Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 139


__ADS_3

"Ugh!"


Sebuah lenguhan kini terdengar dari pria yang masih saja memejamkan matanya tersebut hingga mata itu kini terbuka menampilkan matanya yang berwarna emas, perak dan merah secara bersamaan.


Matanya kini melirik sekitar dan mendapati jam yang menujukan anggka 12 malam.


Hufttt~


Helaan nafas lelah kini keluar dari mulutnya kini dia menyentuh keningnya sendiri dan mendapati bahwa demamnya sudah turun.


Tanpa sengaja dirinya kini merilik ke pinggir ranjang di mana dia bisa melihat Melody yang tertidur dengan tangannya yang menjadi bantal.


Damian yang melihat adiknya tersebut menjaganya sepanjang malam kini tersenyum lembut dan segera saja turun dari kasurnya.


Menggendong adiknya tersebut dengan pelan-pelan Damian membaringkan tubuh adiknya di kasur miliknya, tak lupa dirinya juga menyelimuti tubuh Melody dengan selimut.


Dirinya juga kini naik keatas ranjang dan mengelus kepala adiknya itu dengan lembut namun matanya perlahan menjadi sedih.


"Aku memang kakak dan anak yang tau berguna"gumam Kaisar sedih dia sepertinya masih merasa bersalah akan konflik yang terjadi saat ini.


Padahal pada saat ini dia adalah kepala keluarga untuk saat ini tapi bisa-bisanya dia sama sekali tak tau akan hal-hal yang terjadi pada keluarganya itu.


Dia sebenarnya merasa bersalah dengan Melody seandainya saja waktu itu di saat ibunya mulai tak suka dengan Melody dirinya segera saja bertidak mungkin sekarang keluarganya akan sangat aman dan damai tanpa ada masalah sama sekali.


Namun sepertinya dia sama sekali tak bisa mengubah apa pun untuk saat ini jadi dia kini berfikir untuk menjadi lebih baik mulai sekarang.


Mencium puncak kepala Melody kini Damian tertidur sambil memeluk Melody erat, dia berfikir bahwa hal tersebut sama seperti waktu kecil dulu di mana dirinya, Arsen, Rexid, bahkan sampai Isabella berebut untuk tidur dengan Melody.

__ADS_1


Dan Roselina serta Linda atau Lili menjadi penengah antara mereka semua, memang keduanya jauh lebih dewasa pada saat itu padahal dia kakak tertuanya.


Memikirkan hal itu membuat Damian tersenyum dan semakin mendekap adiknya itu kencang pasalnyq dari kecil dia sama sekali tak mendapatkan bagian nya hal tersebut karena ayahnya selalu saja menyuruhnya untuk mengalah.


Kini sinar mata hari sudah bersinar dengan sangat cerah, dan Melody saat ini masih saja suka tertidur di kasur tersebut bahkan dirinya malah makin mengeratkan selimut tersebut agar semakin membalitnya dengan kehangatan.


Namun tiba-tiba sebuah pikiran rondom membuatnya langsung terbangun dengan wajah terkejut.


Dia lupa kalau dirinya saat ini sedang bertugas menjaga kakaknya Damian.


Namun saat dia membuka matanya di kamat itu hanya tinggal dirinya ssndiri tanpa biaa menemukan keberadaan orang lain apa lagi saat dirinya melihat kearah jam yang sudah menunjukan jam 9 pagi.


"Si4l!, aku kesingan!, dan di mana kakak kenapa dia sama sekali tak membangunkan ku?"ujar Melody panik dan segera saja bangun dari kasur terburu-buru.


Dirinya bahkan juga kini langsung membuka pintu yang segera saja di sambut oleh hormat oleh para Kesatria dan Penjaga yang menjaga pintu kamar tersebut.


"Salam Yang Mulia Grand Duchess Melody Calsion De Janeiro Salvier!"ujar mereka semua secara serempak.


Namun setalah dia lihat dengan cermat akhirnya dia mengerti ternyata semua yang ada di sini sudah di ganti, lalu bagaimana dengan yang lama entahlah Melody juga tak tau mereka kemana mungkin mereka mendapatkan hukuman atau pindah posisi.


"Kalian apa melihat kakak ku?"tanya Melody kepada mereka.


"Menjawab Yang Mulia Duchess saat ini Yang Mulia Kaisar sedang ada di ruang belajarnya beliau saat ini sedang mengerjakan tugas-tugasnya bersama Pangeran Arsen"jawab salah satu Kesatria di sana yang mendapat anggukan dari Melody.


"Benatkah?, baik terima kasih"ujar Melody dan segera pergi ke sana untuk bertemu kakaknya dia akan ijin untuk segera pulang ke Duchy karena masih memiliki urusan di sana.


Awalnya dia harus pulang kemarin tapi karena Damian sakit dia jadi mengundur waktu kepulangannya tapi sepertinya sekarang semua sudah mulai membaik jadi dia harus segera pulang lagi pula oekerjaan nya di sana masih sangat banyak.

__ADS_1


Tanpa mengetuk pintu Melody masuk ke dalam sana dan segera saja di sambut oleh Arsen dan Damian setta Asisten Damian.


"Melody ke mari?, ada perlu apa?"tanya Kaisar Damian.


"Iya kamu membutuhkan apa?"tanya Arsen.


Melody yang mendengar itu kemudian tersenyum sebelum duduk di kursi di sana.


"Tidak kak aku tak membutuhkan apa-apa aku hanya ingin ijin untuk pulang saja, di Duchy aku memiliki banyak tugas yang sudah menunggu ku"ujar Melody berdiri dan membungkuk kearah mereka semua.


"Apa?!, secepat ini?, apa kamu yakin?"tanya Pangeran Arsen tak percaya.


"Iya aku akan segera pergi sekarang juga aku harus bekerja keras jika ingin semuanya cepat selesai, lagi pula aku iuga ingin cepat-cepat bisa santai"ujar Melody.


Kaisar dan Aisisten Kaisar yang mendengar hal tersebut hanya tersenyum saja.


"Baiklah segeralah pulang aku yakin Delice dan Diana sudab menunggu mu sejak kemarin apa lagi sepertinya kamu tak memberi tahu mereka jika kamu akan pulang telat"ujar Kaisar sambil melirik surat di atas mejanya.


Tentu saja Melody yang melihat gerakan yang di lakukan kakaknya itu menjadi bingung, namun dia segera saja paham saat melihat surat yang bersetempel Duchy Salvier dia lupa mengirim kabar.


Kalau begitu bukan kah akan lebih baik jika dia membawa hadiah serta oleh-oleh untuk mereka yang sudah menunggunya dengan cemas di Duchy?.


"Baik kakak terima kasih"ujar Melody dan segera saja dirinya pergi keluar rungan namun sebelum dirinya menutup kembali pintu suara Arsen membuatnya menoleh.


"Ah ya aku lupa Melody sebelum pulang pergi lah ke Istana Janda Permaisuri 2 ibu ke 2 berkata dia memiliki sesuatu untuk mu"ujar Arsen sambil membenani kembali kaca matanya yang semoat melorot ke bawah.


Melody yang mendengar itu hanya mengangguk dan segera saja pergi dari sana.

__ADS_1


Seperginya Melody kini Damian menatap kearah Arsen seakan bertanya hal apa yang akan di berikan oleh ibu ke 2 nya itu.


"Aku juga tak tau tapi seperinya itu adalah hal yang memang seharusnya di miliki Melody sejak awal, beliau hanya berkata bahwa dia akhirnya me dapatkannya kembali sesudah kembali pulang dari rumah ibu kita untuk mengambil bebarapa pekerjaan di sana"jelas Arsen yang ternyata juga sama tak tau apa-apa.


__ADS_2