
Kini semua keempatnya mengelilingi alat komunikasi yang berupa sebuah bola cahaya.
"Melody pinjamkan sihirmu"ucap Rexid.
Tanpa menjawab Melody segera mengalirkan sihirnya, bola tersebut kini bersinar dengan warna hijau dan tak lama gambar Kaisar BlueMoon kini terlihat di sana.
"Ada apa?, apa ada masalah yang tak bisa kalian tangani?"tanya Kaisar tanpa basa basi dia sungguh sedang buru-buru saat ini tugasnya sangat banyak.
"Kakak kami butuh bantuan mu"ucap Rexid.
"Apa?, akan ku bantu apapun itu"jawab Kaisar mantap.
Mendengar jawaban Kaisar yang amat mantap Melody dan Rexid kink saling berpandangan sebelum mengangguk satu sama lain dan menatap kaisar dengan tatapan serius.
Kaisar yang melihat tingkah mereka yang aneh merasa janggal di pikirannya kini dia berfikir bahwa hal buruk apa yang sedang mereka berdua rencanakan, memikirkan hal itu Kaisar memiliki punggung yang dingin, dia menyesal sudah mengatakan kalimat barusan.
"Kakak sebelum itu aku ada berita buruk, ada fenomena langka di Utara di mana jumlah monster kini meningkat 2x lipat dari biasanya dan hal tersebut di karenakan tahun ini gerbang monster terbuka lebih lebar dari pada biasanya"jelas Melody.
Kaisar yang mendengar itu mengguk dia berfikir bahwa mungkin Melody membutuhkan pasukan tambahan untuk di kirim ke Utara, kalau iya dia akan secara cepat mengirimnya.
"Selain itu ada berita buruk lagi, pengjalang yang membentengi ibu kota agar monster dari Utara dan masuk ke dalam nya kini melemah dan aku tak bisa memperbaikinya"jelas Melody lagi.
Mendengar hal itu mata Kaisar kini melebar, itu berita yang amat buruk jika Utara tak bisa menahan nya dan monster itu pergi ke penghalang mungkin satu atau dua monster masih bisa di langai tapi bagaimana jika ribuan, atau bahkan jutaan bukankah itu seperti kiamat bagi Kekaisaran, satu hari pun dia yakin Kekaisaran tak akan mampu bertahan.
"Bagaiaman mungkin, penghalang itu di buat oleh leluhur kita dan sudah berabad-abad tak ada masalah sama sekali"tanya Kaisar yang amat terkejut.
"Itu lah masalah nya, karena terlalu tua sihirnya mulai memgikis sedikit demi sedikit"ucap Melody
"Berapa lama kiranya penghalang itu bisa bertahan?"tanya Kaisar kini dia sangat serius.
"Satu atau dua tahun lagi dan setelah itu, penghalang itu akan lenyap, dan ada kemungkinan bahwa itu akan lenyap 6 bulan atau 8 bulan lagi jika tak segera di perbaiki"ucap Melody yang cukup membuat mata Kaisar melebar.
Si4l!, mereka sama sekali tak memiliki banyak waktu.
"Apa ada cara untuk memperbaikinya?"tanya Kaisar kini dia benar-benar cemas.
__ADS_1
"Ada, itu adalah memperkuat kembali sihirnya sayangnnya salinan nya yang di simpan di Duchy Utara sudah di makan rayap dan hilang, dan satu-satu yang memiliki buki sihir aslinya adalah 'Dunia Rahasia'"ucap Melody dan menatap Kaisar dengan sangat serius dan sangat dalam.
Mendengar kata 'Dunia Rahasia' mata Kaisar kini bergetar dia tau apa arti dan maksudnya itu, artinya dia harus pergi ke sana, tapi dia bahkan tak akan pernah berani untuk pergi.
"Apakah itu harus?"tanya Kaisar dia lumayan takut saat ini.
"Ya, jika anda tidak melakukannya maka resiko yang akan di terima Kekaisaran akan sangat besar"ucap Melody tegas.
"Hufftt~, aku paham tapi selama aku pergi siapa yang akan menjalankan tugas ku sebagai Kaisar?"tanya Kaisar.
"Adik ketiga"jawab Rexid.
Mendengar jawaban itu genggaman tangan Kaisar kini menguat, tanpa disadarinya satu tetes keringat dingin menetes di pelipisnya.
"Itu_, sebanarnya adik ketiga sedang pergi KeKaisaran Silver untuk menghadiri pertemuan kerja sama antar bangsa-bangsa di sudah pergi satu hari yang lalu"ucap Kaisar.
Brak!
Gebrakan meja kini terdengar di dalam tenda Melody membuat mereka semua terpenjat kaget.
Kini Melody menatapnya seakan berkata 'bagiamana?, bukan kah itu berarti anda harus kembali dan menjadi Kaisar sementara'.
Rexid yang tau tatapan itu segera berteriak tak mau.
"Aku tidak mau!, kalian tau kan aku sama sekali bukan ahli dalam bidang ini, aku hanya menghabiskan waktuku untuk berperang di medan perang jadi aku sama sekali tak pernah memiliki waktu untuk belajar politik, tapu jika kalian ingin Kekaisaran hancur maka aku akan merekomendasikan diri ku sendiri sebagai Kaisar!"tegasnya dengan keras yang membuat gendang teling siapa saja yang mendengarnyaterasa ingij pecah.
"Lalu, bagiamana?"tanya Melody.
"Aku tak tau, aku sama sekali tak bisa memanggil Adik ketiga untuk pulang karena kerja sama kali ini sangat penting sekali, dan jika kerja sama ini gagal maka Kekaisaran akan memiliki kerugian yang amat besar"jelas Kaisar.
Hah~~~
Helaan nafas lelah kini terdengar dari mukut setiap orang yang ada.
"Kakak, bagiamana jika kamu mengadakan rapat dan minta pendapat para bangsawan, Mentri, dan Pejabat yang ada"ucap Melody sambil mengkat tangan nya.
__ADS_1
"Baik aku akan mengadakan rapat secepatnya, kalian tunggu lah hari ini juga aku pastikan hasil rapatnya akan segera keluar"ucap Kaisar.
"Baik kami akan tunggu hasil nya"ucap Rexid.
Dan seketika itu juga komunikasi kini tertutup.
"Jalan kan saja seperti gelombang Kedua"ucap Rexid dan segsra pergi dari sana untuk mempersiapkan pasukan, gelombang selanjutnya akan datang satu jam lagi jadi mereka harus pemanasan dulu.
"Yang Mulia saya permisi"ucap Delice yang juga harus memperispkan pasukan nya.
"......."
Melody tak menjawab kalimat itu dan hanya menatap kearah peta di atas meja di mana strategi berada.
"Hah~, ini menyebalkan"ucap nya sebelum mengmbil jubahnya, dan keluar membawa pedang di tangannya, yah masi persiapkan pasukan saja dulu.
Kombinasi pasukan masih sama seperti saat gelombang kedua hanya saja bedaanya kini Rexid bergabung kepasukan para Kesatria dan Kesatria milik Rexid dia tinggalkan untuk membantu Melody menjaga bagian tengah.
"Sir, aku belum tau siapa nama mu?"tanya Melody.
"Nama saya Sir Galib Yang Mulia Grand Duchess Salvier"jawab Sir Galib sambil menaruh tangannya di dada.
"Baik Sir Galib mohon bantuan nya"ucap Melody dengan senyumnya.
Tak seperti sebelumnya kini dia berdiri dengan Sir Galib di kiri dan Sir Galon di kanannya.
Tanah kini mulai bergetar dengan hebat dan seorang Kesatria dengan kemampuan pendeteksi kini berteriak ke arah pasukan.
"Itu_, satu juta!, satu juta monster berlari ke bagian tengah!"teriaknya sangat nyaring hingga bisa di dengar oleh samua melalui alat komunikasi.
Mendengar nominal itu semuanya menarik nafas dalam-dalam, kali ini sepertinya akan sangat sulit untuk menang.
Melody, Sir Galon, Sir Delice, Rexid, dan Sir Galib kini mengkat pedang masing-masing mana mereka kini bersinar di pedang masing-masjng dengan warna yang berbada.
Kali ini Melody melakukan hal lain dia memejamkan mata, dan saat membuka matanya kini bersinar dengan warna emas, ink adalah teknik rahasia Melody yang dulu, dia mendapatkan ingatan tentangnya bebarapa saat yang lalu.
__ADS_1