
Rexid yang mendapat kabar bahwa dirinya di suruh untuk kembali dengan cepat ke istana Kekaisaran segara saja memancu kudanya.
Sementara itu Devian dan Melody memancu kuda mereka dengan cepat ke perbatasan Duchy hingga akhirnya kini mereka sudah melewati Duchy sebuah portal teleportasi yang sengaja di buat oleh Melody kini muncul di depan mereka.
Kurang dari 5 detik mereka akan mencapai portal sebuah kuda hitam segera saja menjajarkan diri dengan mereka, sang penunggang tak lain dan tak bukan adalah Rexid Van BlueMoon.
Hingga akhirnya mereka bertiga masuk secara bersamaan kedalam portal tersebut, semasuknya mereka kini portal mulai menutup dan menghilang tanpa jejak.
Sebuah portal teleportasi kini tercipta di depan gerbang Ibu kota Kekaisaran.
Para Penjaga gerbang ibu kota menjadi waspada namun itu hanya sebentar sebelum sosok yang muncul dari portal tersebut mengendurkan sikap waspada mereka.
Ketiganya kini telah muncul di depan gerbang ibu kota Kekaisaran.
Kini mereka menatap kearah gerbang di depan gerbang banyak sekali antrian yang sedang mengantri untuk masuk ke dalam ibu kota entah itu hanya sekedar untuk berjalan-jalan atau pun untuk berbisnis tentu saja banyak dari mereka yang datang dengan tujuan berbisnis ibu kota ini tempat atau pusat perekonomian Kekaisaran.
Selain itu di ibu kota juga banyak koneksi-koneksi yang sangat bermanfaat bagi mereka pada pedagang.
Sangat beruntung bagi mereka para pedagang jika bisa berkenalan dengan seorang bangsawan apa lagi jika itu adalah bangsawan tingkat tinggi.
Menatap antrian dengan tatapan datar.
"Lama"celetusnya yang mengundang perhatian dua pria yang ada di samping kiri dan kanan nya.
"Memang lama tapi kita tak akan lewat sana tapi lewat sana"ujar Rexid yang menunjuk pintu lain.
Kepala Devian dan Melody pun mengikuti arah gerakan tangan yang di tunjukan oleh Rexid dan di sana kini mereka melihat sebuah pintu yang tak terlalu besar tak juga terlalu kecil tapi sepertinya cukup jika di masuki kereta kuda Kekaisaran.
Namun boleh jujur kalau gerbang itu jelas lebih mewag dari pada gerbang utama.
Bersiul~
Melody cukup mengagumi desain dari pintu tersebut dia berfikir bahwa keluarga Kekaisaran ternyata memiliki selera yang bagus.
__ADS_1
"Sangat bagus bukan?, itu Janda Permaisuri ke 2 yang mendisain nya"jelas Rexid.
Decak kekaguman kini keluar dari mulut Melody dia tak menyangka bahwa Janda Permaisuri ke 2 begitu berbakat.
"Menakjubkan bukan jarang orang tau bahwa yang mendesain itu adalah Janda Permaisuri ke 2 jadi tak heran jika kamu juga baru tau sekarang, kalau tak salah itu bahkan di buat sebelum kamu lahir"ujar Rexid tertawa.
"Tidak aku tau, ibuku menceritakannya"jawab Devian.
"Kamu tau!, kenapa tidak memberi tahu ku?"ujar Melody sedikit tak terima.
"Kau tidak bertanya"jawab Devian seadaanya dengan wajah datarnya.
Sementara itu di antara pertengkaran keduanya Rexid hanya menatap pintu itu dengan penuh kenangan, dia ingat bahwa sudah lama dirinya tak menatap dengan khimat ibu kota Kekaisaran itu.
Waktu itu dia sama sekali tidak bisa menikmati sekitar karena urusan di Istana begitu mendesak.
Sehingga dengan perlahan Rexid mengarahkan kudanya kearah pintu tersebut meninggalkan keduanya yang masih saja sibuk bertengkar.
Melody yang pertama sadar kalau sudah di tinggal oleh kakaknya kini menatap Deviab penuh tuduhan.
Devian sendiri yang di salahkan kini juga berwajah kesal, dia tak habis fikir dengan tuduhan tak berdasar barusan jelas-jelas Melody lah yang mengajaknya bertengkar tapi kenapa dirinya yang salah?, sungguh tak adil.
Mendengus!, cukup keras!
Sebelum akhirnya mengikuti keduanya ke pintu tersebut.
Penjaga yang berjaga di pintu tersebut saat melihat Pangeran Rexid langsung saja memiliki sikap tegap di mana tadinya mereka loyo bahkan tertidur sambil berdiri
Saat Rexid dan Melody di depan mereka mereka langsung saja dengan sigap membuka pintu tersebut dan membungkuk kepada keduanya.
Setelah ketiganya masuk dengan cepat Penjaga tersebut kenutup gerbang dan kembali keadaan semula yang loyo dan dengan kantuk yang datang menyerang salah satu dari mereka.
"Aku cukup penasaran akan hal ini, sebenarnya ada apa kamu menyuruhku untuk kembali secepatnya ke Istana, dan apakah ada acara yang harus ku hadiri?"tanya Rexid bingung.
__ADS_1
Pasalnya saat ini jujur saja ibu Kota lebih ramai bahkan sampai berdesak-desakan tak seperti biasanya sehingga Rexid berfikir bahwa hari ini ada acara perayaan atau perjamuan yang begitu megah.
"Kak, apa surat dari Istana tak sampai kepada mu?"tanya Melody.
"Surat?, ah! Aku ingat pagi ini ada seseorang Prajurit yang datang dan memberikanku surat itu dia berkata bahwa dia Prajurit yang di utus langsung oleh Istana dan dia bilang kalau surat itu penting tapi aku belum membacanya sama sekali karena aku sibuk dan malas"ujarnya dengan wajah tanpa minat
Reaksi Melody \= –_–
Sedangkan Devian kini masih sama dengan wajah datarnya sejujurnya dia cukup ingin tau tapi rasa gengsi membuatnya tak sanggup untuk bertanya.
"Hari ini Ibu mu akan di Eksekutsi"ujar Melody memberi tahu kebenarannya.
Rexid yang mendengar itu syok dan terkejut dia tak menyang bahwa waktu itu malah di percepat.
Begitu pun dengan Devian yang sama-sama terkejut setaunya itu masih beberapa hari lagi.
"Kenapa?"tanya Rexid sedikit lemah.
"Aku juga tak tau maka dari itu secepatnya kita ke Istana dan bertanya kepada Kaisar bajing4n itu"ucap Melody yang juga sepertinya lumayan kesal.
Segera saja memancu kuda nya dengan cepat ke Istana, sedangkan semua warga yang melihat warna rambut Melody dan Rexid segera saja memberi mereka jalan.
Devian dan Rexid segera terbangun dari rasa syoknya saat mereka mendengar suara kuda Melody yang cukup keras untuk membangunkan mereka.
Segera saja keduanya saling pandang dan mengangguk sebeluk ikut memancu kuda mereka di belakang Melody.
Tak seperti biasanya yang di mana gerbang Istana selalu rertutup dan tak boleh untuk umum kini terbuka dengan lebar dan di penuhi oleh para rakyat Kekaisaran untuk menyaksikan eksekutsi yang akan terjadi sekitar 3 atau 5 jam lagi.
Seperti apa yang di tuliskan sebelumnya bahkan keramaian yang ada tak menghambat mereka sehingga mereka bisa dengan lancar pergi ke Istana Kaisar, tentu saja hendak ke sana pun mereka harus melewati gerbang yang di jaga dengan ketat oleh para Kesatria tingkat atas.
Tapi tentu saja itu bukan hambatan bagi mereka.
Dengan mudahnya mereka masuk ke dalam Istana tersebut.
__ADS_1
Sementara itu Kaisar yang mendengar kabar saudaranya datang segera memasang wajah bahagia
"Pelayan cepat siapkan banyak makanan dan hidangan spesial ke sini!"perintahnya semangat.