Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 82 Chu Niang Niang


__ADS_3

Mendengar apa yang dikatapan paman Wage membuat sang Kapten memincingkan matanya melihat Paman Wage sekan paman Wage adalah makhluk teraneh yang pernah dia lihat.


"Huh?, lalu kenapa?, kau saja yang selalu menempel kepadanya makannya kamu merasa aneh jika dia tak ada, hey Wage aku sarankan sesudah ini kamu ikut saja dengan dia, kamu bilang dia dari Dunia lainkan?, ikut saja dia kedunia lain"saran Kapten sambil merangkul paman Wage.


"Aku juga maunya begitu tapi di sini aku juga masih punya banyak teman-teman kan?, jadi rasanya masih saja berat jika aku pergi ikut Melody dan meninggalkan teman-teman ku yang ada di sini"ujar paman Wage.


"Kamu kira teman-teman mu itu akan merasa kehilangan apa, aku yakin mereka juga gak akan bilang apa-apa atau merasakan apa-apa"ujar Kapten yang terus saja mengoceh.


Pamam Wage yang mendengar itu hanya tersenyum maklum namun dia juga berada dalam delema harus bagaimana?.


Tak lama Melody datang bersama puluhan pria keker kearah mereka semua.


"Paman kapal itu sudah punya kita, ayo kita segera kendarai biar paman-paman yang datang bersama ku membantu"ujar Melody.


Seketika semua orang segera saja melakukan eksekusi terhadap kapal tersebut bahkan para awak kapal juga di panggil ke dalam untuk membantu Melody sendiri dia juga ikut menarik tambang untuk memindahkan kapal tersebut keperairan.


"Semua nya pegang erat-erat, dan 1 2 3 tarik!!"teriak sang Kapten memberi komando.


Seketika pula 100 orang lebih segera menarik tambang yang ada di tangan masing-masing.


"Arghhhhh!!!"


"Ughhhhh!!!"


"Ahhhhhhhhh!!"


Semua urat di tubuh mereka kini terlihat untungnya tak lama kapal tersebut berhasil di tarik dan segera masuk ke dalam air.


Toko itu memang di desain sedemikian rupa di atas air langsung tujuannya cukup mudah agar pembeli dapat dengan mudah memindahkan barang yang mereka beli.


"Horeeee!!"


"Kyaaaaa!!"


"Hooooohhh!"


Sorakan demi sorakan kini terdengar di para awak kapal segera saja bersiap naik ke atas kapal begitu juga Kapten, paman Wage dan tentu saja Melody yang kini sudah basah akan keringat.

__ADS_1


Tersenyum Melody bangga akan dirinya sendiri karena sudah berhasil ikut serta dalam menarik kapal tersebut.


"Kerja bagus nak"ujar paman Wage sambil menepuk pundah Melody bangga.


"Iya"jawab Melody juga dengan senyum.


Seketika sebuah gerbang besar yang sama sekali tak di sangka bahwa itu gerbang kini terbua lebar ribuan orang kini menarik gerbang tersebut dari luar untuk memberi jalan.


Mesin kini telah di nyalakan, layar kini telah di turunkan, dan sihir angin kini telah di ciptakan, kapal kini siap berlayar, semua awak kapal sudah di tempat masing-masing.


Peta besar kini telah di bentangkan dengan lebar di depan kemudi kapal.


Kapal indah nan megah itu kini keluar dari toko siap berlayar kelautan lebas dan tiba di kutub utara secepat mungkin.


Namun siapa sangka saat Melody hendak menambah sihir nya seseorang gadis muda dengan prahu kecil kini menghadang jalan mereka.


"Kapten ada seseorang gadis yang menghadang kita"lapor salah satu awak kapal yang memang bertugas melihat depan dan belakang apa bila ada bahaya.


"Siapa itu?"tanya Kapten.


"Itu seperti gadis penginapan waktu itu"ucap awak kapal tersebut sambil menggunakan teropong di matanya.


"Jangan hiraukan!, betangkan lagi dua layar dan segera berlayar kita akan melewati gadis tersebut, Melody cepat tambah sihir anginnya"ujar sang Kapten sambil menatap ke arah Melody.


Namun kini yang di lihatnya Melody hanya diam tanpa ada niat untuk melakukan sihir angin sama sekali.


"Hey!, apa yang kamu lakukan cepat kita harus cepat!"teriak sang Kapten marah.


"Maaf Kapten tapi aku tak bisa meninggalan seseorang yang jelas sekali butuh bantuan dari ku"jawab Melody dan segera terjun ke bawah kapal.


Kapten yang melihat itu berteriak memanggil nama Melody sambil mengumpat dengan berbagai jenis nama hewan dan kata kasar.


"Hey!, bocah tengik!, si4lan kamu bukan pahlawan Bangs4t!, arghh!!, dasar bocah kamu dengar aku tidak!, woy!, bocah gandeng!, memangnya apa hubungan kita dengan masalah yang mereka hadapi!, bocah!, cik!, huh!, rasanya percuma aku teriak dia tak akan mendengarkan ku"ujar sang Kapten pada akhirnya dia saat itu sedang ngambek.


Jadi dia hanya duduk  di kuris sambil memberi isyarat kepada anak buahnya untuk berhenti.


"Lepaskan jangkar kita di sini saja dulu"ujar sang Kapten.

__ADS_1


"Baik!"semua yang mendengar itu segera saja menurunkan jangkar dan mengguling kembali kayar-layar yang telah di turunkan, serta mematikan mesin yang di nyalakan.


Melody kini berjalan di atas air dan menghampiri gadis tersebut.


"Nona tolong bantu saja, huhuhu~~"tangis sang gadis tersedu-sedu saat melihat Melody.


"Aku tau"ujar Melody dan segera saja menggending gadia tersebut ala bridal style dan terbang ke tepi pantai.


Dia bahkan kini tak mengaidahkan teriakan paman Wage yang menyuruhnya kembali.


"Hey siapa namamu?"tanya Melody.


"Nama saya, Chu Niang Niang"jawab gadis Chu tersebut.


"Cukup bagus, namaku Melody Calsion De Janeiro Salvier"ucap Melody memperkenalkan dirinya sendiri yang cukup membuat gadis yang kini ada di gendongannya itu mengangga antara tak percaya dan bingung.


"Aku tau kamu akan beraksi seperti itu jadi panggil saja Melody, aku 18 tahun"ujar Melody sambil mengingat umurnya dia tak tau itu benar atau tidak sih dia kan belum lihat tanggal lahir Melody yang asli.


"Ah, Jie Jie bisa panggil saya Niang Niang saya berumur 15 tahun"ucap Niang Niang malu-malu.


"Baik lah Niang'er"ucap Melody sambil tersenyum simpul.


Hal tersebut membuat Niang Niang segera saja tersipu pasalnya wajah Melody sangat cantik apa lagi senyumnya itu mengagumkan, di tambah rambut dan bulu matanya yang bersinar saat terkena sinar mata hari itu sangat mempesona.


"Ada masalah apa di kota mu ini sebenarnya?"tanya Melody yang kini mulai masuk ke topik permasalahan.


"Itu beberapa bulan lalu ada orang asing yang berasal dari luar kota mereka masuk, awalnya semuanya baik-baik saja karena warga dan mereka sangat akur namun lama-kelamaan mereka makin tak tau diri"


"Mereka merampok, memperkosa, memalak, bahkan tak segan-segan menghancurkan kota jika mereka tak mendapatkan apa yang mereka mau"


"Sakte aliran putih sudah turun tangan tapi mereka kalah, sakte aliran hitam pun juga demikian tak seperti biasanya mereka juga turun tangan, mereka berkata itu semua karena orang luar kota ini juga mengganggu mereka"


"Dan akhirnya aliansi antara aliran putih dan hitam terbentuk, namun bebarapa waktu yang lalu aliansi yang berjaga ditengah lautan hilang tak tau kemana membuat orang asing itu bisa dengan mudah memasuki kota, dan saat ini mereka membuat kerusuhan"ujar Niang Niang sambil menangis.


Ah, sekarang dia tau bahwa semua nya salah dia toh, karena menghabisi kapal-kapal yang dia kira perampok.


"Tak apa Niang'er, Jie Jie akan menolong kota mu"ujar Melody menenangkan Niang Niang dan dengan cepat terbang ke arah kota.

__ADS_1


__ADS_2