
"Yang Mulia Duke anda pergi lah terlebih dahulu dan serahkan semuanya kepada saya"ujar Sir Alex.
"Heh!, bocah apa kamu meremehkanku?, apa kamu lupa siapa aku ini?, ingat ini nak aku adalah Duke Milian"ucap Duke Milian dengan begitu sombong nya.
Devian yang mendengar hal sombong seperti itu keluar dari mulut ayahnya hanya bisa merasa jijik dia sama sekali tak menyangka bahwa akan memiliki ayah yang begitu narsis sepertinya.
Sir Alex yang di teriaki kini malah tak bisa berkata apa-apa pasalnya apa yang di katakan oleh Duke ada benarnya juga di mana Duke masih lah sangat sehat sehingga satu kali ayunan pedangnya bisa menebas dua sampai tiga musuh, dan satu gerakan darinya bisa menumbangkan 4 musuh sekaligus.
"Hahahahaha!, lihat nak aku sangat hebat"seru Duke Milian.
Sedangkan Devian sendiri kini sudah menutupi wajahnya sifat ayahnya ini akan berubah jika kalau dirinya sudah berurusan dengan pedang dirinya bahkan bertanya-tanya dulu saat kecil sebenarnya.
Sifat yang manakah yang benar, sifat gila seperti sekarang atau sikap yang bijaksana dan tak neko-neko saat dirinya berhadapan dengan pengurursan wilayah.
"Ayah berhentilah bersifat gila aku sangat malu!"teriak Devian sambil menutupi wajahnya.
"Heh, anak kecil bukankah aku juga mirip dengan mu, kau bahkan dulu berpura-pura seperti anak manja agar Duchess Salvier mau membawamu kau pikir ayah mu ini tak tau hah?!"bentak Duke Milian.
"Ayah!, itu berbeda!, aku malakukannya kan karena perintah dari ayah!, dan juga jika aku tak melakukan nya seperti itu apa ayah pikir Duchess Salvier mau membawaku saat itu?!"bantah Devian.
Duke Milian yang mendengar bantahan itu kini hanya mendengus sambil terus membunuh musuh di depannya yang entah sejak kapan mudah mengepung mereka bertiga.
"Huh!, jika saja aku tak datang waktu itu apa kamu pikir Duchess mau tetap membawamu!, jadi tentu saja ayahmu ini memiliki kontribusi terbesar"sombongnya tak mau kalah.
Decikkan lidahnya Devian sangat kesal hingga dirinya kini dengan brutal membunuh banyak sekali orang bahkan dalam sekejap mata 21 orang sudah tewas di tangannya.
Sir Alex dan Duke Milian yang melihat itu cukup terkejut sekaligus merinding di buatnya.
'Apa kah ini kekuatan dari nomer 1?'batin Sir Alex dalam hati meengagumi Devian.
'Bocah itu apa-apaan?, bagiamana dia bisa begitu menyeramkan'batin Duke Milian yang lumayan ngeri dengan mode marah dari anaknya tersebut.
Kalau di ingat lagi dia dengan jelas tau bahwa dulu bahkan pada masa jayanya dia sama sekali tak bisa menumbangkan banyak orang seperti itu dalan waktu singkat tapi anaknya itu ternyata lebih hebat dan kompeten di bandingkan dirinya rasanya dia sangat bangga dan berhasil menjadi seorang ayah.
Devian yang masih saja jengkel dengan ayahnya itu sungguh sangat brutal dan hanya tau bagiamana caranya membunuh.
Seperti saat ini Devian kini menusuk jantung seorang penyetang dan menarik keluar pedangnya namun siapa yang akan menyangka bahwa jantung orang tersebut juga keluar dan bahkan kini menempel di pedang milik Devian.
Adegan barusan cukup membuat semua penyerang begitu ngeri serta waspada terhadap Devian bahkan bebarapa dari mereka kini mundur dan menyerang yang lainnya mereka benar-benar berusaha menghindari bertarung dengan Devian.
__ADS_1
Tapi mereka kira siapa itu Devian?, tentu saja dia tak akan pernah mau melepaskan mereka semua.
Kini pedangnya bersinar itu adalah mana pedang.
Cahaya biru yang berkilau dalam kegelapan malam sangat indah.
Matanya yang sebiru lautan kini juga memiliki sinar aneh di itu bukan kekuatan atau apa hanya saja itu adalah hasrat.
Dengan bersungguh-sungguh kini Devian mulai mengayunkan pedangnya.
Syuttt~~~
Sringgg~~~
Setiap ayunan pedangnya kini menciptakan gelombang mana yang membuat semua penyerang kini terpental jauh bahkan bebarapa dari mereka ada yang langsung mati akibat terbentur batu serta tertusuk dahan pohon yang tajam
"Arghh!!"
Bruk!
Brak!
Tak!
"Ugh!"
Ini bukan kekuatan penuh hanya saja Devian bisa memastikan bahkan kekuatan dengan takaran segini saja sudah cukup untuk membuat mereka semua mati di tangannya.
Devian kini benar-benar menggila satu orang pun tak ada yang dia biarkan lolos dari pandanganya.
Bahkan kini Sir Alex dan Duke Milian serta bebarapa dari mereka yang masih hidup kini kehilangan lawan mereka semuanya benar-benar di tarik kearah Devian.
Yah bahkan jika mereka para penyerang tak mau bergerak kearah Devian semua itu percuma saja karena pada saat itu Devian sudah mengaktifkan dominannya di mana dominanya berkekuatan untuk menarik lawan di bawah kekuatannya sesuai akan target yang dia inginkan.
Selain iti area dominan nya juga memberikan penekanan yang cukup juat sehingga membuat para penyerang tak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa pasrah menunggu kematian mereka semua.
Tentu saja semua itu hanya berlaku bagi mereka yang kekuatan serta kemampuannya berada di bawah Devian.
Benar saja dalam bebarapa detik Devian tiba-tiba bergerak dengan sangat cepat.
__ADS_1
Slammm!!
Splass~~~
Gelundungg~~~
Tak!
Dan dalam waktu itu juga sekitar 50 penyerang langsung mati di tangannya.
Seluruh tubuhnya benar-benar ternoda akan darah bahkan wajah tampan, manis , dan imutnya juga ternoda akan darah yang menyebar ke seluruh wajahnya.
Dengan santai Devian mengelap semua darah di wajahnya dengan sapu tangannya
Sedangkan semua orang yang menonton gaya bertarung Devian hanya bisa melongo sambil membuka mulut mereka terkejut dan kagum akan apa yang mereka lihat.
Bahkan Duke Milian sebagai ayah Devian tanpa sadar bertepuk tangan seakan-akan dirinya menonton sebuah pertunjukan yang sangat apik.
"Wow" sebuah suara kini terdengar dari suasana yang hening itu suara tersebut berasal dari salah satu Prajurit yang ikut dengan mereka.
Mereka baru pertama kali ini melihat cara bertarung Devian yang terkesan sangat simpel dan sederhana.
"Apa yang kalian lakukan?, apa kalian tak ingin melanjutkan perjalanan?, atau kalian ingin tetap di sini menunggu diri kalian di kepung oleh kawanan binatang buas yang mencium bau darah?"tanya Devian tiba-tiba.
Mendengar apa yang di katakan oleh Devian barulah semuanya kini sadar dan Duke Milian segara saja memberi perintah untuk melanjutkan perjalanan.
"Ah kamu benar nak, ayo semuanya segera saja berkemas dan tinggalkan saja semua barang-barang kalian yang terkena darah!, ayo cepat jangan berlama-lama di sini!"teriak Duke Milian memberi instruksi kepada semuanya.
"Ya ayo cepat"
"Cepat kawan-kawan"
"Si4l!, bisa kah kamu lebih cepat bung aku tak mau jadi santapan binatang buas!"
"Lepaskan bajumu itu penuh darah"
Semuanya kini berramai-ramai memberekan semua barang-barang mereka.
Devian sendiri kini membuka jubah Kesatria nya, dia tau bahwa itu memang harus di buang tapi jubah yang dia pakai adalah kesayanganya sehingga Devian melakukan sihir di tempat dan dalam sekejap mata semua darah yang menempel di tubuh serta pakaian nya hilang.
__ADS_1
Dan untuk sapu tangan dia membuangnya sembarangan dia sama sekali tak membutuhkannya lagi pula dia punya banyak di rumah dengan jenis yang sama.