Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 42


__ADS_3

Mertuanya itu hanya tersenyum dia tau bahwa menantunya kini ingin pulang.


Tersenyum lembut kini dia memegang tangan Rosalina dan mengelusnya lembut.


"Nak, jika kamu ingin pulang minta lah pada suami mu untuk membawamu berkunjung ke Kekaisaran BlueMoon, dia pasti akan menuruti apa mau mu"ucap Mertuanya.


"Benarkah ibu?, tapi aku_"ucap Rosalina takut dia kini meremas gaun nya dia takut bahwa suami nya itu akan melarang nya.


"Tenang saja dia adalah orang yang baik walaupun dia agak kasar"ucap sang mertua sambil tersenyum.


"Baiklah"ucap Rosalina sambil mengangguk.


Kini sudah saat nya untuk perburuan Monster, di perkirakan bahwa itu akan di mulai sebentar lagi, sehingga kini semua pasukan sudah berbaris dengan rapi di barisan masing-masing.


Melody yang notabe nya adalah pemimpin perburuan monster itu kini naik keatas pondium untuk memberikan beberapa kalimat semangat.


Dengan gugup kini Melody naik ke atas pondium, dia sungguh tak mengira akan ada waktunya dan saatnya dia harus berbicara di depan banyak orang, dalam hati dia bergumama untuk menganggap bahwa hal yang terjadi seperti presentasi di hadapan teman satu kelas nya.


Namun tetap saja ini jauh lebih banyak, ugh!, rasanya Melody sangat pusing, mengambil nafas dan menghembuskan nya kini Melody berfikir bahwa dia harus kuat, sehingga dia kini menguatkan hati nya, dan seketika semua kegugupan nyaentah hilang kemana.


"Semuanya aku tau kalian sudah menunggu hari ini bukan?, hari di mana kita akan membantai para monster!, aku hanya ingin kalian hati-hati dan saling membantu satu sama lain jika ada yang kesusahan, dan tolong lindungi Duchy Salvier tempat tinggal kita ini!!!"pidato Melody


"Huaaaaa!!!"teriakan menggema dari semua barisan pasukan, mereka tak menyangka akan mendengar kalimat 'tolong dari atasan mereka yang bisa di katakan sangat langkan.


"Baik kalian siap?!!"teriak Melody lagi.


"Siap!!"teriak semua yang ada bersemangat.


"Baiklah kalau begitu ayo kita pergi!, rebut kemenangan milik bersama!!!"ucap Melody final.

__ADS_1


Mendengar kalimat itu kini semua Prajurit segera berbalik dan menuju tempat pertembura bersama komandan mereka masing-masing.


Delice kini memimpin regu satu, mengangkat pedangya kini dua segera melesat berhadapan langsung dengan banyak nya monster yang datang.


Begitu pun dengan yang lain nya.


Ribuan monster kini keluar dari arah hutan dan berlari ke arah Pasukan.


Pasukan yang melihat para monster datang kini menyiapkan tameng mereka dan mengangkat pedang masing-masing bersiap untuk menangkis dan menyerang.


Kini tameng mereka semua berbenturan dengan para monster seperti adu kekuatan kini para Prajurit dan monster saling mendorong dengan sekuat tenaga.


Perang kini pecah, para Prajurit begitu bagus dalam hal kerja sama sehingga mereka berkerja sama menumbangkan para monster dengan begitu baik.


Delice sendiri kini mengayunkan pedangnya dan menebas semua monster yang datang ke arah nya, dia sangat santai namun dalam hitungan detik ratusan monster telah hilang nyawa di tangan nya.


Berbeda dengan Delice yang santai, Melody sendiri dia sangat brutal, sambil tersenyum menyeramkan Melody menggunakan pedangnya untuk mencokel mata salah satu monster dan barulah dia akan memotong kepala nya.


Kini di sekitar nya benar-benar banyak darah dan organ monster yang berserakan.


Sesekali juga Melody menolong beberapa Prajurit yang terpojok, sebisa mungkin dia ingin mengurangi kerugian rugi banyak itu bukan gayanya sama sekali.


Tanpa berlama-lama kini gelombang pertama segera habis, setelah membunuh monster terakhir kini Melody menatap kembali ke arah Hutan Monster, gelombang barusan bukan apa-apa, karena yang mereka lawan hanya Monster lever 1~10 saja di mana mereka sangat lemah dan tidak memiliki otak.


Dan sebentar lagi monster lever 11~20 akan datang mereka adalah monster dengan tenaga yang kuat namun tidak memiliki otak sama sekali dalam arti lain mereka bod0h.


Moster level 21 ~ 30, adalah Moster yang lemah namun mereka memiliki kecerdasan sehingga mereka lumayan sulit di hadapi.


Monster level 31~60 adalah Monster yang kuat dan cerdas namun tetap saja mereka hanya monster jadi tidak akan lebih cerdas dari manusia.

__ADS_1


Dan yang berbahaya itu level 61~88 mereka monster yang kuat dan memiliki kecerdasan di atas rata-rata mereka sangat menakutkan.


Monster level 89~100 adalah yang paling berbahaya karena mereka biasanya akan terbentuk dari monster yang hidup berkelompok dengan satu pemimpin yang bahkan juga bisa bertarung dan memiliki kekuatan, mereka biasanya akan datang juga bersama monster level 88 ke bawah sebagai budak mereka, dan mereka adalah yang paling sulit.


Memikirkan informasi yang di dapatkan nya barusan membuatnya berfikir bahwa gelombang terakhir adalah pemakaman nya, apa lagi menurut informasi monster juga bisa menjadi master pedang.


Tanah kini bergetar dari getaran nya itu bukan ribuan tapi sekitar jutaan?!.


"8000 ribu, tidak, ini Yang Mulia ada yang tidak benar ini 2 juta monster akan keluar!!"teriak seorang Keaatria yang memiliki kekuatan deteksi.


Melody tau itu, karena nya kini Melody sudah mengeratkan pegangan pedangnya, gerombolan Monster bertanduk kini keluar dari hutan Monster.


Ingin memberi komando hanya saja waktu istirahatnya tak cukup, Prajurit sudah kelelahan karena bertarung barusan, alasannya jelas ini semua karena mereka sudah tak bertarung bertahun-tahun!, walaupun mereka melakukan pelatihan namun tetap saja itu kurang.


"Si4l!"menggertakan giginya kini Melody mengumpat dia tak tau apa yang harus dia lakukan selain menggunakan hal itu untuk membunuh semua monster Yang datang.


Mengangkat pedangnya tinggi kini sinar emas terpancar dari pedangnya.


Wonggg~~~


Wonggg~~~~


Sringg~~


Suara mana heart kini terdengar begitu keras, semua orang kini menatap ke arah Melody di mana kini dia sedang mengumpulkan sebuah kekuatan besar.


"Hiyaa!"mengayunkan pedangnya kearah para monster.


Kini gelombang kejut membuat tanah bergetar serta angin yang tertidup kencang, gelombang itu mengenai para monster yang keluar dari hutan dan siapa yang menyangka abjwa hal tersebut mambu membunuh 2 juta monster itu dalam sekali serang memotong semua tubuh monster jadi dua dalam sekajap mata.

__ADS_1


Delice, dan semua yang ada di buat menganga tak percaya hingga mulut mereka jatuh ke bawa, sedangkan Melody sendiri juga tak kalah terkejut, dalam hati dia mengumpat.


'Si4l!, sebenarnya seberapa kuat Melody yang dulu itu!!!'dia tak menyangka bahwa 60% dari kekuatan di tubuhnya biaa begitu mengerikan dia awalnya hany berfikir bahwa itu bisa memotong barisan pertama setidak nya namun espektasi dan sama dengan realita.


__ADS_2