Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 75


__ADS_3

Di sana dia bisa melihat bahwa para Kesatria dan Prajurit berlari kearahnya dengan wajah khawatir, melihat hal tersebut Devian hanya memiliki wajah datar.


'Si4l!, apa lagi yang membuat mereka seperti ini?'batinnya kesal.


Kalau tak salah ini semua terjadi saat pertama kali dia datang dimana pada waktu itu.


Flashback On.


Devian yang baru saja sampai di samping hutan monster segera saja pergi ke arah tenda milik Rexid.


"Yang Mulia Pangeran ke 2 Rexid Van BlueMoon"ucap Devian sambil membungkuk hormat kepada Rexid.


"Oh, kamu sudah kembali?"tanya Rexid yang sudah tau kemana perginya Rexid.


"Ya Yang Mulia"jawab Devian.


"Hey nak jangan terlalu kaku terhadapku kamu bahkan masih lebih muda dari pada adik ku jadi santai lah sedikit ok"ucap Rexid sambil tersenyum dan merangkul Devian.


Di sana kebetulan sedang diadakan sebuah rapat sehingga Sir Alex, Sir Delice, Sir Galib, Sir Galon, ada di sana.


Tentu saja semuanya tak terkejut tapi bagaimana dengan Sir Galon yang berhati lembut itu?, pecinta anak-anak dia mulia bertanya-tanya seberapa muda umur dari Sir Devian.


"Maaf Yang Mulia kalau boleh tau berapa umur Sir Devian?"tanya nya sopan.


"Hey, kau juga tak perlu terlalu sopan jika hanya kita di sini, umurnya 17 tahun"jawab Rexid.


Sontak saja Sir Galon yang mendengar itu jadi iba dan memiliki air mata di pelupuk matanya, dia berfikir bagaimana mungkin seorang remaja yang bahkab belum menginjak umur 20 tahun sudah pergi ke medan perang?.


Apa lagi saat dirinya mendengar fakta-fakta yang keluar dari mulut ember Pangeran Rexid bahwa ternyata Devian sudah terjun ke medan perang 11 tahun yang lalu di mana yang berarti sudah sejak usia anak-anak membuat hati lembut Sir Galon merasa sakit


Dan sejak hari itu dimana pun dan kapan pun Sir Galon bertemu dengan Sir Devian dia akan selalu memberikan perhatian, karena dia tau bahwa Sir Devian pasti tak pernah mendapatkan kasih sayang, walaupun itu terlambat tapi tak apa-apa kan.

__ADS_1


Karena dia yakin selama ini Devian pasti mengalami kesulitan dan pasti terkadang berfikir 'seandainya ada yang mau mengelus kepala ku, walaupun hanya sebentar saja'


Tapi tentu saja itu hanya imajinasi Sir Galon karena pada hakikatnya Sir Devian merasa risih namun tetap saja Sir Galon sama sekali tak tau bahwa Devian jelas-jelas sangat risih.


Dan karena hal itu pula para Prajurit jadi tau berapa umur Devian, walaupun ada dari mereka yang tau tapi itu hanya mereka yang memang bekerja dekat dengan Devian selebihnya mereka hanya berfikir Devian berumur 20 tahun.


Dan saat mendengar hal tersebut kini mereka sadar abhwa wajah Devian memang lebih muda dari pria 20 tahun hanya saja tubuh nya yang tinggi 180 cm lebih membuatnya di kira berumur 20 tahun.


Flashback Off.


"Devian kamu tak apa kan?"


"Sir kamu baik-baik saja"


Tanya mereka semua segera mengerumuni Devian.


Devian yang merasa risih segera bangun dan menyibak  rambutnya dengan kesal.


Namun dengan penampilan penuh darah itu apa Devian pikir mereka semua akan percaya.


"Ya Tuhan apa yang terjadi?!"


"Dia pasti terluka parah, medis ayo cepat kesini!!"


"Dimana anggota medis!"


Teriak mereka heboh, Devian yang melihat itu mendecikkan lidahnya sebelum kembali duduk di depan monster dan kembali mengambil hal-hal berharga di tubuh monster tersebut.


Yah, setidak nya ada yang lumayan waras itu adalah Sir Delice yang hanya berjongkok di sampingan dengan wajah datar.


Dia memang berlari kearahnya tapi itu bukan khawatir dia mati tapi khawatir kalau Duchy Salvier akan kehilangan seorang kesatria berbakat, karena menurutnya jika Devian hilang dia akan banyak kerjaan dan juga Yang Mulianya itu akan sangat lelah juga mengerjakan berkas-berkas yang menumpuk.

__ADS_1


"Hey, jangan mati"ucap Delice dengan wajah datar.


"Siapa yang mau mati!"teriak Devian kesal.


"Oh baguslah, lebih baik sekarang kamu menyuruh mereka untuk memindahkan mayat monster yang berguna kemarkas saja"ujar Delice sambil menunjuk ke arah Parajurit dan Kesatria lainnya yabg sedang berterik memanggil-manggil medis.


"Sebentar lagi burung itu akan datang dan memakan semua tubuh monster ini"ujar Delice lagi menunjuk atas langit dimana dari kejauhan siapa saja bisa melihat kalau para burung itu memenag sedang terbang kearah pertempuran mereka.


Devian yang mengerti hanya berwajah datar dan mengangguk.


Kemudia dia mulai bangun dari duduknya dan menyuruh para Prajurit serta Kesatria membawa mayat-mayat monster yang berguna kearah markas.


Di sisi lain kini Melody sudah ada di atas kapal, mereka berhasil untuk masuk kedalam kota pelabuhan berkat bantuan dari kenalan paman Wage yang ternyata seorang keamanan di sana, dan mereka juga berhasil menaiki kapal berkat kenalan paman Wage juga yang ternyata seorang penjelajah.


Dan para kenalan paman Wage itu sangat senang bahwa mereka akan menjelajah ketempat yang amat jauh, mereka bahkan dengan senang hati mau menemani Melody dan Paman Wage sampai mereka tiba di kutub utara.


"Paman aku tak tau kalau kamu ternyata memiliki banyak kenalan, kalau begini caranya kita bisa sampai dengan lebih cepat"ucap Melody senang.


"Sebenarnya aku juga tak menyangka bahwa mereka mau menemani kita hingga kekutub utara aku kira setidaknya mereka hanya mau menemani kita sampai Serawak"ujar paman Wage yang juga tak menyangka.


"Baik lah paman aku pergi dulu ini sudah saat nya untuk gantian ku yang memainkan laju kapal karena sepertinya angin di sini tidak terlalu besar"ujar Melody dan segera pergi untuk melalukan sihir angin.


Dan benar saja berkat Melody tak lama kemudian aingin tertiup dengan kencang dan berlayar berkali-kali lipat lebih cepat dari pada yang sehatusnya, kapal itu kini bergerak dengan tak normal menuju secara lurus ke utara.


Sudah setidaknya berapa lama mereka ada di lautan tapi Melody bisa pastikan mingkin mereka sudah sampai di sekitar Hong Kong dia tak tau pastinya di maba tapi sepertinya mereka baru saja memasuki wilayah Dinasti China pada masa itu.


Dan tentu saja Melody tak berniat untuk mendarat di pelabuhan mereka, karena itu pasti akan merepotkan, karena jika itu tahun ini maka China masih memiliki banyak Pendekar dan dia tak mau berurusan dengan mereka semuanya rasanya merepotkan.


"Nak apa kita akan mengisi makanan kita di sana"tanya seseorang awak kapal menuju kearah Mepody yang masih saja menjalan kan sihir aingin.


"Tak usah paman aku masih memiliki cukup banyak persediaan hingga kita sampai di sekitar Beijing"ucap Melody.

__ADS_1


Dia tak tau namanya apa tapi di masa depan itu diberi nama Beijing terserah zaman ini namanya apa dia tak perduli lagi pula makanan yang menumpuk seperti gunung di penyimpanan nya itu bahkan jika mereka tak mencari makanan hingga puluhan ribu tahun dia yakin mereka tak akan kekurangan apa pun!.


__ADS_2