Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 90 Melody mengamuk di Kota


__ADS_3

Mundur ke belakang kini pria tersebut mulai wasapada.


"Tak ku sangka ada wanita dengan keterampilan bertarung seperti mu"ujar pria tersebut.


"Tak ku sangka juga ada orang yang bisa bertahan selama ini"balas Melody dengan senyumnya tentu saja dia sudah mengira bahwa orang yang berduel dengan nya ini akan bertahan cukup lama lagi pula Melody tak menggunakan kekuatan apa pun, bahkan pertarungan barusan tak layak di katakan sebagai pemanasan.


"Hemp!, lihat saja kali ini kamu akan kalah nona"ujar pria tersebit dan melesat dengan cepat kearah Melody


Melody hanya menghindar lagi dia sama sekali tak ada niat untuk menyerang sekarang ini.


Namun semakim lama Melody bosan juga dan merasa ngantuk, apa lagi ditambah dia baru sebentar tidur.


Bugh!


Dalam sekali pulukulan pria tersebut langsung saja terkapar di tanah dan tak bergerak.


"Ah!, apa aku memukulnya terlalu keras?"tanya Melody pada dirinya sendiri.


Mendekati sosok pria tersebut Melody langsung saja memeriksa keadaan pria tersebut dia takut bahwa dia tanpa sengaja membunuh nya.


Namun Melody bisa bernagas lega saat dia masih bisa merasakan nafas dari nya.


"Huftt~, syukurlah dia baik-baik saja"ujar Melody lega.


Namun dari tempat yang tak terlalu jauh dia bisa mendengar langkah kaki yang mendekat hal tersebut membuat Melody menjadi waspada saat ini dia hanya memakai pisau yang menjadi pedang akibat sihirnya dan tentu saja pedang yang dia pakai saat ini memiliki kuakitas yang lebih rendah dari pada padang.


"Siapa di sana?!"teriak Melody yang kini menjadi was-was.


Sosok pria kini terlihat awalnya Melody siap menebas orang tersebut namun dia berhentu saat melihat siapa yang datang.


"Nak apa yang kamu lakukan malam-malam begini di hutan?"tanya orang tersebut.


"Paman Wahyono?, seharusnya aku yang bertanya apa yang kamu lakukan di sini?"tanya Melody dia sama sekali tidak menurunkan kewaspadaan nya.


"Apa lagi tentu saja mencari udara segar"ucap Wahyono ringan.


"...."Melody hanya diam tanpa ada niat untuk melanjutkan percakapan.


Merubah kembali pedangnya menjadi pisau Mdlody segara saja menghampiri pria tersebut dan berusha menggendong nya untuk di bawa ke kota.


"Apa yang kamu bawa?, apa dia alasan nya kamu ada di sini?"ucap paman Wahyono.

__ADS_1


"Seperti yang kamu tau"ujar Melody tanpa basa basi.


"Begitu ya"jawab Wahyono sambil tersenyum.


Melody sama sekali tak ada minat untuk berbicara lebih dari ini dia sama sekali tak ingin berbicara dengan orang ini, jika kalian tanya siapa maka dia adalah salah satu awak kapal dari Kapten.


Melody kemudian berjalan keluar dari hutan dengan beban di punggungnya sebelum sebuah balok kayu memukul punggungnya keras dan membuatnya pingsan.


Bugh!


"Ack!"


Bruk!


"Sayang sekali nona kamu begitu bod0h"ucap Wahyono dangan senyum.


Namun dalam keadaan di mana kesadaran nya hampir hilang Melody amsih bisa melihat dengan jelas bahwa Wahyono yang dia kenal kini mengelupas kulit wajahnya di dalam kulit wajah itu ada wajah yang sama sekali tidak dia kenal siapa dia.


Sebenarnya Melody ingin sekali memukul orang itu atau bahkan membununya hanya saja Melody kehabisan tenaga.


Berlayar berhari-hari di lautan tanpa tidur di tambah dia harus menjadi Kapten di mana otaknya harus selalu berjalan,  dan juga di tambah dia baru saja bertarung membuat kondisi nya menurun dengan dratis.


Flashback Off.


"Si4l!, si4l!, si4l!, kenapa aku begitu cerobah ternyata sikap ku yang dulu sama sekali tak hilang bahkan jika aku sudah berpindah tubuh!"geramnya dia sangat kecewa akan dirinya sendiri.


Namun tak lama sebuah ide memasuki otaknya.


"Ledakan saja tempat ini dan tangkap pembunuhnya serta teman nya di depan umum"sebuah seringan kini meuncul di bibir Melody.


Tak lama aura emas kini bersinar menyelimuti semua tubuh Melody.


Tak lama ruang bawah tanah itu bergetar dengan begitu hebatnya dan siapa sangka bahwa getaran itu tidak hanya menggetarkan ruangan itu tapi semua segala penjuru daratan.


Apa lagi tempat di mana kota berada Melody sama sekali tak pernah memperkirakan bahwa tempatnya saat ini ada di bawah kota.


Ruangan bawa tanah bergetar hebat satu puing dan puing-puing yang lainnya kini mulai runtuh.


Bom!


Meledak

__ADS_1


Winggh!


Ngung!


Melody kini telah terbang di langit yang cerah menjadi pusat perhatian banyak orang.


Namun tetap saja Melody tak menghiraukan semua itu matanya hanya fokus mencari di mana pembunuh tersebut.


Terua mencari namun hal itu tak mendapat hasil Melody segera saja menjadi cemberut.


"Hump!, begitu ya kamu mau bersembunyi?, baiklah bersembunyi sepuas mu, kita lihat apa petir-petir ku bisa menemukan mu!"seru Melody.


Dalam sekejap mata aliran listrik tercipta memgelilingi dirinya, dalam sekali mengangkat tangan aliran listrik itu segsra saja menjalan dan menuju suatu tempat.


Di sisi lain paman Wage dan yang lain nya sudah mengetahui siapa penyebab hal rersebut langsung saja berlari ke arah alun-alun kota di mana saat ini Melody sedang mengamuk.


Bahkan kini salah satu dari mereka berlari dengan membawa barang-barang milik Melody.


"Anak itu kini memgamuk!, ayo semuanya gunakan tenaga kalian dan berlari secepatnya!"teriak Kapten.


"Iya ayo cepat kita harus segera menghentikan semuanya sebelum dia menghancurkan semya hal yang ada"ujar Wahyono awak kapal yang sebenarnya.


Ssmua orang bukan khawatir dengan Melody saat ini mereka semua hanya merasa kasian terhadap petinggi-petinggi kota serta dana pembangunan yang mungkin saja akan menjerit lantaran yang harus di keluarkan untuk memperbaiki hal ini sangat banyak.


Bagaimana tidak pasalnya banyak sekali bangunan rudak, pohon tumbang bahkan bebarapa bangunan yang di duga milik pemerintah juga rusak.


Sedangkan kini kedua pelaku sedang menggigil berharap bahwa Melody sama sekali tak bisa menemukan mereka berdua mereka memang tau bahwa Melody kuat tapi mereka tak berharap bahwa itu akan sekuat ini.


"Apa yang harus kita lakukan Lee?"tanya seseorang pemuda yang juga ketakutan di depan pemuda lain mya yang bermarga Lee tersebut.


"Jangan tanya aku Park LeeJin!, aku juga tak tau"ujar seseorang bermarga Lee tersebut.


Jika kalian lihat mereka berdua memiliki wajah yang sama tampan namun siapa yang akan mengira bahwa salah satu dari mereka tepatnya seseorang yang bermarga Lee sebenarnya memiliki luka di wajahnya hanya saja saat ini tertutup oleh kulit manusia buatan milik sahabatnya itu.


"Eh_?"


Mereka terus bertengkar sebelum tubuh mereka tiba-tiba seperti di ikat oleh satu hal dan segera ditarik secara lurus bahkan sampai menabrak apa pun yang ada di depan nya.


Bom!


Bom !

__ADS_1


Bom!


Bom!


__ADS_2