Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 26


__ADS_3

Membayangkan nya saja membuat Melody ingin muntah dia harus pergi ke psikolog saat pulang.


__________


"Oh ya malam ini kita tak perlu pulang Baron bilang mereka masih ingin menjamu kita jadi tolong kabari rumah kalau hari ini kita akan menginap dan tak akan pulang aku khawatir bahwa Delice dan Diana akan khawatir jika tak di beri tau sama sekali"ucap Melody.


"Baik akan saya kirim surat nanti, Yang Mulia sebaiknya anda segera beristirahat saja, besok anda harus bangun pagi-pagi bukan"ucap Devian.


"Kamu benar, kamu pelayan yang ada di sana"panggil Melody ke pada seorang pelayan yang hendak masuk ke ruang perjamuan membawa minuman di nampan nya.


Pelayan itu mendekat dan membungkuk hormat ke arah Melody.


"Yang Mulia Grand Duchess apa ada yang bisa saya bantu"ucap pelayan tersebut.


"Aku lelah tolong tunjukkan kamar untuk ku"ucap Melody sambil memijat keningnya, dia saat ini terlihat sedang merasa pusing mungkin itu efek dari alkoholnya lagi pula ini pertama kalinya bagi nya serta tubuh nya ini.


"Baik Yang Mulia mari saya antar"ucap pelayan itu sopan dan segara memandu Melody untuk pergi.


Devian sendiri kini juga memanggil pelayan untuk bertanya di mana kamar nya berada.


Tak lama Melody akhirnya sampai di depan sebuah kamar.


"Yang Mulia ini kamar anda, kalau begitu saya mohon undur diri"ucap pelayan tersebut.


"Ah ya makasih"ucap Melody.


Akhirnya pelayan itu pergi sepertinya dia hendak melanjutkan pekerjaan nya yang barusan tertunda karena dirinya, dari sana dia bisa melihat juga Devian yang hendak masuk ke kamar nya itu berada di gedung lain namun karena mata nya yang cukup tajam dia bisa melihat Devian dari sini.


Akhirnya Melody masuk ke dalam kamar nya saat dia melihat Devian masuk ke dalam kamarnya dan tak lagi keluar.


Membuka pintu pemandangan di depan nya membuat Melody tercengang bukan main bagaimana tidak.


Hiasan kamarnya di buat seperti kamar seorang pengantin dengan dominasi warna merah serta merah muda yang mencolok di tambah dekorasi bunga mawar, dan yang lebih membuatnya syok adalah.


Bahwa saat ini ada empat laki-laki tampan dengan pakaian yang tipis dan telanjang dada berbaring di kasur nya berpose seakan-akan mereka ingin menggodanya.

__ADS_1


"Yang Mulia selamat datang~~"ucap para lelaki tampan itu saat melihat Melody yang sudah berdiri di depan pintu dengan wajah tercengang.


Melody saat ini benar-benar tak tau harus melakukan apa, dia sama sekali tak bisa berkata-kata, apa-apaan juga ini!!, sudah dia duga bahwa tak mungkin semua hal akan begitu lancar, jadi maksudnya dia harus menahan godaan ini.


Entah kenapa Melody ingin berteriak tak bisa!!!, roti milik mereka sangat menggoda!!.


Melody saat ini sungguh di buat frustasi oleh mereka semua.


Dan akhirnya berakhirnya dengan Melody yang ada di dalam kamar dengan sangat canggung nya, dua orang kini memijat tangan serta puncaknya sambil berbisik-bisik memanggilnya membuat Melody merasa geli, sedang kan satu nya lagi memijat kaki nya sambil bertanya apa ini enak?.


Dan satu nya lagi kini menuangkan segelas wine untuk nya, dengan postur yang begitu anggun.


"Yang Mulia tolong di minum dulu wine nya"ucap laki-laki tersebut yang memakai bunga mawar di telinganya sambil menyerahkan wine ke arah Melody.


Dengan canggun Melody menrima wine tersebut dan mencicipinya sedikit, situasi ini sama sekali tak bisa di mengerti oleh Melody, ayo ingat apa yang akan di lakukan oleh FL dalam novel jika berada di situasi yang sama dengan nya.


Apa itu menedang mereka semua sambil berteriak keluarlah aku tak membuatuhkan kalian!, tapi jika bagitu bukan kah itu akan manjadi masalah?


Atau aku bunuh saja mereka semua dengan pedang?, lagi pula dia adalah penguasanya, mendapat julukan Duchess gila juga bukan ide buruk tapi wajah mereka sangat tampan membuatnya tak tega membunuh mereka di tambah mereka masih begitu muda!!!.


"Apa aku boleh bertanya berapa persen alkohol yang terkadung di dalam sana"tanya Melody sambil menggoyangkan gelar wine nya.


"Itu 80% Yang Mulia"jawab laki-laki itu sopan.


"80% ya"ucap Melody.


'Si4l ini sangat membuat mabuk kadar alkoholnya sangat banyak'batin Melody menjerit.


"Kalau begutu bukan kah tak adil jika hanya aku saja yang meminum wine ini, alkoholnya sangat tinggi Yang Mulia ini bahkan tak bisa meminum 2 gelas, jadi mau kah kalian membantu Yang Mulia ini menghabiskan satu botol wine ini?"ucap Melody dengan wajah yang begitu imut dan menawan.


Hal itu membuat para lelaki sekan-akan merasakan bahwa hati mereka akan meledak karena cinta.


"Ah!, Tentu saja Yang Mulia!!"ucap mereka semua sungguh sangat terpesona.


Akhirnya kini mereka semua duduk di kuris, Melody sendiri kini menuangkan wine untuk mereka semua.

__ADS_1


"Tak asik jika hanya begini saja bagaimana kalau kita membuat game?"ucap Melody senang dia harus cari cara agar dia tak perlu minum wine itu.


"Game apa itu Yang Mulia?"


"Sepertinya game itu akan seru"


"Nama game nya adalah true or dear siapa yang tak yang menyerah harus minum satu gelas wine hingga habis, bagimana"tawar Melody dengan senyum licik.


Yang di sambut oleh binar mata oleh ke empat laki-laki itu.


"Yang Mulia ayo kita mulai saja game nya"


"Yang Mulia apa ini game baru?, saya sama sekali belum pernah mendengar nya di manapun itu"


"Ah iya apa ini game baru"


"Tentu saja itu game baru aku baru saja menciptakan nya"ucap Melody yang tentu saja itu bohong.


Akhirnya mereka mulai memutar botol untuk pertama kali nya dan itu jatuh ke pada laki-laki yang menggunakan bunga lily di telinga nya.


"Jadi kamu pilih apa tantangan atau jujur"tanya Melody.


"Saya memilih jujur Yang Mulia"ucap laki-laki itu.


"Kalau begitu hal memalukan apa yang masih membekas sampai sekarang?"tanya Melody yang mulai panasaran.


"Yang Mulia apa saya harus mejawabnya"tanya laki-laki tersebut malu, sepertinya hal itu benar-benar membuatnya malu hingga dia sama sekali tak mau membagikan kisahnya.


"Tentu saja^.^"ucap Melody ternyata tak buruk menggoda mereka semua.


"Itu adalah___"


Akhirnya hasil di dapatkan Melody berhasil membuat semua nya tertidur dengan minum wine, walau pun dia harus meminum satu gelas wine karena dia kalah satu kali tapi itu tak ada apa-apa nya dari pada harga dirinya.


"Akhirnya aku berhasil"ucap Melody sempoyongan.

__ADS_1


__ADS_2