja sudah beda, walaupun paman Wahyono keturuan Jawa tapi dia memiliki rubuh tinggi yang bahkan membuatku berfikir kalau dia keturunan campuran"ucap Melody sambil menujuk salah satu dari mereka yang bernama Park LeeJin.
"Namun dengan bod0hnya aku sama sekali tak mengenalinya padahal kami sudah jadi patner selama beberapa bulan ini, lucu bukan"ujar Melody dengan senyum mengejek dia tak mengejak siapa pun dia hanya mengejak dirinya sendiri yang sama sekali tak bisa mengenali rekan satu tim nya sendiri.
"Kau tau mungkin aku memang tak cocok jadi Kapten, aku hanya tau bagaimana caranya memerintah tapi tak tau bagaimana caranya bersikap"ucap Melody lagi namun kali ini kepalanya menuduk.
"Kamu_, memang_Kapten yang buruk__"ujar seseorang yang bermarga Lee
__ADS_1
Mendengar hal tersebut Melody hanya tersenyum ringan.
"Kamu benar aku tak bisa di sebut Kapten, tapi lebih cocok di sebut Duchess bukan?, atau kata pemimpin sebuah wilayah lebih tepatnya, lagi pula julukan ku dan jabatanku lebih keren"ujar Melody lagi secara narsis.
Hal itu ternyata malah membawa pandangan aneh dari kedua tawanan nya itu mereka berfikir bahwa mereka seharusnya tak pernah berurusan dengan orang gila seperti Melody ini karena mereka merasa bahwa umur mereka bisa saja berkurang dengan sangat banyak.
"Lee aku tak tau tapi sepertinya dia perempuan di depan kita mengoceh lagi soal hal narsis seperti itu entah kenapa mungkin aku akan cepar menua"ujar Park LeeJin.
"Bukan hanya kamu Park aku juga rasanya sangat menyebalkan mendengar semua omong kosongnya"ujar Lee merasakan hal yang sama seperti Park.
"Ah ya!, karena terlalu fokus tentang apa kah aku cocok jadi Kapten atau tidak aku jadi lupa kalian berdua"ucap Melody dengan senyum menatap keduanya seakan akan ada hal menarik yang akan terjadi
Siapa yang akan menyangka bahwa hal tersebut justru membuat kedua orang tersebut merinding sekaligus ngeri secara bersamaan bahkan kini keduanya juga gemetaran.
"Jadi kalian ingin mati dengan cara apa?"tanya Melody dengan senyum cerah khasnya.
Mendengar hal tersebut mereka berdua semakin gemetar secara tak terkendali.
Sebanarnya dalam pikirannya dari tadi sudah terancang cara bagiamana mereka semua akan mati.
Namun tak ada jawaban dari keduanya mereka sakeli lagi mengigil bahkan seorang pemuda bernama Park kini sudah kencing di celana, Melody yang melihat hal tersebut tak tahan untuk menarik sudut bibirnya namun dia sama sekali tak tertawa hanya sedikit tersenyum saja.
Sedangkan Park yang tau arah pandang Melody hanya bisa gemetar sekaligus malu dia sangat malu bagaimana bisa seorang pria sepertinya kencing di celana.
Apa lagi saat dirinya melihat senyum Melody dia merasa dirinya sangat di rendahkan, namun dia sana sekali tak bisa menyerang dan hanya bisa menahan malu di tempat.
Dan Lee sendiri dia juga tau bahwa teman nya itu sudah kencing di celana namun dirinya sama sekali tak mengejeknya seperti biasanya dia juga takut, dia bahkan hampir saja kencing seandainya dia tak memikirkan harga diri saat ini dia akan dalam keadaan yang sama seperti Park teman nya.
"Rasakan ini!"
Mangangkat tangannya kini aliran listrik makin jelas dan kuat.
Bzzzzz!!
__ADS_1
Bazzzzz!
"Arghhhhhhh!!"
Kedunya kini berteriak sekuat tenaga mereka saat petir dengan kekuatan yang kuat menyetrum mereka berdua.
"Kurang ternyata".
Melody langsung saja menambah energi petirnya menjadi 2 x lipat dari yang telah dia tingkatkan.
Dengan senyum iblis dan tawa nya yang menyerupai tokoh antagonis jujur saja mempua membuat semua orang yang mendengar nya meriding.
Bahkan paman Wage, Kapten, dan yang lain nya yang baru saja sampai di buat tak bisa berkata apa-apa, dan hanya bisa menganga tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"Ha ha ha ha, apa aku bilang Wage kamu tak perku khawatir akan dirinya"ujar Kapten tertawa canggung sambil memegangi pelipisnya yang rasanya mau pecah
"Kamu benar kekhawatiran ku sama sekali tak berarti"ucap paman Wags yang kini paham akan apa yang di katakan oleh sang Kapten.
Bagimana dia bisa berfikir bahwa Melody dalam bahaya jika dia tau seberapa menakutkan nya anak itu, rasanya dia sudah memberikan rasa khawatir yang sama sekali tak perlu dia lakukan.
Melody sendiri masik asik menyetrum kedua orang tersebut hingga wajah serta baju mereka kini hitam bahkan tubuh mereka pun sama.
Melody yang melihat hasil karya nya kini merasa puas dan menepuk-nepuk kedua tangannya.
"Lega rasanya, jadi kalian berdua harus ikut aku bertemu dengan pihak yang berwajib dan akui semua kesalahan kalian jika kalian tak ingin mengakui semuanya itu cukup mudah, bagaimana jika selanjutnya kalian mencoba untuk di bakar?"ucapnya dengan senyuk mengerikan.
"Ku tasa Park Bakar LeeJin, serta Lee Bakar DongJak juga akan menarik"ucap Melody yang kini sudah berhasil mengetahui nama keduanya.
Tentu saja tawaran nya itu di tolak mentah-mentah oleh keduanya mereka lebih memilih di penjara dari pada jadi manusia bakar!!
Dan seperti ini lah akhir kasus ini keduanya di adiki sedangkan semua kota kembali seperti semula dengan sihir Melody serta akhirnya mereka kembali berlayar di tengah lautan.
Dengan membawa banyak buah-buahan ucapan terima kasij dari warga di sana.
__ADS_1