
Memikirkan bahwa Istana Kekaisaran ada di Duchy Salvier membuat Melody tertawa di dalan hati, bisa-bisanya dia berfikir bahwa akan ada Istana Kekaisaran di Duchy nya itu, bisa-bisa dia di penggal karena penghianatan lagi.
Tanpa sadar bibirnya juga ikut tertawa kecil.
Hal tersebut membuat Dame Clara yang ada di sampingnya terkejut dan berfikir yang tidak-tidak contohnya kebenaran bahwa Duchess nya sudah gila akibat perang barusan?
Dengan keberanian Dame Clara kemudian bertanya ke pada Melody dia takut ada hal membuat Duchess nya khawatir hingga rertawa sendiri.
"Duchess anda baik-baik saja?"tanya Dame Clara khwatir jelas sekali bahwa dirinya mengkhawatirkan Melody.
Melody yang mend6negar itu akhirnya berhenti tertawa dan menoleh ke arah Dame Clara yang sangat mengkhawatirkan nya.
"Tidak aku tak apa"jawab Melody walaupun jantungnya sudah disko pasalnya dirinya sangat malu karena ketahuan sama Dame Clara bahwa dirinya sedang tertawa, jujur itu memalukan!, bisa mati dia!.
"Benar kah Yang Muli?, tolong jika ada hal yang tak nyaman bagi anda tolong beri tau saya biarkan saya mencarikan yang nyaman bagi anda"ujar Dame Clara.
"Tidak semuanya ok"ujar Melody.
Akhirnya keduanya terus menaiki kuda hingga sampai di Mension Duchess dengan selamat.
Siapa di sangka bahwa keduanya sudah di sambut oleh semua orang yang ada di Mension padahal Melody jelas sekali tak memberi tau kedatangannya kepada siapapun.
"Selamat datang kembali Yang Mulia Duchess!~~"sambut mereka semua sambil membungkuk ke arah Melody.
"Tunggu sebentar bagaimana kalian tau kalau aku akan pulang hari ini padahal aku ingat tak memberi tau kalian tentang kedatangan ku sama sekali?"tanya Melody yang jelas sangat kebingungan.
Mendengar pertanyaan Melody membuat semua orang tersenyum.
"Yang Mulia jangan kembalinya Yang Mulia dari perang bahkan dari dimensi lain pun kami tau anda sudah kembali"ujar salah satu dari mereka, yang mengundang tawa dari yang lainnya
Jujur saja Melody merasa ini berlebihan dan juga jika benar kenapa kemarin mereka tak tau jika dirinya sudah kembali, kan kemarin dia ke dimensi lain?
__ADS_1
Ah sudah lah yang penting mereka berbahagia.
Tapi kalau boleh jujur sepertinya Melody baru sadar akan satu fakta yang mengejutkan, entah kenapa terkadang dia heran sendiri sebenarnya jabatan dia di sini itu apa sih?, atasan mereka atau besti mereka?
Dan juga kakak nya itu bukan seperti Pangeran jika sudah di sini tapi malah seperti seorang bawahan saja, pasalnya dia suruh-suruh mau-mau aja tanpa protes mana kerjanya cepat lagi.
Sudah lah di pikir-pikir malah kepikiran, di makin-makin malah tambah makin, susah-susah!
Tanpa sadar lagi wajahnya kini terlihat sangat serius sehingga membuat semua yang ada di sana kebingungan akan apa yang terjadi ke pada Duchess mereka ini, tapi kalau di pikir lagi Duchess mereka memang lumayan aneh dan unik juga bukan.
Memikirkan hal tersebut semua orang kembaki memiliki wajah senyum sambil melihat Melody.
"Bagitukah? Baiklah aku percaya kalian untuk satu kali ini saja"ujar Melody yang malah mengundang senyuk yang lebih lebar dari mereka semua dan itu malah bersinar terang dengan banyak filter bunga-bunga yang bertaburan di sekitar mereka.
Jujur mata Melody mulai sakit saat melihat mereka semua.
"Ugh! Bukan sesuatu yang baik"ujar Melody dengan wajah datar sambio berusaha tak melihat mereka semua dan malah pergi dari sana menuju kembali ke ruang kerjanya
Baru saja masuk ke dalam ruang kerjanya dirinya sudah di sambut oleh Sir Vio, Sir Galon, Serta Sir Candra yang langsung membungkuk ke arah Melody saat dirinya membuka pintu.
Hal tersebut memberikan tanda tanya kepada Melody, kalau di ingat-ingat mereka memang tak ada di depan sana.
"Bagimana sudah selesai?"tanya Melody sambil berjalan ke tempat duduknya.
"Lapor Yang Mulia hamba sudah mencari bunti bahwa Count tidak bersalah"ujar Sir Galon
"Bagus kalau begitu secepatnya buat persidangan untuk Caunt"ujar Melody.
"Baik Yang Mulia"ujar nya dan segsra pergi untuk melakukan tugasnya.
"Bagimana dengan mu Sir Vio apa Marquess mau kembali?"tanya Melody.
__ADS_1
"Yang Mulia saat Marques mendapat surat dari anda beliau begitu bahagia dan berkata sudah tak sabar lagi bertemu dengan anda namun Marques bilang dia butuh beberapa waktu lagi untuk berkemas-kemas"jawan Sir Vio.
Melody yang mendengar itu akhirnya mengangguk paham.
"Berapa lama kira-kira?"tanya Melody lagi.
"1 minggu, beliau itu adalah waktu tercepat dimana dia bisa kembali dengan barang bawaan yang begitu banyak Yang Mulia"jawab Sir Vio kembali.
"Baik, kalau begitu Sir Vio aku akan memperintahkan mu membuat acara penyambutan bagi Marques dan juga tolong kirim tim pengintai untuk memberi tahu jika kalau rombongan Marques sudah akan tiba di Duchy"perintah Melody.
"Baik Yang Mulia"ujar Sir Vio membungkuk dan segera pergi dari sana untuk melakukan pekerjaan nya yang sepertinya sangat merepotkan.
"Dan kamu Sir Candra Bagimana?, sudah ketemu semua bahan nya?, dan juga sudah kamu berikan kepada Viscount?"tanya Melody.
Pertanyaan Melody tersebut membuat Sir Candra tersenyum dan membungkuk.
"Sudah Yang Mulia, dan Viscount sangat senang dan berterima kasih karena perhatian yang di berikan kepada anda, Viscount bahkan berkata bahwa dia akan segera sembuh dan membantu anda Yang Mulia"ujar Sir Candra menyampaikan apa saja yang di katakan Viscount kepadanya walaupun itu cuma intinya saja sih biar sampel katanya.
"Benarkah?, kalau begitu aku akan senang jika dia ingin membantu ku"ujar Melody dengan senyum.
"Kalau begitu tugasmu sudah selesai, tapu aku punya tugas baru untuk mu, bisa kah kamu cari semua anak kecil di Duchy ini tak masalah jika mereka perempuan atau laki-laki, dan juga tolong cari beberapa guru untuk mengajari mereka pendidikan, dan juga bilang ke pada Sir Delice untuk membangun fasilitas yang bernama sekolahan untuk masyarakat Duchy ini"perintah Melody
"Baik Yang Mulia"ujar Sir Candra dan segara pergi dari sana.
Seperginya mereka semua tiba-tiba saja Melody menjadi loyo dan dengan lemas bersandar pada kurisnya.
"Hah~~~, ini sangat melekahkan, bisakah kamu pergi ketempat lain untuk waktu ini Thor aku juga ingin istirahat"ujar nya pasrah sambil melirik Author yang kini sedang mengetik.
Tak ada jawaban tentu saja.
Ok kembali ke keadaan di mana Kekaisaran.
__ADS_1
Sudah setidaknya 2 minggu lebih sejak kematian saudara dari sang Janda Permaisuri 1 hal tersebut ternyata membuat Janda Permaisuri 1 sangat sedih dan murung.