Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 55


__ADS_3

Mendengar apa yang di katakan oleh Isabella sebagai adiknya kini Kaisar hanyaa bisa menarik nafas dengan berat, dia harus sabar, senyum tabah kini terukir di bibirnya namun dalam pikirannya kini dia sudah merangkai hal licik untuk membuat adiknya menikah, entah lah rasanya kalau adiknya yang bernama Isabella ini tak menikah dia akan mati muda.


Entah kenapa sepertinya gelombang selanjutnya akan lama datangnnya buktinya saja kini Melody bisa bersantai sambil membaca buku di dalam tendanya tanpa adanya gangguan dari siapapun, ya tanpa gangguan dari siapapun, ini baru namanya kahidupan.


Namun siapa sangka hal itu tak lama sejak seorang Prajurit berlari tergopoh-gopoh ketendanya dan segera masuk kedalam tendanya itu.


"Maaf Yang Mulia atas kelancangan hamba"ucap Prajurit itu sambil memberi salam meminta maaf.


Melody yang mendengar itu kini menghela nafas, kesal!, namun tidak baik melampiaskan hal tersebut ke pada Prajurit yang tak tau apa-apa di depan nya ini.


Bangun dari tempat tidur nya kini Melody berdiri dan memakai jubahnya.


"Ada masalah apa?, kenapa kamu begitu terburu-buru?"tanya Melody tenang dan mulai mengambil pedangnnya.


"Itu Yang Mulia rombongan dari Kekaisaran telah datang mereka membawa surat untuk Yang Mulia, tapi hal yang dikatakan sebagai rombongan itu malah nampak seperti pasukan yang di kirim dari Kekaisaran Yang Mulia"ucap Prajurit tersebut gugup.


Melody yang mendapatkan laporan itu hanya mengerutkan keningnnya bingung, jadi mereka utusan tapi membawa rombongan seperti pasukan, jadi sebenarnya mereka itu utusan atau pasukan?, atau kedua-duanya?.


Memikirkan hal itu Melody langsung keluar dari dalam tendanya, rasanya jika itu pasukan apa kah ada suatu yang amat penting?, tapi ini janggal.


Benar saja di luar sana terdapat pasukan yang di kirim oleh Kekaisaran Melody bisa langsung membedakan mereka semua karena pakaian yang mereka pakai berbeda dengan pakaian yang di pakai pasukannya.


Melihat Melody sudah keluar dari tendanya salah satu seorang Kesatria kini maju kedepan dan segera berlutu di depan Melody sambil menyerahkan sebuah surat.

__ADS_1


"Salam kepada Yang Mulia Duchess Salvier, kami utusan sekaligus pasukan yang di kirim oleh Kekaisaran, untuk lebih lanjut silakang Yang Mulia Duchess membacanya di surat ini"ucap Kesatria itu yang ternyata cukup di kenali oleh Melody kalau tak salah namanya Sir Alex bukan?.


Sulit untuk melupakan orang yang memberikan kesan mendalam baginya, tentu saja itu mendalam bagi seseorang yang pertama kali bertarung dengan nya di aula pesta dengan di tonton oleh ribuan Bangsawan dan Pejabat itu adalah hal yang tak bisa di lupakan sama sekali.


Mengambil surat itu Melody kemudian membacanya, membaca isi surat itu membuat Melody mengerutkan keningnya, menutup kembali surat itu kini Melody menyerahkannya kepada Deliceyang sudah berdiri di belangnnya siap menerima surat tersebut.


"Begitu ya, Kaisar menyuruh ku Kekaisaran?, untuk jadi Kaisar sementara dan berangkat ke 'Dunia Rahasia'?"ucap Melody tenang yah hasil yang mudah di tebak, akhirnya dia juga yang harus pergi.


Lagi pula si nenek itu tak mungkin melepaskan kesempatan seperti ini untuk membununya atau pula setidaknya membuatnyah dalan kesulitan, bahaya atau terluka dengan amat parah.


"Di mengerti aku akan berangkat sekarang"ucap Melody datar.


Rexid yang baru saja tiba mendengar hal itu langsung berterika dari kejauhan.


"Tenanglah kakak ini perintah Yang Mulia jadi kita harus menaatinya"ucap Melody datar sambil mengelus dada kakaknya itu agar dirinya menjadi tenang atau setidaknya menjadi lebih sabar.


"Bagiamana aku bisa sabar?!, kamu punya kakak tapi dia bahkan tak bisa melindungimu!, kalau begini caranya bukankah aku saja yang harus pergi!"marah Rexid.


"Itu tertulis di sini bahwa Kaisar tak memiliki kualifikasi untuk masuk kesana dan aku katanya satu-satunya yang masuk kedalam kualifikasi tersebut"ucap Melody melirik surat yang ada di tangan Delice.


Mendengar hal tersebut dengan kasar Rexid mengambil surat tersebut dan membacanya isinya begiyu menguras kesabaran hingga dia membanting surat tersebut dan menginjak-injaknya hingga surat tersebut bahkan tak bisa lagi di baca karena terlalu kotor.


"Persetan dengan titah Kaisar atau yang lainnya biarkan saja Kekaisaran ini hancur Bangsa4t!, aku lebih rela seluruh manusia musnah dari pada mengirim mu kesana!"teriak Rexid yang sebenarnya dalam hati mendapat persetujuan dari para orang-orang Utara.

__ADS_1


"Tak bisa seperti itu lagi pula Kekaisaran ini adalag tempat tinggal bagi anak cucu ku dan kamu tinggal kelah kak, jika kamu menyerah sekarang lalu bagaimana dengan keturunan kita?, apa kamu tega melihat mereka menderita karena keegoisan kita sebagai nenek dan kakek buyutnya?"ucap Melody yah, kita tak boleh egois sama sekali jika itu yang harus kita lakukan maka aku akan melakukan nya lagi pula aku yakin 100% bahwa dirinya tak akan mati di sana dan dia pastikan bahwa dia akan kembali dengan selamat tanpa harus mati di dalam nya.


"Itu_, tidak aku yakin anak cucu kita nanti juga pasti akan memahaminya"ucap Rexid sedikit melunak.


"Lagi pula kakak bod0h itu!, dia beraninya mau mengirimmu kesana?!, aku sangat ingin memorong lidahnya itu!"terika Rexid penuh amarah.


Melody yang mendengar itu hanya menghela nafas kakaknya ini selalu bod0h, ya wajar saja sih dia dari kecil sudah berguling di medanperang tanpa menerima pendidikan yang pantas bagi seorang keturunan Kekaisaran, kakaknya ini hanya pintar cara membunuh, berperang, dan membuat strategi.


"Kakak~"panggil Melody dan segera mendekatkan bibirmua kearah telinga Rexid.


Karena dia jauh lebih pendek dari kakaknya itu membuat dia menekan pundak kakaknya sehingga kakaknya itu menjadi miring sedikit.


"Itu rencana Janda Permaisuri 1 untuk membuatku pergi"bisik Melody berusaha agar semua irang yang ada di sana tak mendengarnya sama sekali, bisa gawat kalau mereka mendengarnya, bisa-bisa bukannya mereka melawan para monster yang ada pada orang-orang Utara ini malah akan menyatakan perang dengan Kekaksaran.


Kalau hal itu terjadi dia yakin itu hanya akan menjadi titik lemah Kekaisaran dan Duchy Utara dan pada akhirnya hanya akan dimanfaatkan oleh Kekaisaran lain untuk menyerang Kekaisaran yang masih dalan keadaan lemah, dan juga membuat Duchy Utara menjadi sasaran empuk bagi siapa saja musuh nya.


Mendengar hal itu mata Rexid melotot dia benar-benar kaget bagaimana mungkin ibunya itu begitu kejam.


"Ini_?"Rexid tampak terkejut hingga tak hisa mempercayai apa yang di dengarnya.


"Apa menurutmu Kakak Pertama akan melakukan semua itu jika dia ingin melakukan nya bukankah akan lebih baik jika dia melakukannya saat aku masih ada di Istana Kekaisaran"bisik Melody lagi.


Akhirnya setelah penjelasan itu Rexid jadi paham tapu bukankah itu menjadi lebih berbahaya?!.

__ADS_1


__ADS_2