Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 86 Negari Gingseng?


__ADS_3

Kapten sangat kaget akan apa yang di katakan oleh Melody dan dengan cepat kembalu bertanya.


Tapi Melody sendiri tak ingin menjaqabnya dan hanya duduk sambil fokus melihat peta, Kapten yang dicuekin sangat kesal dan naik ke atas kapal dengan tak sopan sama sekali sang Kapten mencengkram kerah baju Melody.


Hal tersebut tentu saja membuat Melody kaget dan membelakan matanya tak percaya.


Begitu juga dengan semua awak kapal yang ada apa lagi paman Wage yang segera saja berlari ke arah mereka dan berusaha menarik Kapten dari Melody.


"Hey!, sudah gantikan kamu sudah tua!"ucap paman Wage sambil berusaha memisahkan mereka berdua.


Namun tetap saja tenaga sang Kapten rupanya lebih unggul dari pada paman Wage bahkan tangan tersebut sama sekali tak bergerak walaupun paman Wage memakai seluruh tenaganya.


"Hey bocah tengik lanjutkan apa yang kamu katakan tadi"perintah sang Kapten jelas sekali bahwa dirinya saat ini tak mau di bantah.


Melody sendiri hanya menatap Kapten datar, suasana di antara keduanya sangat tegang dan panas.


"Yang mana?"jawab Melody santai.


"Bandit di lautan bukan bandit"ucap Kapten melotot kearah Melody.


"Bukan kah aku sudah mengatakannya mereka Pendekar, apa kurang jelas?"jawab Melody seadanya dia sama sekali tak ada niat untuk melanjutkan percakapan tersebut.


"Bukan itu aku yakin ada kelanjutannya bukan"ujar Kapten mencengkram kerah baju Melody lebih kuat bahkan dia menariknya membuat Melody sedikit terangkat.


" Apa kau mencoba mengintimidasi diri ku?"tanya Melody masih dengan nada santai.


"Memang kenapa, aku lebih kuat dari mu"ujar Kapten percaya diri.


Deklarasi nya tersebut jujur saja membuat para awak kapal tak percaya, logikannya kalau Kapten lebih kuat dari Melody kenapa saat ada bandit di lautan bukan dia saja yang melawan mereka semua.


Melody akui bahwa Kapten sangat kuat dan dia memang sangat ringan tapi yakin Kapten lebih kuat darinya?.


"Lebih kuat dari ku?"ujar Melody menatap sang Kapten tajam.

__ADS_1


"Heh!, kenapa kamu tersinggung!?"ujar Kapten dengan smirk nya.


Melihat Kapten yang tersenyum membuat Melody muak.


Dengan gerakan cepat Melody menggapai tangan Kapten yang mencengkram kerah bajunya dan dengan gerakan cepat serta kuat Melody langsung memutar tubuh Kapten, dan menahan kedua tangannya di punggung sang Kapten semuanya sangat cepat hingga sang Kapten tak bisa bereaksi.


"Paling kuat ya, tapi kok lemah?!"bisik Melody tepat di telinga sang Kapten kali ini Melody tersenyum meremehkan.


Kapten yang mendengar itu sangat marah dan kesal sscara bersamaan.


Melody yang besoan mendorong Kapten membuat Kapten kini terjungkal ke depan.


"2 menit kamu tak keluar dari kapal ini berarti kamu ikut"ujar Melody final sebelum meninggalkan sang Kapten.


"Cih!"Kapten kemudian berdiri dan menepuk-nepuk bajunya yang lumayan kotor, sebelum sebuab suara nasihat yang membosankan terdengar


"Kenapa kamu harus bertengkar dengan Melody seperti anak kecil sih?!!"teriak Paman Wage memarahi Kapten yang saat ini sedang kumat.


"Kamu itu sudah tua bukan nya ingat umur malah kayak anak kecil, ingat umurmu udah 40 % abad!"marah paman Wage lagi.


Sudah 2 menit sejak pertengkaran Melody dan Kapten.


Melirik sang Kapten yang masih saja di atas kapal namun bedanya saat ini dia sama sekali tak terlihat seperti Kapten kapal namun malah terlihat seperti pemalas pengangguran sangat lah mengganggu kesehatan matanya.


"Baiklah ajdi itu jawaban kalian ya, kalau begitu ayo kembali berangkat"ujar Melody.


Sekeyika semuanes mencair secara bersamaan dan kapal segara saja berjalan untuk berlayar di tengah lautan.


Semua awak kapal juga kinu bersemangat dan dengan semangat yang kuat mereka mulai mengerjakan tugas mereka masung-masing-masing.


Kini kapal sudah berlayar dan menuju ekarah utara


Sudah sekian lama merema tetap saja berlayar tanp ada nya rasa lelah di wajah Melody, padahal terlihat dengan jelas sekaki yang lainnya butuh istirahat.

__ADS_1


"Nona lapor!"teriak seorang awak kapal menghampiri Melody.


"Ada apa?"tanya Melody santai.


"Nona kami tak bisa melanjutkan perjalanan dengan keadaan seperti ini, semua awak kapal sangat telah mereka butuh istirahat"ujar awak kapal tersebut.


Melody yang mendengar laporan tersebut melihat kearah awak kapal yang kini seperti zombie hidup sama sekali tak memiliki kehidupan di matanya apa lagi semangat mereka sama sekali tak punya sspertinya.


Berfikir sebentar Melody merasa bahwa istirahat juga tak ada salahnya lagi pula sudah 1 bulan mereka semua terus bekerja siang dan malam jadi hari ini akan lebih baik jika mereka beristirahat sebantar saja.


Lagi pula diri nya tak mungkin memaksa ssmua orang untuk terus bekerna, dia dan mereka semua jelas sekali sangat berbeda secara fisik.


Bahkan kini Kapten dan Paman Wage yang sama sekali tak berkerja juga memiliki wajah lelah kecapean akibat perjalanan lalu apa kabar nasib para awak kapalnya?.


"Huftt~, peringahkan untuk semua awak kapal masuk dan beristirahat biar aku sendiri yang akan mendaratkan kapal ini ke sana"tunjuk Melody sambil menujukan sebuah kota dengan banyak kapal terpatkir tak jauh dari mereka semua.


"Baik nona"ujar awak kapal tersebut dan segara pergi dari sana.


Ngomong-ngomong Melody baru sadar bahwa dia masih saja di sebut dan di panggil nona dan bukan Kapten padahal jelas sekali selama satu bulan ini dia lah Kapten nya, tapi baiklah sebuatan nona juga tak masalah toh dia memang bukan Kapten sebuah kapal tapi Oenguasan sebuah Kadipaten atau Duchy.


Dari kejauhan Melody bisa melihat para awak kapal yang senang dan segara menjnggalkan pekerjaan mereka untuk masuk dan beristirahat di dalam kapal.


Melody berfikir dia tak cocok jadi seorang Kapten, yah mana da Kapten yang menyiksa bawahannya seperti dirinya.


Kimi di luar hanya tinggal Melody seorang bahkan paman Wage dan Kapten sudah masuk.


Kapten beralasan bahwa dia lelah jadi dia segera masuk terlebih dahulu, sedangkan paman Wage dia sepertinya ketiduran di sebuab sofa yang lembut dan empuk yang dimana di keluarkan Melody dari ruang penyimpanan nya.


Dengan terampil Melody menggetakan atah mata angin serta mengemudi kapal tersebut tak luoa juga matanya kini bercahaya dia ssngaja memakai teknik rahasia miliknya agar bisa melihat dengan jelas, dia menggunakan teknit ini sebagai teropong di lautan.


Menambah kecepatan angin nya akhirnya dalam waktu dekat saja Melody sudah mendarat di sana, tenty saja kedatangannya tersebut menarik banyak perhatian.


Ya lagian mana ada orang gila yang akan mengemudi kapal sebesar itu tanpa awak kapal dan lagi pula lebih gilanya dia sendirian, kejadian itu pun membuat tempat itu gempar.

__ADS_1


Melody melihat semua orang yang ada dia tau ini di mana, saat ini dia berada di negeri gingseng lebih tepatnya berada di tanah yang nantinya akan menjadi wilayah Korea Selatan, tidak sebenarnya Melody tak bisa memperkirakan dengan tapat dimana entah itu di Utara atau Selatan yang penting di negeri gingseng lah.


__ADS_2