
Mereka bertiga yang mendengar jawaban dari Sir Gio hanya bisa memutar bola mata mereka malas, rupanya mereka juga bertanya kepada orang yang salah.
Mereka juga tak pernah berfikir bahwa Sir Gio akan dengan bangganya mengatakan hal tersebut ke pada mereka bahwa dia sangat hebat dalam mengumpat dan bermalas-malasan.
Tak heran sih dia memang hebat dalam hal mengumpat tapi kalau dalam hal bermalas-malasan dia masih kalah dari Sir Delice?.
Dan pada taraf seperti ini mereka sadar akan suatu hal bahwa semua orang di pihak mereka tak bisa di andalkan dalam pesta ini.
Dan siapa sangka lagi bahwa ke tiga Sir tersebut segera merapatkan tubuh mereka kearah Melody seakan berkata.
'Yang Mulia kami serahkan semuanya pada anda!, semangat!!"
"Aku tak percaya harus mengandalkan diri sendiri"ujar Melody menghela nafas dia sungguh tak percaya bahwa Sir-sir yang ikut dengan nya itu sungguh tak bisa di andalkan sama sekali.
Kini para bangsawan wanita sedikit berbisik-bisik di sana sebelum salah satu dari mereka mendekati Melody di ikuti yang lain nya, Melody yang tau itu kini bersiap.
Ada dua kemungkinan mereka datang ke padanya bergaul dengan cara baik-baik atau bahkan hanya ingin mengejek.
"Salam Yang Mulia Duchess"salam para wanita bangsawan tersebut ke pada Melody yang di balas dengan senyum oleh Melody.
"Yang Mulia senang rasanya bertemu dengan anda!, anda tau saya adalah penggemar anda!, saya begitu kagum dengan apa yang anda lakukan saat akan menjadi Duchess itu, haissh!, itu luar biasa!, saya bahkan berharap memiliki keberanian yang sama dengan anda Duchess"ujar wanita bangsawan tersebut dengan mata berbinar-binar penuh akan kekaguman.
"Benar sekali Yang Mulia Duchess saya benar-benar tak menyangka bahwa anda begitu hebat dalam pedang"
"Iya bahkan sampai bisa menggores leher Sir Alex"
"Rasanya senang saat melihat wajah terkejut Sir Alex itu aku sungguh puas sekali!"
__ADS_1
Ujar mereka semua, dalam sekejap mata Melody segera saja di kerumuni oleh banyak wanita bangsawan yang bahkan membuat Sir Gio, Sir Galib dan Sir Devian tersingkir begitu saja dari sana.
Mereka bertiga kini bahkan seperti tersisih dan hanya bisa menoton adegan di mana Melody meneteskan air matanya minta tolong dengan wajah canggung dan bersalah.
Alhasil mereka hanya bisa melambai dan tersenyum canggung kearaha Melody sambil bergumam memberi semangat.
"Semangat Yang Mulia"
"Kamu pasti bisa"
"Ayo menang lah dari mereka semua"
Ujar ketiganya layaknya menoton pertandingan gulat.
Melody kini hanya bisa pasrah akan keadaan dan hanya bisa berharap semoga Kaisar Damian segera keluar agar dia bisa terbebas dari mereka semua.
"Benarkah?, aku bahkan tak merasa keren sama sekali pada saat itu"ujar Melody malu-malu dia kini sedang berakting!.
"Yang Mulia apa maksud anda itu sangat keren apa lagi adegan saat anda menendang pedang seorang Prajurit dan membuat pedang tersebut menancap di dinding itu mengagumkan!"ujar salah satu dari mereka dengan antusias.
"Benarkah?, jujur saja saat itu aku tak bisa berfikir apa-apa dan hanya memiliki pemikiran untuk tak menikah saja jadi aku berusaha mengangkat pedang pada saat itu"ujar Melody dengan wajah yang seperti mengatakan.
'Aku juga tak tau bagaimana aku bisa memainkan pedang dengan begitu baik'
Ketiga Sir yang menoton dari jauh hanya bisa menatao datar Melody, mereka sebenarnya tak menyangka bahwa Melody bisa berbaur dengan begitu baik dalam waktu satu menit saja, sungguh luar biasa!
Melody kini bisa berbincang-bincang dengan para wanita bangsawan tanpa anda nya halangan yang berarti.
__ADS_1
'Yah memang sih novel dan dunia nyata itu berbeda, karena setidaknya di dunia nyata mereka masih memiliki pikiran jadi walaupun mereka membenci seseorang namun orang itu ada di pangkat yang lebih tinggi dari dirinya dia sama sekali tak akan menunjukan hal tersebut dan malah akan mencoba mengambil keuntungan dari mereka'
Batin Melody sambil memperhatiakan seorang gadia yang kini memujinya namun dia tau dari matanya bahwa gadis itu memiliki kebencian terhadapnya, qpa harus Melody akui bahwa gadis tersebut begitu berbakat dalam akting?.
Seandainya ini dunianya sudah Melody jual gadis itu ke agensi, dia yakin bahwa dia akan menjadi arti papan atas dengan bakal akting level dewa!
"YANG MULIA KAISAR DAMIAN VAN BLUEMOON, YANG MULIA JANDA PERMAISURI 1 IREN VAN BLUEMOON, YANG MULIA JANDA PERMAISURI 2 CHOLE VAN BLUEMOON, YANG MULIA PANGERAN REXID VAN BLUEMOON, YANG MULIA PANGERAN ARSEN VAN BLUEMOON, YANG MULIA PUTRI ISABELLA VAN BLUEMOON, YANG MULIA PUTRA MAHKOTA ALLAN VAN BLACKVALL, YANG MULIA PUTRI MAHKOTA ROSELINA VAN BLACKVALL, MEMASUKI RUNGAN!!"terikan yang begitu kencang itu kini terdengar di seluruh penjuru aula pesta.
Membuat semua orang yang ada di sana kini menoleh ke arah pintu di mana kini pintu tersebut terbuka dan memperlihatkan mereka semua yang kini sedang masuk dengan sangat berwibawa nya.
Secara serempak semua yang ada di aula tersebut membungkukkan badan mereka memberi salam kepada anggota Kekaisaran yang kini memasuki aula pesta.
Tentu saja hal tersebut tak berlaku bagi Melody dia kini hanya menyeringai sambil mengangkat gelasnya seakan mengajak mereka semua untuk bersulang.
Jangan lupakan kalau dia seorang Kaisar Sementara sekaligus seorang Duchess Salvier, mana mungkin dia mau membungkuk tak akan lagi pula dia masih kesal dengan kakaknya Damian.
Karena keadaan jujur saja posisi Melody sangat terkihat dengan jelas bahkan semua ekspresi nya pun terlihat di mana kini Melody mengangakat gelasnua sambil tersenyum dengan salah satu alis yang di angkat nya juga dengan ekspresi sombong.
Setelah mengajak bersulang jarak jauh kini Melody langsung meminum jus tersebut sendiri.
Janda Permaisuri 1 yang melihat itu merasa di ejek oleh Melody namun dia hanya diam saja dia sama sekali tak memiliki mood untuk berkelahi.
Sedangkan yang lain nya yang melihat tingkah Melody hanya bisa menggelengkan kepala mereka tersenyum, berbeda lagi dengan Putra Mahkota Allan dia hanya berdesis sedikit masih dendam dengan yang terjadi tadi, walaupun sudah di jelaskan oleh Istrinya tapu tetap saja.
"Bangun semuanya"ujar Kaisar Damian setelah dirinya duduk di atas kurisnya nya begitu juga dengan yang lain nya
Semua yang mendengar perkataan itu segara mengangkat kepala mereka lagi.
__ADS_1
Kini semua mata terfokus kepada Kaisar.