
Hari itu menjadi hari yang cukup berkesan bagi Melody yaitu makan bersama seorang paman di tengah-tengah mayat Monster sambil menikmati matahari yang sebentar lagi akan tenggelap di atas sana.
"Paman rasanya aku sangat senang, tapi paman sebenarnya ada satu hal yang menjanggal di sini dari tadi"ucap Melody dia ragu harus mengatakan nya atau tidak.
"Apa itu Yang Mulia"ucap sang Prajurit dia sama sekali belum paham akan kondisi.
"Tidak jadi"putus Melody pada akhirnya biarkan paman di sampingnnya ini sadar ssndiri, dia tak perlu mengatakan nya lagi pula dia tak gila hormat atau yang lain nya.
Hal itu membuat paman di sampingnnya menatap nya dengan bingung dengan tanda tanya di kepala nya.
???
"Tapi Yang Mulia mungkin gelombang selanjutnya bukan 5 jam bisa saja itu menjadi 10 jam bahkan bisa lebih dari itu"ucap sang paman yang membuat Melody menatap ke arah nya.
"Kenapa begitu?"tanya Melody.
"Itu karena ada bebarapa hal yang harus di perhatikan contohnya burung-burung yang ada di sana"ucap sang paman menunjuk burung-burung kini berkicauan di atas dahan.
Melody hanya memiringkan kepala nya sama sekali tak paham akan apa yang di katakan sang paman di sampingnnya.
"Burung itu bukan burung biasa itu salah satu jenis monster sebenarnya hanya saja karena tak berbahaya mereka jadi tak di buru, biasanya mereka akan pergi saat akan ada gelombang monster atau bahkan mengungsi 10 jam lebih cepat karena mereka akan terbang sejauh-jauh nya untuk menghindari gelombang monster yang terjadi, namun saat ini mereka masih di sini dan dengan santai memakan daging beberapa monster"jelas sang paman.
"Jadi mungkin saja gelombang ke 3 tak akan datang dengan cepat"ucap sang paman lagi sambil menyuapkan makanan lagi ke dalam mulut nya.
Melody yang mendengar itu cukup tersentak.
"Paman kalau boleh tau siapa nama paman?"tanya nya.
"Sebenarnya ini tak penting sama sekali, tapi akan ku beritahu namu ku adalah Turbo, nama itu memang aneh orang tua ku memberikan nama itu agar aku menjadi orang yang cepat"jelas nya.
Arti nama itu membuat Melody terdiam, dia tak menyangka bahwa seseorang yang di beri nama Turbo ini malah menjadi lambat kinerja otak nya, kini rasanya Melody kasian kapada orang tuanya bahwa harapan mereka pupus, karena nyatanya orang ini lambat dalam berfikir.
"Ada apa Yang Mulia apa ada yang salah?"ucap Turbo bingung.
"Tak apa-apa"elak Melody tak mungkin dia akan mengatakan yang sebenarnya bisa-bisa paman di depan nya ini akan sedih lagi.
Turbo entah kenapa dia seperti familiar akan nama nya kalau tak salah itu nama yang ada di berkas belum nama itu, kalau tak salah di menjabat sebagai.
"Kepala Prajurit?"tebak Melody.
__ADS_1
"Ya Yang Mulia kenapa anda memanggil saya?"jawab paman tersebut dengan bingung.
"Jadi aku benar ya?"ucap Melody lagi.
Tunggu sebentar paman ini adalah Kepala Prajurit itu berarti bahwa paman ini memiliki banyak pengalaman memburu para monster bukan?, apa lagi riwayat pekerjjan nya waktu itu tertulis bahwa dia sudah bergabung sejak usia 19 tahun dan sudah 25 tahun sejak diri nya bergabung, artinya paman di depan nya ini pasti memiliki banyak pengalaman dari pada diri nya sendiri.
Mungkin dia harus mempertimbangkan nya sedikit.
"Paman aku akan kembali ke tenda"ucap Melody tiba-tiba.
"Ah!, Yang Mulia sudah lelah ya, lebih baik anda memang tidur tak baik begadang untuk anak seusia Yang Mulia dan apa lagi Yang Mulia perempuan"ucap paman itu.
"Iya paman"ucap Melody tanpa sadar paman tersebut mengacak rambutnya.
Awalnya Melody terkejut namun pada akhirnya dia menikmatinya juga, rasanya saat ini Melody bisa merasakan abjwa ekor rubah nya bergoyang-goyang.
"Baik paman aku pergi dulu, dah~"ucap nya melambai kan tangan.
"Sampai jumpa lagi Yang Mulia"sang paman pun juga membakas lambaian tangan tersebut.
Tanpa menyadari bahwa tak jauh dari sana di balik batu yabg besar ada sekitar 5 pria dewasa yabg seumuran dengan paman itu kini memperhatikan interaksi mereka berdua dengan hati yang ketar-ketir.
"Apa dia tak tau batasan antar bawahan dan atasan"yang satu nya lagi sama juga gemetar, atau lebih tepatnya semua nya gemetaran tubuhnya.
Mereka sama sekali tak menyangka bahwa Turbo sama sekali tak merasa canggung atau bahwa bersikap formal kepada penguasa wilayah itu sendiri.
Setelah kepergian Melody mereka ber-5 segera berlari ke arah Turbo dengan cemas.
"Turbo!"
"Turbo!, kamu baik-baik saja!?"
"Trubo!"
"Aku hampir gila!"
"Si4l kamu gila seluruh keluargamu gila!"
Teriak mereka semua mengkhawatirkan keselamatan teman nya itu, sedangkan yang di teriaki dan di umpati sama sekali tak tau apa-apa dan menatap bingung ke arah semua teman-teman nya yang berlari ke arah nya bahkan sambil terjatuh-jatuh.
__ADS_1
Hosh!
Hosh!
Hah!
Host!~
"Ini melelahkan"seru salah satu dari mereka.
Setelah cukup memgmbil nafas baru lah salah satu dari mereka mengguncang bahu Turbo dengan kuat.
"Turbo!, apa kamu tak apa?"tanya nya penuh akan kecemasan.
Sedangkan Turbo sendiri kini merasa pusing dan mual karena diguncang terlalu keras.
"Hey, bajing4n jangan seperti itu!, jika kamu mengguncangkan bagaimana dia bisa menjawab pertanyaan mu!"teriak salah satu dari mereka memperingatkan teman nya agar berhwntu mengguncang Turbo terlalu keras.
Sadar akan kesalahan nya dia langsung melepaskan tangannya sambil berteriak dengan kecang.
"Maaafff!!!"
Namun siapa sangka bahwa Turbo yang sudah terlanjur sempoyongan itu malah terjatuh, rasanya saat ini di atas kelapa Turbo ada banyak bintang dan burung yang berputar-putar.
"Lihatlah apa yang sudah kamu lakukan!"teriak salah satu dari mereka lagi sambil menunujuk dan menyalahkan teman nya.
"Aku tak sengaja sungguh!, aku terlalu gugup!"teriaknya frustasi kini dia berjongkok di samping Turbo dan betusaha membuat teman nya itu sadar.
Menggoyangkan tubuh Turbo pelan berharap bahwa dia akan bangun namun nyata nya itu sama sekali tak berhasil hingga membuatnya kesal kini bahkan wajah nya sudah tidak enak di pandang sama sekali.
"Bangun Turbo bangs4t!"
Bugh!
Satu pukulan di layangkan oleh nya ke wajah Turbo yang masih saja memeiliki bintang yang berputar di kepalanya.
Keempat teman nya yang lain nya yang melihat itu terkejut bukan main bahkan ada beberapa dari mereka yang merasa bahwa nyawa mereka melayang.
"Akhhh!!, apa yang kau lakukan?!, apa aku ingin membunuh nya!!"teriak salah satu dari mereka yang sudah mencapai batas kesabaran nya.
__ADS_1