Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 70


__ADS_3

"Ya sebentar, bisa kalian tunggu aku di luar"tanya Melody, bukan tapi lebih tepatnya perintah.


"Baik Putri"ucap mereka dan segera menunggakkan Melody di kamar sendirian.


Melihat semuanya sudah pergi Melody segera mengambil padang dan semua pakaiannya, sebenarnya ada satu item yang harus dia coba.


Itu gelang penyimpanan, seperti namanya itu untuk menyimpan barang.


Seketika itu juga baju dan pedangnnya segera masuk kedalam gelang, entahlah namun firasatnya tak bagus untuk saat ini dia harus bersiap-siap.


Setelah siap Melody akhirnya keluar dari kamarnya, dia tak tau kenapa para emban kini menggandeng tangannya dengan erat di kanan dan kiri seakan mereka semua tak mau kehilangan dirunya Melody yang di perlakukan seperti itu merasa aneh dan firasatnya makin buruk saja bahkan leher belakang lehernya kini dingin dia merinding.


Makin kaget lagi dia saat sudah sampai di ruangan Kaisar di sana di hias sedimikian rupa dan dia hafal hiasan apa itu apa lagi melijat Anusapati duduk di kuris dengan baju yang sama dengannya, kalau di pikir lagi baju yang dia pakai seperti baju.


Pengantin versi jaman dahulu!.


Si4l, dia lupa baju adat sendiri!!


"Menantuku kamu sudah datang, ayo bawa calon menantuku ke sampung Anusapati"printah Dedes.


Para emban segera menuntun Melody kesana namun jangan kan sampai bahkan bergerak seinci pun mereka tak bisa melakukan nya seakan-akan Melody seperti patung hanya diam dan teguh di tempat nya.


"Yang Mulia Permaisuri sebenarnya ada apa ini?"tanya Melody dia tau jawabnya tapi dia masih berharap bahwa ini bohong!, bod0h memang.


"Apa lagi mulai hari ini kamu akan menjadi istri Anusapati anakku"ucap Dedes.


"Yang Mulia Akuwu apa ini?"tanya Melody ke arah Ken Arok.


"Kamu akan jadi menantuku tentu saja"jawab Arok datar.

__ADS_1


Cukup sudah hal yang dia harapkan bohong sama sekali tak terjadi, si4l!, jika dia menikah di sini sama saja dengan waktu menjadi Melody bukan?, padahal dia sudah susah-susah bebas dari pernikahan politik itu dan kini dia akan di nikahkan?.


Tapi kenapa?, apa karena dia bangsawan?, sepertinya bukan, kalau itu alasannya tak mungkin mereka memilihnya, karena tanah ini tak kekuarangan bangsawan, lalu apa ini karena kekuatan yang dia tunjukkan kemarin, jika iya apa mereka berharap mengambil keuntungan dari nya?.


Tak mungkin itu tak akan terjadi dia tak mau!, lagi pula siapa yang akan mengubah sejarah dia tak mau, apa lagi Anusapati memiliki umur pendek yang berarti dia jadi janda muda gitu, Fu*k!, no way!.


"Tidak mau, Yang Mulia berdua apa tau kenapa saya bisa sampai sini?, itu karena saya menolak pernikahan yang di atur oleh keluarga saya dan kalian malah menyuruhku menikah, bajing4n!"teriak Melody murka.


Duarr!!


Aura emas segera saja meledak dari tubuhnya dan membuat para emban yang menempel padanya terpentak jauh bahkan ledakan kekuatan nya itu menghancurkan semua bagian ruangan itu.


Sedangkan orang-orang yang memiliki ilmu segera saja melindungi diri mereka sendiri dan beberapa orang yang bisa mereka lindungi


"Menikah!, mati saja sana!"ucap Melody sambil mengacungkan jari tengahnya kearah Ken Dedes, Arok, serta Anusapati, bahkan kesemua orang yang ada.


"Ayah!, apa yang di lakukan kakak itu"tanya seorang anak kepada ayahnya saat melihat Melody mengacungkan jari tengahnya.


"Fuc*!, artinya Bangsa4t, sedangkan jari tengah ini artinya aku menunjukkan permusuhan kepada mereka"jelas Melody.


Tentu saja kalimat nya itu mengundang banyak pedang serta pedang yang langsung mengarah kepadanya, namun siapa Melody.


"Istri ku kenapa kamu begitu bukankah akan lebih mudah jika kamu lasngsung saja menikah dengan ku?"tanya Anusapati.


"Tidak mau"murka Melody menatap Anusapati tajam tampan sih iya tapi dia tak mau menikah.


"Dan juga dimana calon Istri mu itu hah!, aku bukan Istrimu cok!"teriak Melody dah lah akses moderen nya dah keluar.


Aura emas di tubuh Melody kini semakin membesar, Melody bersiap untuk menyerang mereka semua sebelum Dedes memgangkat tangannya.

__ADS_1


"Dengarkan dulu nak apa yang ingin aku katakan baru lah kamu bisa memutuskan apa yang ingin kamu pilih"


"Aku tak butuh penjelasan apa-apa!, kembalikan pengantin perempuannya aku tak perduli kalau dia tak mau atau pun dia kabur atau mati atau hilang!!'teriak Melody kini bahkan rasa sopan yang dia berikan sudah hilang.


"Sudahlah Permaisuriku tak ada gunanya kita berdebat dengan anak itu, semuanya tangkap dia!"perintah Arok kepada semua bawahan.


Semuanya segera saja menyerbu ke arah Melody namun tiba-tiba transformasi yang terjadi di depan mereka mencengangkan.


Pedang kini muncul di tangan Melody baju yang tadinya baju pengantin kini telah berubah menjadi baju yang seharusnya menjadi baju Melody, hanya saja kali ini baju itu berwarna merah dengan ornamen dan hiasan berwarna emas, jubajnya juga lebih mejah dari pada yang tadinya.


Jubah itu juga emah dengan hiasan warna emas dan bulu-bulu emas yang, pakaian yang megah.


Sebuah mahkota yang mewah kini terpasang di kepala Melody, bunga mawar kini tumbuh di sekitarnya dan mulai memenuhi semua ruangan.


Aura emas kini berganti dengan aura merah yang indah dan bersemangat, Walau pun warna emas ada itu hanya sedikit saja.


Pedang Melody yang di pegangnnya segera di lilit bunga mawar, mata Melody kini juga bersinar dengan warna asli matanya, hanya saja mahkota di kepalanya kini berrevolusi dengan hiasan mawar yang bagus dan cantik.


Selain itu sebuah tato kini terbentuk di sisi kiri wajah Melody dekat dengan mata, serta di dalam mata Melody pola mawar kini teebentuk.


Semua orang begitu terkejut dengan perubahan yang tiba-tiba saja terjadi, itu adalah wujud Melody dengan gelarnya sebagai 'Kaisar Semenatara' 'Mawar Merah Kaisar BlueMoon 'Bulan Darah' '.


Aura keagungan segera terpancar dari tubuh Melody, tubuh mereka sekarang seperti di timpa beban berat hingga membuat mereka terpaksa langsung saja berlutut di tanah walaupun mereka tak mau.


Anggun, cantik, mempesona, indah, bijaksana, agung, terhormat, berbahaya, kejam, serta sosok pemimpin yang baik adalah kesan mereka saat melihat wujud Melody yang ini.


"Wujud ini cukup bagus bukan?, sayang sekali aku hanya sementara saja"ucap Melody menatap semua nya dengan tatapan merendahkan.


"Dan sekali lagi aku katakan aku tak mau menikah jika kalian tetap memaksakan keinginan kalian maka coba kalahkan aku!, jadi biarkan aku pergi dari sini, aku punya misi dan aku harus segera kembali ke tempatku, Duchy Salvier membutuhkan ku, aku tak perduli dengan pernikahan ini mau bagaimana!, aku sungguh tak perduli!"ucap Melody sebelum sirna dari sana bagaikan tak pernah ada.

__ADS_1


Siapa yang akan menyangka bahwa tempat Melody berpindah itu dekat dengan kota pelabuhan, masih dengan baju yang sama namun mawar dan pedang tak ada.


__ADS_2