
Dengan cepat paman Wage segera berlari pontang-panting mencari bantuan.
"Semuanya tolong"teriak paman Wage.
Para warga sekitar yang mendengar paman Wage minta tolong langsung bergerombol menayai paman Wage.
"Ada apa kisana?"
"Ya ada apa"
"Apa kamu punya masalah kisana?"
Tanya para warga sekitar.
"Huftt~, huftt~, bapak-bapak, ibu-ibu tolong keponakan saya di sedang bertarung melawan buto di sana"ujar paman Wage sambil mengatur nafasnya sambik menunjuk arah pohon besar yang menembus cakrawala itu.
Mendengar hal itu semua warga menjadi heboh, dan mereka semua segera saja bersiap-siap untuk pergi ke sana, bahkan pekerjaan yang sedang mereka kerjakan mereka tinggal begitu saja dan mulai membawa senjata masing-masing, ada yang membawa pedang, dan juga keris, bahkan arit.
Para Prajurit penjaga yang melihat warga berbondong-bondong pergi ke luar kota sambil membawa senjata tajam segera menghentikan mereka semua.
"Kisana-kisana sekalian sebenarnya ada apa?, kenapa kalian semuanya pergi ke luar kota sambil membawa senjata?"tanya Prajurit penjaga tersebut.
"Begini kisana, kisana ini berkata bahwa keponakan nya saat ini sedang bertarung melawan para buto di sebelah sana jadi kami semua hendak pergi ke sana untuk membantunya"jawab seseorang menjelaskan keadaan yang terjadi.
Mendengar apa yang di katakan oleh orang tersebut Prajurit penjaga itu kemudian melihat kearah Paman Wage yang saat ini terlihat sangat cemas.
"Apa benar itu kisana?"tanya Prajurit tersebut.
"Iya benar, keponakan saya ada di sana, saya takut hal buruk akan terjadi kepadanya"ucap Paman Wage.
"Baiklah kalau begitu kami para Prajurit juga akan ikut, Toja kemari kamu!"teriak Prajurit tersebut kepada teman nya.
"Ya ada apa ketua?"tanya Toja.
"Tolong kamu panggilakn tim Keamanan 1 suruh mereka berangkat bersama kami"ucap orang tersebut yang ternyata tak lain dan tak bukan adalah Ketua dari para prajurit.
"Baik Ketua"ucap Toja sambil membungkuk sebelum berlari memanggil teman-teman nya yang bertugas sebagai Tim Keamanan 1.
Tak lama semua Tim Keamanan 1 datang dan akhirnya semuanya segera saja pergi dari kota tersebut menuju tempat di mana Melody sedang bertarung, mereka meninggalkan kota tersebut yang di jaga oleh Tim Keamanan 2.
Sementara itu Anusapati yang masih menaiki kereta kudanya terpaksa harus berhenti karena banyak warga membawa senjata tajam memotong jalan nya.
"Ada apa ini?"tanya Anusapati yang sambil membyka gorden kereta kudanya dengan tanggan kepada bawahan nya.
"Saya juga tak tau Yang Mulia"ucap bawahannya tersebut.
"Coba kamu tanyakan, perasaan ku tak enak"ucap Anusapati dan kembali menutup gorden kereta kudanya
__ADS_1
"Baik Yang Mulia"ucap orang tersebut membungkuk sebelum pergi menghentikan seseorang.
Orang tersebut segera kembali dan melaporkan informasi yang di dapatkan nya.
"Bagaimana ada apa sebenarnya?"tanya Anusapati penasaran.
"Yang Mulia mereka berkata bahwa keponakan dari orang yang berada di rombongan mereka saat ini sedang melawan para buto di tempat di mana sebuab fenomena berasal, jadi saat ini mereka sedang melakukan perjalanan kesana"jawab bawahannya tersebut
"Fenomena?"tanya Anusapati sambil mengerutkan keningnnya.
"Ya Yang Mulia tepatnya di sana"ucap bawahannya terswbut sambil menujuk ke sebuah tempat di mana di sana ribuan pedang raksasa dan pohon besar bisa terlihat.
Anusapati kini berfikir bahwa pedang besar itu dia seperti kenal.
"Ikuti mereka"perintah Anusapati dan segera saja melompat dari kereta kuda.
Dia segera saja berjalan di belakang oara rombingan utu di ikuti oleh para bawahannya yang segera saja menjnggalkan kereta kuda mewah itu sendirian di tengah jalan.
Sedangkan di sisi lain Melody kini sedang menatap para buto dengan tatapan merendahkan.
"Akan aku akhiri semua ini"ucap Melody.
Aura hijau kini semakin besar sulur-sulur tanaman kini merambat kearah para buto dan memgikat mereka semua.
"Apa ini?!"
Huargggggghhhh!!
Namun ternyata daya ketahanan sulur-sulur itu tak lama karena dengan beberapa kekuatan otot mereka sulur-sulur itu segera partah.
"Hahahahaha!!!, hanya ssperti itu saja kekuatan mu manusia kalau begitu rasakan lah ini"ucap buto ijo
Meramalkan beberapa mantra tiba-tiba angin tertiup dengan kencang, sebuab angin put1ng beliung kini tercipta merusak apa saja yang di laluinya.
Melody yang kini rambut nya tertiup angin yang di keluarkan oleh buto ijo hanya menatap datar hal di depan nya itu dan dalam satu lambaian tangannya yang halus angin itu segera sirna.
Hal tersebut tentu saja membuat para buto kaget.
"Manusia ini terlalu kuat sepertinya kita harus menggabungkan kekuatan"ucap salah satu dari buto tersebut.
Semuanya teman-teman nya segera saja mengangguk dan mulai meramalkan mantara bersama.
Jenis kekuatan yang berbeda-beda kini tercipta.
Bola api besar kini tercipta, angin topan, angin put1ng beliung kini juga tercipta, gunung merapi yang tak jauh dari sana juga bergemuruh seperti murka hal terswbut tentu saja mengguncang mental manusia yang tinggal di bawahnya hingga mereka semua berlari pontang-panting mencari perlindungan.
Tanah kini bergetat, gempa hebat kini terjadi dwngan temoat pertempuran menjadi pusatnya, ombak-ombak di lautan seperti mengamuk, petir-petir dan kilat di berkecamuk di langit dengan murka!.
__ADS_1
Langit yang semulanya cerah kini mulai berwarna merah, sinar matahari kini menjadi semakin panas hingga tumbuhan-tumbuhan yang hidup di baqah sana segera layu dan kering.
Melody yang melihat bahwa mungkin saja ini adalah senjata pamungkas mereka segera saja melakukan hal yang sama.
Kini sulur-sulur tanamannya menjadi semakin kuat dan lebat mereka seperti ombak yang siap menerkam kapan saja.
Api makin bergelora seperti lautan yang ganas!, air-air yang entah datang dari mana datang seperti tsunami.
Es-es segera terbentuk tanpa henti dan berubah menjadi benda-benda tajam yang mengarah ke para buto, hawa dingin dan panas kini semakin menguat badai es segera terbentuk dan menerjang kerah para buto.
Para buto sendiri kini juga mulai melemparkan mantra mereka kearah Melody.
'Bulan Darah' kini bersinar terang.
Memutar pedang di tangannya, semua pedang yang ada di udara kini berputar.
Wushhhhh~
Suuuuurttttssss~~
Klangg!
Klangg!!
Wosssssst~
Aura merah, biru, hijau, emas, dan putih kini menebal memenuhi dataran.
Mata emas milik Melody kini bersinar dengan terang.
Dalam waktu bersamaan Melody menggerakan pedangnya dan saat itu juga semua es, api, pohon, pedang, air, segera menyerbu kearah para buto.
Bangggg!!!
Bommmmmm!!!!
Bummmmmm!!!!
Bonhggggggg!
Duarrrrr!
Ledakan hebat kini terjadi akibat tabrakan dua kekuatan besar tersebut.
Para warga yang telah sampai kini menutup mata mereka semua, mereka sungguh tak percaya dengan apa yang mereka lihat, paman Wage juga sama terkejutnya, sedangkan Anusapati dan bawahannya juga terkejut bukan main, bagaimana mungkin kekuatan yang sebegitu besarnya di keluarkan oleh satu orang?!.
"Yang Mulia ini berbahaya!"teriak bawahan Anusapati sambil menjadikan dirinya sebagai tameng tuanya tersebut berdiri merentangkan tanganan di depan Anusapati.
__ADS_1