Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 56


__ADS_3

"Kalau seperti itu aku tak akan memgijinkan nya mu pergi"tegas Rexid sambil memalingkan mukanya dengan wajah cemberut.


Enak saja mereka ingin mengirim adiknya pergi ketempat berbahaya tersebut, memang seharusnya dia saja yang jadi Kaisar, kakaknya itu sama sekali tak berguna!.


Melihat kakak nya malah cemberut seperti anak kecil, Melody hanya menghela nafas, kali ini dia benar-benar merasa seperti seorang yang sedang mengasuk bayi, bedannya ini bayi bukan sembarang bayi!.


"Kak jika aku tak pergi lalu siapa yang akan pergi?, apa kakak tega melihat Kekaisaran kita tempat dimana banyaknnya rakyat, manusia untuk hidup, lagi pula Kekaisaran ini juga merupakan harta warisan, peninggalan serta kenang-kenangan dari kedua orang tua kita"ucap Melody dengan berbagai emosi di dalan nya dia benar-benar menghayati kalimat, dan kata demi kata yang keluar sambil sedikit curi-curi pandang ke arah kakaknya berharap bahwa kakak nya itu akan luluh.


Lagi pula di sana di punya hal yang harus di lakukan, dia dengan di dalam 'Dunia Rahasia' banyak hal yabg tersimpan, dia ingin tau apakah di dalam sana juga ada buku tentang alasan kenapa dia masuk ketubuh Melody, walaupun dia menerima kehidupannya yang sejarang bukan berarti dia tak penasaran akan alasannya bisa ada di Dunia ini dan masuk ke dalan tubuh Melody.


Benar saja mata kakaknya itu mulai berkaca-kaca dia seperti nya teringat akan sesuatu, tanpa sadar mulut Melody tersenyum licik sudah dia duga kakaknya itu seorang bayi, iya bayi yang hot, dan punya aura sugara daddy.


"Ini_, tetap saja aku tak ingin kamu pergi ke sana!"teriak Rexid dengan air mata yang menumpuk di matanya sambil memegang kedua pundak Melody.


Melihat kakaknya lagi dia menghela nafas, jika seperti ini dia mungkin tak akan berhasil dan hahya akan terus berdebat dengan kakaknya itu, jadi ayo ikuti saja apa keinginan nya.


"Iya baiklah aku tak akan pergi"ucap Melody dengan senyum di bibirnya.


"Bagus aku senang jika kamu tak pergi ke sana di sana sangat bahaya kamu tau"ucap Rexid dengan girangnnya lantaran dia berhasil membuat adiknya itu untuk tak pergi ke sana dan menurut dengan dirinya.


Semuanya yang melihat senyum lega di bibir Rexid kini memasang wajah datar dalam hati mereka berkata secara serempak.


'Anda sangat bod0h Yang Mulia, apa anda percaya apa yang di katakan oleh Duchess Salvier yang bahkan belum ada lima menit itu berkata bahwa dirinya akan tetap pergi'

__ADS_1


'Memang otak perang'


Sedangkan para Utusan dan Pasukan yang di kirim hanya memasang wajah tanpa ekspresi yah setidaknya mereka semua tak sebod0h Pangeran ke-2 yang hanya tau apa itu perang.


"Baik kakak lebih baik sekarang kamu istirahat"ucap Melody dia berharap kakaknya cepat pergi dan dia akan kabur saat itu juga.


Namun Rexid ternyata tak sebodoh itu dia malah mencengkram tangan Melody erat dan menariknya pergi dari sana masuk ke dalan tandanya.


"Kakak_?"Melody yang di tarik sangat terkejut dengan apa yang terjadi.


"Jangan pergi temani aku di sini, mulai sekarang dalan waktu 24 jam aku akan selalu di sampingmu untuk mengawasimu"ucap Rexid tajam.


Melody yang mendengar itu melebarkan matanya terkejut dia tau kakaknya itu g1la tapi dia sama sekali bahwa dia akan segila ini.


Duduk di ranjangnnya kini Rexid sudah melepss jubahnya begitu pula dengan Melody yang juga sudah melepas jubaj miluknya dan sedang duduk di kuris sambil membaca buku, dia juga harus belajar setidaknya itu untuk pengetahuannya di Dunia ini.


Yah, karena walaupun Melody yang dulu adalah seorang SwordMaster dan Penyihir dia sebenarnya sangat bod0h dalam berpolitik, dan juga dalam bidang lainnya dia hanya tau dasar-dasarnya saja, ya mungkin utu karena bakatnya yang memang dalam hal seperti SwordMaster dan Penyihir saja, entah kenapa memikirkan hal itu Melody yang sekarang merasa Tuhan Maha Adil.


Itu karena Melody yang kaya, punya jabatan tinggi, padai berpedang dan pandai sihir ternyata lemah dalam berfikir.


Sedangkan diri nya dulu cukup pintar dalam belajar tapi ya begitu lah.


Malam kini sudah datang tapi tetap saja kakaknya utu tidak berpaling darinya atau tidak setidaknya dia tidur agar dia bisa kabur?.

__ADS_1


"Kakak kamu tak tidur?, ini sudah malam"ucap Melody rasanya hari ini dia sangat lelah.


Dari tadi dia sama sekali tak boleh keluar dari tendanya sama sekali dan hanya membaca buku strategi militer, politik, dan perekonomian, serta pembangunan daerah wilayah, memang itu cukup menarik untuk di baca tapi kalau seperti ini dia lelah dan bosan juga lama-lama.


"Aku akan tidur sebentar lagi"ucap Rexid dan segera kembali ke pekerjaannya di atas meja.


Melihat itu Melody menghela nafas, sudah tak terhitung berapa kali dia menghela nafas hati ini.


Karena bosan akhirnya Melody memilih untuk memejamkan matanya dia atas tempat tidur yang ada di sana dan tentu saja itu temoat tidur milik Rexid kakaknya, tapi siapa yang perduli akan hal itu biarkan lah kakaknya itu bergadang sampai larut malam maka itu bagus jika saat siang nanti dia akan tidur, dia bisa kabur saat itu juga.


Tak lama kegelapan memasuki matanya dan dia sama sekali sudah tak bisa mendengar apapun yang ada di sekitar nya dia benar-benar sudah terlelap tidur.


Namun saat jam menunjukkan jam 12 malam saat jam berdentang kencang Melody segera membuka matanya karena terkejut dengan dentangan jam tersebut.


Ruangan itu sudah gelap hanya dengan sinar lilin yang remeng-remeng menyinari tenda tersebut, di lijatnya Rexid kakaknya sama sekali sudah tidak ada di meja kerja nya, matanya mencari di mana Rexid berada namun ternyata di sekitar situ tak ada sama sekali.


Dia baru sadar saat dia hendak bangun dari tidur nya dan merasakan sesuatu yang berat dan erat memeluknya erat dari belakang, saat dia melihatnya ternyata itu adakah Rexid yang tidur di kasur yang sama dengan memeluk nya erat seakan takut kehilangan dirinya.


Kalau di ingat lagi hal seperti ini sudah terbiasa terjadi, karena waktu mereka kecil hingga remaja mereka semua 7 bersaudara ini memang sering tidur bersama-sama bahkan hingga usia mereka memasuki usia dewasa yaitu 17 tahun namun saat mereka menjadi lebih dewasa mereka terlalu sibuk akan urusan mereka sendiri sehingga mereka akhirnya pisah kamar, kisah yang cukup mengharukan.


Tapi Melody yang ini merasa risih ok, dia sama sekali tak pernah melakukan hal ini, dan juga dia sudah besar kakaknya juga sudah besar tapi kenapa mereka masih tidur di ranjang yang sama.


Jangan-jangan rumor beberapa waktu lalu yang dia dengar betul adanya, di mana dikatakan bahwa kakak ke-2 nya ini sama sekali belum menerima pendidikan wajib seorang remaja yang memasuki usia dewasa jika benar dia akan menambah list pekerjaan nya.

__ADS_1


__ADS_2