
"Ah!"
"Ah!"
Pada taraf ini akhirnya Melody dan Kaisar menyadari sebuah kesalahan bahwa Melody masih menjadi seotang Kaisar.
"Ehem!, sepertinya masalah lepas status itu tak perlu biarkan saja Melody memegang jabatan itu itung-itung dia bisa membantuku"ujat Kaisar canggung.
Yang tentu saja langsung mendapat tatapan tajam dari Melody.
"Tak mau!, pokoknya di pesta ini aku harus lepas dari jabatan konyol itu!"ujar Melody mengerutkan bibirnya imut.
Tak lama suara tawa kini bergema, sedengakan mereka yang sama sekali tak memahami apa yang di bicarakan oleh mereka semua hanya bisa diam saja sambil mencerna situasi.
Dan berbeda lagi dengan Rexid yang kini kalah plonga-plongo seperti orang bod0h dia merasa di boh0ngi saat itu juga otak perangnya itu baru memahami hal yang sedang di bicarakan di depan nya.
Ok baiklah Rexid benar-benar marah, Sir Galib yang tau bahwa Pangeran yang dia layani sedang marah kini hanya bisa diam dalam hati dia berkata.
'Hey!, ada apa dengan wajahmu hemm?, bukan kamu saja yang merasakan hal itu!'
Sedangkan Sir Gio juga mengucapkan kata yang sama persis dengan Sir Galib saat melihat wajah Pangeran Rexid hanya saja kata 'si4lan!'ikut di akhir kalimat tersebut.
"Jadi langsung ke intinya saja, kalian ingin aku menghukum Janda Permaisuri 1 dengan hukuman ku sendiri?"tanya Melody yang kini sudah menghilangkan aura nya bahkan dirinya kini sudah kembali normal.
Sudah tak ada lagi hal sombong pada dirinya sendiri itu.
"Ya benar sekalia Yang Mulia Duchess, jadi apa anda bersedia?"tahya Devian menatap Melody.
Sudut mulut Melody tiba-tiba saja naik keatas membentuk seringan, manatap balik Devian dia mengucapkan sebuah kalimat.
"Tentu saj aku mau, orang bod0h mana yang akan melepaskan hal yang begitu baik ini hmm?"ujarnya Melody.
Siapa sangka bahwa hal tersebut menarik perhatian Duke Milian apa lagi saat keduanya kini saling melempar seringan masih-masing sambil masih saja bertatapan.
"Baiklah jadi kita sudah sepakat bukan?"tanya Kaisar.
"Ya tentu saja"ujar Melody.
"Baik dik rencananya akan di mulai saat pesta nanti jadi bersiaplah"ujar Putri Rosalina dengan senyum.
"Aku juga ingin pamit untuk melihat suami ku yang saat ini sedang pingsan aku permisi semuanya"ujarnya lagi.
__ADS_1
Semua orang kini mengangguk sebagai jawaban.
Sir Gio yang tadi menahan nafas saat ada Putri Roselina kini bisa bernafas lega.
Namun tanpa di sadari siapa pun sebelum Putri Roselina pergi dia sempat melihat ke belakang tepatnya kearah Sir Gio, ada tatapan sendu, rindu dan juga sedih dalam tatapan nya itu.
Yah hal tersebut memang tak di sadari oleh siapa pun namun Devian yang memang berhadapan dengan pintu rungan tersebut kini mengangkat satu alisnya mekihat tatapan Putri Roselina yang di lantaran kepada Sir Gio.
Melody yang melihat gerakan aneh oada Devian kini memiringkan sedikit kepalanya.
Dan dirinya mengikuti arah pandang Devian seketika dia paham dan dalam hati dia menjerit.
'Drama apa lagi ini!'
Tapi tentu saja dia tau.
"Baiklah sampai di sini saja pesta sudah di mulai dari tadi jadi sebaiknya kita cepat keluar"ujar Pangeran Arsen.
"Baiklah kalau begitu aku pamit pergi semuanya"ujar Melody bangun dari duduknya dan melambaikan tangan kepada mereka semua.
Siapa sangka bahaa Devian juga ikut berdiri dan merapihkan jubahnya.
Hal tersebut tentu saja membawa tanda tanya bagi semuanya kecuali Melody dan kedua 'Sir'
"Kemana lagi tentu saja ikut dengan Duchess, aku kan Kesatria Duchy Salvier sekarang"ujar Devian bingung dengan pertanyaan Pangeran Rexid.
"Ah!, begitu ya, tapi dari kapan?"tanya Rexid.
"Anda tak tau Yang Mulia baru kemarin saya mengurus berkas-berkasnya, bahkan sepertinya anda yang menandatangani hal tersebut bukan?"tanya Devian lebih bingung lagi.
Akhirnya kini Rexid ingat akan hal tersebut, ya memang benar bahwa Rexid lah yang mnegurus tentang militer serta Para Kesatria.
"Ah aku lupa"ujarnya seperti orang bod0h.
Orang yang ada di dalam sana hanya bisa menggelengkan kepala mereka dan tersenyum tipis.
Akhirnya Devian mengejar Melody dan mulai mengawalnya.
"Yang Mulia kita sudah lama tak bertemu bagaimana kabar mu selama ini?, apa kamu tidur dengan nyeyak dan makan dengan baik?"tanya Devian yang seperri ejekan.
Pasalnya Devian tau dengan betul sebanyak apa pekerjaan sebagai Duchess yang sudab bertumpuk di dalam sana.
__ADS_1
"Kau_!"mendapat pertanyaan seperti itu cukup membuat Melody kesal ingin rasanya dia menendang Devian sekarang juga.
Devian yang melihat Melody menahan amarahnya cukup puas.
Dan dirinya kini rersenyum.
"Hey! Kau, sebenarnya memiliki berapa wajah sih?"tanya Melody yang kesal akan Devian.
"Tentu saja satu, siapa lagi di Dunia ini yang punya wajah tampan sekaligus cantik sepertiku ini"ujar Devian percaya diri.
Hal tersebut rupanya mampu membuat Sir Gio merinding di buatnya.
"Ugh!, aku baru sadar jikau bahkan lebih parah dari ku kadar kenarsisannya"ujar Melody yang kesabarannya hampir habis.
"Jadi Yang Mulia baru sadar?"ujar Devian dengan tawa kecilnya.
Rasanya menyenangkan bisa menggoda Melody menurut, hal tersebut mungkin karena di antara kenalannya Melody lah satu-satunya yang seumuran dengan nya walaupun mereka berjarak beberapa bulan.
"Si4l!"umpat Melody lirih yang masih bisa di dengar oleh Devian.
Akhirnya mini mereka sudah sampai di aula perjamuan segera saja mereka bergaul dengan yang lainnya.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan?"tanya Melody ke pada ke 3 Kesatria nya.
Yang hanya di jawab gelangan oleh mereka, sebab mereka juga tak tau apa yang harus mereka lakukan.
Jangan tanya kenapa itu semua karena Devian dan Galib adalah seseorang yang tumbuh di medan perang dan Gio?, dia tak suka pesta makanya dia sama sekali tak minat ikut waktu itu.
Jadi dengan kata lain mereka semua noob dalan bergaul di pesta seperti ini.
"Yang Mulia ku rasa akan lebih baik jika anda bertanya bagaimana caranya berperang"ujar Sir Galin serius.
"Aku setuju dengan Sir Galib akan bagus jika anda bertanya hal itu saja"ujar Devian.
Melody yang mendengar perkataan mereka berdua hanya bisa diam tak bisa berkata-kata dia lupa bahwa kedua manusia itu adalah orang yang tumbuh di medan perang jadi skill sosialisasi mereka ssbanranya adalah 0 besar!.
Kini mereka semua secara serempak menatap Sir Gio, Sir Gio yang merasa di perhatikan balik melihat mereka semua.
"Apa?"tanyanya bingung.
Namun akhirnya dia menghela nafas dan berkata.
__ADS_1
"Yang Mulia jika kamu bertanya bagaimana caranya bermalas-malasan dan mengumpat aku jagonya"