
Melihat Pangeran Allan yang langsung terjatuh di tanah Melody menyeringai lebih lebar padahal dia yakin auranya saat ini hanya setetes dari air yang ada di luasnya samudra.
"Cukup!, Melody hentikan!"ujar Kaisar.
Melody yang mendengar hal tersebut segera saja menarik kembali auranya, walaupun dia rada kesal tapi dia cukup puas karena setidaknya membuat Pangeran Allan tepat.
"Ck!, tak asik sama sekali!"ujar Melody kesal sambil bersandar ke sofa dengan kedua tangan terlipat di depan dada.
"Bawa Pangeran Allan kembali ke kamarnya"perintah Kaisar dari dalam.
Seketika dua orang Prajurit kini masuk dan mulai membawa Pangeran Allan untuk kembali.
Kaisar hanya bisa menghela nafas lelah, sepertinya dia harus segera menyesaikan kesalah pahaman ini.
"Jadi aku memanggilmu ke sini karena ada hal yang ingin aku beri tahu kan ke pada mu"ujar Kaisar terangan-terangan.
"Apa itu?"tanya Melody masih dengan anggkuh dirinya bahkan tak menurunkan kepalanya.
Kaisar yang melihat hal itu hanya diam begitu juga yang lain nya mereka sama sekali tak ada niat untuk menegur semua sikap Melody yang terjadi hari ini.
Sebuah berkas kemudian di serahkan oleh Kaisar Devian di atas meja.
"Bacalah"ujar Devian.
Melody yang mendengar itu kemudian mengambil nya dan membaca hal yang ada di dalam nya dengan serius tentu saja di dalam sana terdapat semua perilaku jahat yang di lakukan oleh Janda Permaisuri 1 kepadanya dan juga masalah pembunuhan kepada ibunya yang masih saja di lakukan oleh orang yang sama.
Alasan dari semua itu Melody bahkan lebih tau dari siapa pun, dia tau semuanya namun dia hanya diam karena dia sama sekali tak punya bukti, semuanya menjadi jelas saat dirinya masuk ke dalam Perpustakaan Antar Dimensi di mana semua skema kehidupan di dunia ini tertulis di sana.
Dia ingat waktu di sana dia sempat penasaran dengan kisah hidup orang-orang yang ada di sekitarnya dan dengan bangganya dia mengambil dan membaca kisah hidup mereka lagi pula hal tersebut tak mendapat karangan dari admin.
"Heh!, konyol sekali!, apa menurutmu aku perduli?"ujar Melody dengan seringan nya dan siapa sangka bahwa seketika sebuah api membakar kertas tersebut.
Rexid yang sudah tak tahan akan tingkah Melody langsung membentaknya.
__ADS_1
"Melody!!"teriknya marah namun Arsen segera saja menahan nya untuk tetap berdiri di tempat.
Yang lain juga nampak kaget dan tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Mereka berfikir apa benar bahwa Melody tak peduli akan hal tersebut?, bahkan jika hal tersebut menyangkut ibunya sendiri?
"Bercanda"ujar Melody dengan senyum riangan.
Mana mungkin dia tak perduli akan hal tersebut yah, walaupun dirinya memang tak pernah bertemu dengan sosok itu dan juga dia bukan Melody asli tapi bukankah di awal saat dia sampai di sudah mengambil keputusan bahwa akan mengklam semua yang Melody punya?.
Clak!
Sekali jentikan jari
Kini tak lama kertas yang sudah jadi abu kini kembali seperti semula lagi dan hal tersebut membuat semua yang ada di sana melebarkan matanya terkejut akan apa yang mereka lihat barusan.
Apa itu barusan?
Pengendali waktu.
Sihir kuno!
Seperti itu lah kira-kira yang mereka pikirkan saat ini.
Melihat mereka semua yang namoak masih saja terpaku akan kertas yang kembali seperti semua Melody cukup puas dia sengaja pamer.
"Menakjubkan bukan?"tanya Melody sombong.
Kini Devian dia ujung sana tersenyum getir dia kini tau apa tujuan dari pada Melody yaitu dia hanya ingin pamer dan terlihat paling baik serta berbakat.
Tanpa sadar dirinya kini terkekeh kecil tak heran jika Melody seperti itu.
Rupanya hal tersebut di tanggkap oleh Sang Duke Milian dia sebenarnya sempat terkejut mendapatkan putranya itu terkekeh.
__ADS_1
Entah apa yang ada di pikiran sang Duke saat ini namun dirinya kini sedikit termenung.
"Wah!, adik! Bagimana cara mu melakukannya aku juga ingin bisa sihir itu!"ujar Putri Isabella antusias dia sama sekali tak mempermasalahkan semua sikap Melody selama ini yah lagi pula dia hanya Putri yang sama sekali tak dekat dengan politik jadi hal tersebut tak ada hubungannya dengan dirinya bukan.
"Cukup mudah aku hanya perlu menjetikkan jariku ringan"ujar Melody tanpa beban.
Siapa sangka hal tersebut malam membawa pandangan takjub dari Putri Isabella yang di arahkan kepada Melody.
Hal tersebut tentu saja membuat Melody menjadi sedikit sombong, bahkan Sir Devian, Gio, dan Galib yang melihat hal tersebut hanya bisa menyeringai lebar yah Duchess mereka sama sekali tak berubah bukan selalu saja sombong!.
Rexid jangan tanya dia sedang menahan amarah nya, dia masih belum memaafkan Melody soal hal yang terjadi, walaupun dia sayang dengan Melidy tapi dia juga termasuk kakak yang luamayan tegas kepada adiknya jika menyangkut sopan santun.
Apa lagi jalan pikirannya yang sederhana tentu saja gamoang marah jika saja ada hal yang begitu tak sedao di pandang.
"Jadi ini alasan mu memanggilku Yang Mulia?, lalu kamu ingin aku melakukan apa?"tanya Melody.
"Apa kamu menyuruhku melupakan semua kesalahan Janda Permaisuri 1 yang merupakan ibumu itu?"tanya Melody.
Seketika aura di sekitar Melody berubah menjadi sedikit lebih menyeramkan.
Kini Kaisar tau dan menyadari sesuatu ternyata hal tersebut bukah hanya di sadari oleh Kaisar saja tapi jiga Pangeran Arsen, Devian dan Duke Milian.
Kini mereka juga paham akan sikap sembroni yang di tunjukan Melody dari tadi, dia pasti berfikir bahwa Kaisar?, ingin Melody melupakan dan memaafkan semua kesalahan Janda Permaisuri 1, dan karena tak terima akhirnya Melody berperilaku seperti saat ini.
"Duchess aku tak tau jika anda ternyata salah paham akan sesuatu di sini"ujar Duke Milian tersenyum tiois begitu juga dengan mereka yang menyadarai hal yang sama dengan Duke Milian.
"Apa maksudmu?"tanya Melody aura kini bahkan makin gelap.
"Kami sama sekali tak ingin Yang Mulia Putri untuk memaafkan perbuatan Janda Permaisuri 1 selama ini kepada anda justru sebaliknya Yang Mulia"ujar Duke yang kini memanggil Melody tanoa embel-embal Duchess tapi Putri.
"Benar sekali Mel_, ah! apa aku harus memanggilmu Kaisar Semantara?, itu karena kamu bahkan belum melakukan tradisi melepas jabatan pfttt_"goda Pangeran Arsen yang sedikit menahan tawanya bisa-bisa nya adiknya yang imut itu berfikir hal demikian.
Baru pada saat itulah semua orang yang ada di dalam ruangan itu sadar akan sebuah kesalahan yang terjadi, yaitu tentang Sikap Melody dan perkara Kaisar serta Melody sendiri yang lupa melepas status Kaisar Semantara yang masih menempel pada Melody.
__ADS_1