
🙏MAAF HARI INI UP SATU SOAL NYA SAYA LAGI SAKIT🙏
Trang!
Tang!
Trang!
Memblokir semua pedang yang meluncur ke arah nya kini pedang Sir Gio bersinar merah.
Satu kali pedang nya berbenturan dengan pedang para Penjaga, para Penjaga itu terpental jauh dan langsung memutahkan darah akibat menderita luka dalam atau syok kerusakan mental.
Melawan gerombolan Penjaga yang tak ada habisnya tapi kemampuan mereka begitu rendah membuat Sir Gio merasa bosan juga.
Menaruh pedang nya di punggung, dengan ekpresi serta posisi tubuh yang terkesan sangat sombong sekali lagi.
"Dimana Duchess Salvier!?, atau tidak Sir Delice, atau Sir Devian?!, kenapa mereka tidak menyambutku yang sudah jauh-jauh datang ke sini?"ucap Sir Gio tanpa sopan santun sama sekali.
Hal itu tentu saja membuat api kemarahan kini berkobar pada semua Penjaga yang ada, mereka semua sungguh tak terima penghinaan ini, menggertakan gigi mereka kini mereka secara bersamaan mengngkat pedang, tombak, dan senjata mereka dan menyerbu ke arah Sir Gio.
Mereka berfikir bahwa Sir Gio tak akan mampu melawan mereka secara jumlah mereka ratusan, ribuan lebih banyak dari Sir Gio yang tentunya hanya seorang diri saja.
Namun siapa sangka bahwa dengan sekali ayunan pedang saja mereka semua segera terpental ke belakang beberapa meter, pada saat itu mereka baru menyadari abhwa yang mereka lawan bukan lah orang biasa tapi seorang Master Pedang Aura Bintang 8.
Melihat semangat yang membara di mata semua Penjaga, sebuah senyum smirk kini tercipta, dia sungguh tertarik dengan hal yang terjadi saat ini.
Melihat para Penjaga mengacungkan senjata mereka dan menyerang nya secara bersamaan diam-diam membuat Sir Gio berfikir bahwa mereka semua sangat bod0h!, bagaimana mereka berfikir bisa mengalah kan Master Pedang Bintang 8 dengan kemampuan sampah itu.
Mengkat pedang nya sekali lagi aura kini menyelimuti pedang Sir Gio, Dalam sekali ayunan kini semua Penjaga segera ambruk dan menggerang kesakitan.
"Ck, ck, ck, ck, bagiamana mungkin?, Penjaga Utara begitu lemah seperti kalian?, dasar sampah!"sebuah umpatan kini keluar dari mulutnya mengejek para Penjaga yang masih berbaring kesakitan.
Marah?, tentu saja semua Penjaga sangat murka, kali ini mereka benar-benar ingin membunuh Sir Gio walaupun harus mempertaruhkan segalanya.
Benar saja kini mereka semua berusaha untuk bangkin dan mengambil senjata mereka masing-masing walaupun tubuh dan raga tak sanggup lagi bergerak entah itu karena lelah atau karena luka yang di derita mereka.
Kini mereka semua mengacungkan senjata mereka lagi, mereka tak akan menyerah sedikit pun, karena keamanan Duchy Utara adalah tanggung jawab mereka.
__ADS_1
Melihat semua orang bangkit lagi meski dengan susah payah, tanpa sadar sudut bibir Sir Gio naik dia kini menyeringai dengan begitu lebar, tak dia sangka bahwa Duchy Utara begitu menarik.
"Huh?, rupanya kalian masih bisa berdiri, artinya kalian masih bisa menerima serangkan ku kan?"tanya Sir Gio dengan senyum menyeramkan, namun senyum itu sama sekali tak bisa menggoyahkan semangat dalam diri mereka.
"Maju Anj1ng!!"teriak Sir Gio dan Mulai menerobos pasukan.
Saat ini Sir Gio dalam suasana yang begitu senang rasanya dia bisa bertempur dengan mereka semua, atau bahkan 10x lipat dari mereka semua!.
Namun saat pedang nya yang di selimuti aura hendak bertabrakan dengan senjata salah satu Penjaga, sebuab kekuatan besar memblokir nya dan membuatnya terpental kw belakang.
Untung dia sempat menghentikan hal itu dengan menggunakan pedang nya sebagai rem, mengelap darah di mulutnya yang tak sengaja keluar, bukan nya merasa sakit Sir Gio malah semakin bersemangat.
"Si4l, aku sangat semangat"ucap nya senang.
Apa lagi saat melihat sosok yang berhasil memblokir pedang nya membuat Sir Gio bersemangat 2x lipat
Di sana berdiri Delice yang kini berdiri dengan keren nya, saat itu Delice masih melakukan patroli untuk memeriksa pekerjaan para pekerja, tapi siapa sangka bahwa ada hal janggal di mana dia sama sekali tak bisa menemukan para Penjaga yang bertugas.
Karena khawatir ada suatu hal yang tak terduga Sir Delice kemudian mengeliling Mension untuk mencari mereka, saat sedang mengelilingi Mension tanpa dia sadari dia mendengar suara keributan dari arah gerbang sehingga dia segera berlari ke sini, dan betapa terkejutnya dia saat melihat semua Penjaga terluka karena satu irang yang tentu saja Delice kenal siapa itu.
"Sir Delice!"
"Sir Delice!"
Teriak mereka sekan-akan mereka bertemu dengan penyelamat hidup mereka, Sir Delice sendiri hanya memiliki wajah datar dan mulai mengangkat pedang nya yang kini sudah terbalut aura berwarna hijau.
Melihat bahwa Delice siap untuk berperang melawan nya Sir. Gio pun kini bangun masih dengan smirk di bibirnya.
"Baiklah ayo berduel hingga salah satu dari kita kalah!"ucap nya dan segera saja pedangnya di selimuti aura.
Keduanya kini melesat dengan kecepatan yang bahkan tak bisa di lihat oleh mata, kini para Penjaga hanya bisa melihat percikan dua aura yang bertumrukan tanpa bisa mengetahui kondisi ke dua nya.
Trang!
Ting!
Swoss!~
__ADS_1
Wongg~
Bongg!!
Bum!
Bum!
Ledakan demi ledakan kini terjadi di gerbang Mension Duchess Salvier di mana ternyata hal tersebut menarik begitu banyak perhatian serta minat orang-orang yang ada di sekitar mereka.
Bahkan kini gerbang Mension Duchess sudah di penuhi oleh orang-orang mereka bahkan ada yang menoton sambil makan popcoun, para Kasatria yang mendapat kabar bahwa ada pertempuran di gerbang depan segera pergi untuk menghentikan nya.
Namun jangan kan menghentikan bahkan untuk ikut camou pun mereka tak bisa.
Pasalnya saat mereka hendak ikut campur entah itu Sir Gio atau Sir Delice segera menendang mereka dan berkata dengan dingin.
Bugh!..
"Minggi Anj1ng!"
Ya seperti itu lah sehingga kini mereka hanya bisa menonton jalan nya pertarungan.
Namun siapa sangka akibat pertarungan yang begitu seru itu, itu mengusik Melody yang masih dengan tenang mengerjakan tugas nya bahkan kini perempatan sudah ada di dahi nya, dia sangat jengkel, namun senyum ketabahan kini masih setia di bibir nya.
Hingga akhirnya sebuah suara ledakan besar membuatnya terkejut sehingga membuatnya secara tak sadar menggores tinta dengan salah.
Bommmm!!!!!!
Menatap berkas yang tercoret itu kini senyum tabah Melody sudah hilang, dia sangat ingin memenggal kepala dua brengs3k yang membuat keributan itu.
Karena tak tahan lagi, dengan kesal Melody membuka jendela nya kasar, menarik oksigen sebanyak-banyak nya dan menyimpan nya di dada, fokus Melody kini tertuju pada pertarungan yang lumayan jauh di sana.
Dan...
"Hentikan!!!!!"
Teriak nya menggelegar menggunakan sihir suara kini sampai kepada semua orang yang ada.
__ADS_1