Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 24


__ADS_3

"Bukan gaun tapi ini"


________________


Melody pun menyerahkan sekitar 20 lembar kerras dengan gambar pakaian yang dia gambar bebarapa waktu lalu.


Gambar itu cukup bagus karena Melody yang dulu pandai mengambar berbeda dengan nya yang hanya pada batas rata-rata.


"Ini gambar yang luar bisa Yang Mulia, saya akan menbuatnya sepenuh hati saya dengan kecepatan turbo"ucap Penjahit tersebut dan segera pergi untuk membawa bebarapa kain untuk di pilih.


"Yang Mulia tolong pilih kain nya"ucap Penjahit tersebut.


"Tak perlu, kamu saja yang pilih, sesuai warna yang ada di gambar aku percaya pada mu"ucap Melody.


"Baik Yang Mulia"mendengar perkataan Melody membuat penjahut itu merasa senang sehingga dia kini sangat bersemangat.


Akhirnya malam telah tiba.


Melody kini sudah mengenakan pakaian yang dia gambar sendiri, kharisma yang tak biasa dari nya membuat para Pelayan memiliki mata yang berbinar-binar.


Awalnya mereka tak percaya bahwa pakaian itu akan cocok untuk perempuan tapi siapa sangka bahwa pakaian itu sangat cocok untuk Duchess mereka ini, dengan baju model seperti laki-laki namun sedikit di modifikasi, pakaian itu sangat indah


Melody nampak cocok memakainya, baju itu memancarkan aura wibawa, bijaksana, dan keren, itu sangat bagus membuat Melody nampak seperti gadis yang keren namun anggun.


"Baju ini bagus kan, ayo pergi"ucap Melody berjalan ke luar kamar.


Membuka pintu ternyata di depan pintu sudah ada Devian yang menunggu.

__ADS_1


Betapa terkejut nya Devian saat melihat pakaian yang di kenakan oleh Melody, itu seperti pakaian laki-laki namun sangat bagus saat di kenakan nya apa lagi kecantikan Melody semakin terpancar.


"Bagaimana?, bagus kan?!"ucap Melody girang sejak dulu dia selalu bermimpi untuk memakai baju seperti ini karena menurutnya itu sangat keren saat dia melihat di banyak nya komik, dan akhirnya itu terwujud di dunia ini.


"Iya sangat keren, kalau begitu Duchess ayo pergi"ucap Devian sambil tersenyum lembut tak lupa mengulurkan tangan nya ke arah Melody.


"Baiklah ayo"ucap Melody girang dan langsung memeluk lengan Devian alih-alih menerima uluran tangan Devian dan segera menyerat nya ke luar dengan senyum bahagia.


Mendapatkan pelukan di lengan nya Devian terkejut dengan mata yang sedikit melebar, dia ingin melepaskan nya, namun Melody yang menyeretnya tak memberikan waktu, dan saat dia melihat Melody yang senang, akhinya Devian membiarkan nya saja dan dengan wajah datar membiarkan Melody menariknya.


"Pakai kuda, atau kereta?"ucap Melody dia sedikut bingung  akan hal itu,  lebih bagus kereta, atau lebih keren kuda?.


"Yang Mulia jika anda ingin kuda lain kali saja, hari ini anda harus naik kereta"ucap Devian namun dia tak menyadari bahwa dari tadi Melody sudah melepaskan lengan Devian dan dengan tertib masuk ke dalam kereta kuda nya.


Saat Devian menyadari hal itu dia hanya bisa sabar dan tabah sambil mengatur pernapasan nya dia takut bahwa dia akan melempar sarung tangannya sekarang juga ke arah Melody, dengan kata lain dia mengajak Melody berduel secara sah.


Mereka berdua duduk berhadapan dengan Devian yang menyangga dagu nya dengan tangan dan Melody yang melihat ke arah luar melalui jendela, Devian yang melihat itu mengehela nafas.


Menarik Melody agar duduk dengan benar dan menutup jendela, tanpa menghiraukan wajah Melody yang nampak kesal menatap nya tajam.


"Jangan lihat aku seperti itu"ucap Devian santai saat ini dia sedang lelah jadi tak ada tenaga untuk berdebat bersama Melody, bahkan kini Devian sekali-kali memijat kepala nya yang terasa pening.


Melody yang melihat wajah Devian yang lumayan kusut ya walaupun wajahnya tetap tampan namun kini wajah itu tidak nampak bercahaya sama sekali.


"Kau jika lelah kembali lah biar aku pergi sendiri"ucap Melody.


"Ah, tidak Yang Mulia saya sama sekali tidak merasa lelah, saya hanya sedikit capek memikirkan hal apa saja yang akan menanti kita"ucap Devian tidak mungkin dia berkata jujur.

__ADS_1


Bahwa dia sebenarnya lelah dan capek karena berkerja lembur bahkan kini semua berkas di ruang kerja sudah selesai di kerjakan oleh nya, dia hanya berharap semoga saja hal yang dia lakukan bisa membantu Melody.


"Begitu kah, kalau begitu nanti pulang dari pesta istirahatlah besok kamu tak perlu datang jadi besok liburlah"ucap Melody dia tak bisa kan memaksa orang sakit untuk terus berkerja, entahlah namun Melody berfirasat bahwa Devian akan sakit.


Seperti dirinya dahulu saat dia sangat lelah dia akan sakit, walaupun dirinya memiliki imun tubuh yang sangat bagus tapi tetap saja tubuhnya tak bisa berkompromi dengan rasa lelah bagaimana pun juga dia adalah manusia biasa bukan superman atau spiderman, tapi entah lah kalau itu adalah Devian.


Tak terasa kini mereka sudah sampai di kediaman baron di mana pesta kini di selengarakan.


Yang pertama turun adalah Devian dia kali ini tidak mengulurka tangan nya tapi kali ini dia membungkuk di samping pintu kereta, karena menurutnya dengan tampilan Melody saat ini uluran tangan yang biasa nya untuk seorang lady tak cocok untuk nya, dia lebih cocok jika di beri penghormatan.


Akhirnya Melody turun dari kereta kuda dan berdiri menatap kediaman Baron.


"Tumben kamu tak mengulurkan tangan mu"ucap Melody.


"Anda terlalu berkharisma untuk uluran tangan"ucap Devian jujur.


"Baiklah aku percaya pada mu"ucap Melody sambil menepuk pundah Devian lumayan keras namun tentu saja wajah Devian tak berubah hanya wajah datar saja.


Devian harus berhati-hati karena kini mereka sedang ada di kandang musuh, dia bahkan tak akan pernah tau seberapa banyak jebakan yang sudah di persiapkan.


"Setalah di lihat ternyata yang datang lumayan banyak ya"ucap Melody saat diri nya melihat banyak kereta kuda yang sudah terparkir dengan rapih selain itu juga dia juga melihat para bangsawan Utara yang baru saja sampai, turun dari ketara atau pun hendak masuk ke aula pesta.


"Itu karena anda akan datang Yang Mulia"ucap Devian.


"Hump!, omong kosong mereka datang kesini bukan kah memiliki tujuan untuk suatu hal yang lain, entah itu menjatuhkan ku atau pun yang lain nya lihat saja, akan ku pastikan bahwa mereka akan membusuk di dalam penjara bawah tanah"ucap Melody kesal dia sangat geram dengan para bangsawan serta pejabat yang ada di sini rasanya dia ingin mencekik mereka semua.


"Saya tau Yang Mulia, tapi untuk hari ini saja tolong jaga sikap anda, bagaimana pun juga anda adalah penguasa wilayah ini apa pun yang terjadi"ucap Devian sopan.

__ADS_1


__ADS_2