
Di sisi lain Kaisar dan Duke Milian melakukan kontak mata seakan berdiskusi, bagaimana Janda Permaisuri 1 bisa tau akan semua itu padahal jalur informasi yang keluar dari Utara sudah di blokir oleh Duke Milian, apa jangan-jangan ada seorang penyusup atau penghianat di sekitar Duke Milian atau pula di sekitar Duchess Salvier?.
Para Bangsawan dan Penjabat yang netra sebagian mengangkat satu alisnya seakan menunggu kelanjutannya, dan sebagian lagi kini nampakj menghela nagas lanataran sebentar lagi akan ada drama baru yang akan di mainkan, drama ini lah yang membuat mereka semua memilih untuk menjadi seorang netral saja.
Sedangkan faksi Janda Permaisuri 1 kini menyeringai, seakan tau apa yang di maksud oleh Janda Permaisuri 1 sehingga saat ini mereka sedang melakukan persiapan dalam pikiran masing-masing untuk membantu usaha Janda Permaisuri 1 agar berjalan dengan lancar.
"Apa maksud Yang Mulia Janda Permaisuri 1?"tanya seorang Pejabat netral yang lumayan merasa bahwa drama yang akan terjadi sangat menyenangkan bahkan kini dia telah memasang wajah tertarik.
Sedangkan teman-teman yang yang juga ada di posisi netral memandangnya sambil menghela nafas lelah, mereka tau bahwa akhirnya dia akan melakukan hal ini.
"Bukankah, sudah jelas ayo kirim Duchess Salvier untuk pergi"jelas Janda Permaisuri 1 dengan senyum liciknya.
Dia berfikir bahwa dia bisa mengambil kesempatan ini untuk membunuh Melody tanpa harus mengotori tangannya sama sekali, memikirkan bahwa Melody akan mati di dalam 'Dunia Rahasia' bahkan tanpa di makamkan mayatnya Janda Permaisuri 1 sangat sennag hingga senyummya tanpa sadar melebar.
"Ini terlalu beresiko bukan?, Duchess Salvier sepertinya baru saja bisa berpedang, orang yang baru saja bisa berpedang sama sekali tidak bisa di sebut Pendekar!"teriak seorang Perwira Militer menetang hal gila barusan dia adalah seorang Bangsawan posisi netral.
"Benar!, jika kita mengirim Duchess Salvier kesana bukankah, sama saja kini mengharapkan kematiannya!"ucap seorang yang pro Kaisar dia harus segera menambah bahan bakar agar Duchess Salvier atau Yang Mulia Putri Melody tak harus pergi kesana, karena bagaimana pun alasan dia pro Kaisar karena Yang Mulia Putri Melody.
"Apa maksud kalian?, lalu kalian ingin mengirim Kaisar ke sana bukankah itu lebih konyol?!"teriak seserang yang pro Janda Permaisuri 1 dia harus berusaha membuat rencana Janda Permaisuri 1 berjalan lancaf tanpa hambatan apapun.
"Iya aku setuju lagi pula keadaan yang sekarang terjadi lebih mendesak dari pada nyawa seseorang"
"Lagi pula jika Duchess Salvier meninggal bukankah itu seperti kewajibannya untuk melindungi Kekaisaran BlueMoon sebagai garis keturunannya"ucap seseorang lagi menambah bahan bakar.
Perdebatan kini terjadi lagi namun suasa saat ini lebih parah di mana dari mereka sama sekali tak ingin mengalah, bahkan ada yang hampir adu pukulan jika saja seseorang di posisi netral tak menghentikan mereka berdua.
__ADS_1
Kaisar Damian yang mendengar dan melihat para Bangsawan dan Pejabat yang berdebat kini naik pitam rasanya dia sangat marah, atau lebih tepatnya dia ingin mengumumkan surat pengunduran diri dari posisi Kaisar saat ini juga.
"Cukup!!"satu teriakan dan satu kata dari Kaisar kini ssgera menghentikan mereka semua dari aksi mereka.
"Bagus jika kalian diam, baiklah bagaimana jika kita pilih dari suara terbanyak saja tentang siapa yang akan di kirim ke dalam 'Dunia Rahasia'"ucap Kaisar final.
Mendengar hal iti semuanya kini kembali tenang dan mulai melakukan pemilihan.
"Siapa saja yang memilih agar aku yang pergi?"tanya Damian, dan seperempat tempat itu mengangkat tangannya sebagian dari mereka adalah yang pro Kaisar karena tujuan mereka membentuk aliansi ya karena Melody.
"Baik siapa yang ingin agar Duchess Salvier yang pergi?"ucap nya lagi.
Yang mengejutkan adalah setengah dari orang yang ada di ruangan itu segera mengkat tangannya itu afalah mereka yang pro Janda Permaisuri 1 bahkan ada juga yang di posisi netral.
Bahkan Duke Carvalo pun mengangkar tangannya sehingga Duke Milian memelototinya, mahela nafas Duke Carvalo berkata.
Merasa bersalah karena Duke Milian adalah temannya dan takut karena Duke Milian yang memelototinya dengan aura mengerikan seakan dia siap untuk menebas kepalanya kapan saja.
Melihat banyak nya yang memilih agar Melody yang pergi Kaisar hanya bisa pasrah tau begini dia tak usah ambildari suara terbanyak, kepercayaan dirinya untuk menang ternyata menghancurkan nya.
"Baiklah Duchess Salvier lah yang akan pergi"putus Kaisar dengan muram.
Semua yang pro Janda Permaisuri 1 kinj tersenyum puas, sedangkan mereka yang pro Kaisar merasa gagal dan yang netral mereka hanya menghela nafas.
"Tapi sepertinya kita harus mengirim pasukan dan juga kesatria untuk membantu Duchy Utara karena jika Duchess Salvier pergi wilayah itu mungkin akan kalah"jelas Kaisar kini dia menjadi lebih serius.
__ADS_1
"Tentang itu ibu akan meminjamkan Sir Alex untuk pergi ke sana"ucap Janda Permaisuri 1 dia sangat puas akan hal rapat ini.
"Baiklah bu, terima kasih jadi Perwira tolong pilih lah Pasukan terbaikmu untuk pergi, dan juga tolong Komandan Kesatria Biru tolong pilih yang terbaik di antara Kesatria mu"perintah Kaisar kepada kedua Pejabat nya itu.
"Baik Yang Mulia!"ucap keduanya dengan hormat.
Kini rapat telah selesai, dan mereka berdua segera menjalankan perintah dari Kaisar.
Sedangkan Kaisar sendiri kini dia sedang menulis surat untuk adik bungsunya dengan lesu dan sedih, rasanya dia sama sekali tak berguna sebagai seorang kakak.
Surat kini telah di kirim dan akan tiba bersama pasukan yang di kirim melalui sihir tranportasi oleh para Penyihir Kekaisaran.
Brak!
Pintu kerja Kaisar kini di dobrak dengan keras, membuat Kaisar terkejut di tempatnya, dia adalah Putri Ke-3
"Kakak!, aku dengar adik yang akan pergi ke 'Dunia Rahasia' bagaimana bisa!"teriaknya dia jelas kini di landa rasa khawatir.
"Tolong tenanglah sedikit Isabella"ucap Kaisar dia merasa pusing sekarang.
"Bagaimana aku bisa tenang dia adik kita kak, adik kita!"teriaknya lagi merasa marah karena kakaknya sama sekali tak bisa menghentika agar adiknya tak di kirim kesana.
"Aku tau aku tak berguna jadj tolong diamlah"ucap Kaisar dia sadar apa kesalahan nya.
"Huh!, lalu sekarang bagaimana?, aku lebih memilih mengirim kakak dari pada adik bungsu!"ucap nya dengan kejam.
__ADS_1
"Kenapa kamu begitu kejam pada ku Isabella?, aku kan juga kakak mu?"tanya Kaisar sedih rasanya di selalu ternistakan di keluarga ini, ini lah faktor utama nya kenapa dia dulu ingin kabur dan bertani saja di desa.
"Karena kamu tak berguna"ucap Putri Isabella polos dan segara duduk di sofa yang tersedia tanpa sopan dia kini bahkan memakan biskuit yang ada diatas meja.