
Mendengar apa yang di katakan oleh Melody kini kedua kakak perempuannya kini nampak berfikir, bahwa hal itu sangat logis jika di lihat seberapa sayang, gila serta brutalnya Pangeran Rexid, dalam menyayangi Melody, jika hal itu terjadi semua orang yang ada di seluruh jagat raya ini juga hanya akan memaklumi.
"Jadi kamu ingin pergi atas kehendakmu sendiri?"tanya Rosalina kepada Melody.
Melody mengangguk.
"Ya ini keinginanku, lagi pula aku memiliki hal yang ingin ku ketahui soal 'Dunia Rahasia', aku penasaran ada hal apa di dalam sana, dan kakak tenang saja aku pasti akan kembali dengan selamat tanpa luka sedikutpun!, aku janji akan hal ini"jawab Melody, dia begitu percaya diri akan kemampuannya saat ini
Dia rasa bahwa kemampuannya saat ini cukup untuk bisa masuk dan keluar dari 'Dunia Rahasia' tanpa memiliki luka sedikutpun di tubuhnya.
Menghelan nafas Rosalina sama sekali tak bisa berbuat apa-apa saat ini, jika itu kekinginan dari adiknya sendiri maka dia tak bisa menghalanginya.
"Baiklah kamu boleh ke sana tapi ingat, tepati janji mu"ucap Rosalina mengingatkan adiknya tentang janjinya bahwa dia tak akan terluka.
"Aku janji"balas Melody dengan senyum di wajahnya, sebelum kini dia menatap kakak nya Isabella.
Isabella yang di pandang pun hanya bisa juga menghela nafas.
"Terserah kamu saja aku tak akan menghalangimu lagi, tapi kembali lah tanpa luka sedikitpun, awas saja jika tubuhmu itu terluka bahkan jika itu hanya goresan kecil, aku benar-benar akan melakukan hal gila kepada mu!"ancam Isabella tajam memandang adiknya.
Melody yang mendengar hal itu hanya bisa tersenyum, senanh rasanya memiliki banyak orang yang begitu perduki akan dirinya.
"Ya aku pasti tak akan terluka sama sekali kakak tenang saja"ucap Melody tersenyum lebar.
"Yang Mulia, portal sudah siap"ucap seorang Penyibir kepada Kaisar sambil menaruh salah satu tangannya di dada dan sedikit membungkuk.
__ADS_1
Mendengar hal itu kini Melody dan Kaisar Damian saling bertatapan mata bebarapa saat sebelum akhirnya Kaisar membalas laporan dari Penyihir tersebut.
"Baiklah mulai persiapkan mantranya!, Melody apa kamu siap?"perintah Kaisar kepada Penyihir tersebut sambil bertanya kepada Melody sudah siap apa belum.
"Aku selalu siap kakak!"balas Melody sambil berjalan ke tengah-tengah formasi yang di buat oleh para penyihir.
"Yang Mulia Grand Duchess saya akan memulainya"ucap seorang Penyihir yang sepertinya adalah atasan dari para Penyihir lainnya.
"Ya"jawab Melody.
Mendengar jawaban dari Melody mulit Penyihir itu mulai komat-kamit membaca mantra dalam bahasa yang sulit di mengerti oleh manusia.
Tak lama formasi tersebut kini bercahaya terang dengan sinar emas yang begitu menyilaukan sebelum di atas kepala Melody sebuab portal yang berputar-putar muncul di sana.
Tak lama Melody kini menjadi serpihan cahaya emas dan melesat masuk ke dalam portal tersebut tanpa adanya hambatan sama sekali.
Di sisi lain Devian sudah melaksanankan apa sana perintah Melody ternyata saat dia berkata bahwa dia Kesatria dari Duchy Utara mereka semua sempat menolak membayar namun saat dia meperlihatkan lencena lambang keluarga Milian, mereka semua langsung aja gemetar ketakutan dan membayar semuanya dengan cepat dan baik tanpa adanya kekuarangan sedikitpun.
Sungguh manusia yang menyebalkan!, beraninya mereka merendahkan Duchy Utara sampai segitunya, dia yakin sekali bahwa mereka sama sekali tak menghargai DuchyUtara sama sekali padahal jelas sekali bahwa status mereka lebih rendah dari pada Duchess.
Tapi walaupun begitu dia yakin jika saja Duchess yang datang sendiri mereka pasti akan hati-hati sambil berusaha menjilatnya agar mendapat keuntungan.
Cuih!, dasar manusia kurang ajar bin serakah bin kurang pendidikan bin menyebalkan bin gak guna bin gak sopan!, sungguh menyebalkan!.
Dalam gerutuannnya yang terjadi di sepanjang jalan kini tanpa sadar Devian sudah samoai di Mension Duchess Salvier, turun dari kereta Devian kemudian membawa semua harta itu kedalam ruang kerja Melody, biarkan saja dia yang akan menghitungnnya sendiri.
__ADS_1
Setelah menaruh semunya di dalam riang kerja Devian keluar dari sana tak lupa juga menutup pintu, sambil berjalan Devian coba mengingat-ingat di mana sekiranya pada Prajurit pergi bersama para Kesatria.
"Hoam~"sambil menguap Devian kini tau kenapa mereka semua pergi kalau tak salah ini masih masa perburuan bukan?, dia yakin semuanya ada dan berkumpul di tepi Hutan Monster baiklah mari kita susul mereka semua.
Baru saja hendak keluar dari Mension sebuah teriakan menghentikan langkahnya.
"Sir Devian!"
Mendengar hal itu Devian segera mengalihkan pandangnnya ke sumber suara dan di sana berdirilah Sir Gio yang berjalan santai kearah nya.
Melihat Sir Gio kedua alis Devian terangkat, jelas sekali dirinya memoertanyyakan kenapa Sir Gio bisa ada di Duchy Utara padahal dia yakin dia itu kan Kesatria Istana Kekaisaran.
"Apa yang kau lakukan di sini?"tanya Devian.
"Huh?, buat apa lagi kalau bukan untuk jadi Kesatria di sini?"jawab Sir Gio santai dengan kedua tangan yang ada di belakang kepalanya, kepalamya kini memperhatikan sekitar mungkin ada yang menarik menurutnya.
"Oh~, begitu ya"jawab Devian datar.
"Kau ingin pergi ke Hutan Monster?, jika iya ayo bersama saja, di sini aku sangat bosan sama sekali tak ada lawan yang sebanding dengan ku, yah walauoun monster-monster itu tak mungkin juga sebandung dengan ku sih, tapi membunuh banyak juga tak ada rugunya sama sekali bagiku"jawab Sur Gio meremehkan para monster dan mengatakan bahwa menyenangkan melawan mereka karena jumlah mereka banyak setidaknya itu terlihat seperti satu lawan banyak.
Mendengar itu Devian hanya memasang wajah datar.
"Jika kau hanya ingin membunuh monster lebih baik berangkatlah saja sendiri aku tak ingin pergi dengan mu"dia tau jika dia berangkat dengan Sir Gio itu akan memakan waktu dua kali lipat dari pada perjalanan aslinya karena Sir Gio pasti akan terus berhenti di jalan untuk membunuh para moster yang tak sengaja lolos atau pun akan ikut campur beberapa masalah yang tak perlu hanya ingin jadi sok pahlawan di mata banyak orang.
"Devian, bagiamana kamu bisa begitu kejam kepada ku?!, aku lebih tua dari mu setidaknya hargailah aku sedikit walaupun aku tau peringkat mu lebih tinggi dari ku tapi tetap saja aku lebih tua dari si4lan!"marah Sir Gio.
__ADS_1
Devian hanya dengan datar melihatnya dan berlalu pergi menunggalkan Sir Gio sendirian, sudah lah tak perlu meladeninya lebih baik cepat berangkat dia yakin saat ini semuanya sedang menunggu bantuan dari dirinya.