
Devian yang mendengar hal itu hanya mendengus sebal pasalnya Sir Gio segera saja pergi dari sana setelah mengatakan hal tersebut tanpa ada keinginan untuk membantu Devian sama sekali.
Dengan dongkol dan setengah hati Devian mengantar Melody ke atas tempat tidur bahkan dengan sangat tak manusiawinya dia melemoar tubuh Melody keatas kasur dari depan pintu kamar yang jelas sekali bahwa jarak keduanya sangat jauh.
Dan saat melihat bahwa Melody mendarat tepat di atas kasur dengan mulus tanpa lecet bahkan tanpa membuat sang Duchess terbangun Devian bersorak girang seakan telah memasukkan bola ke dalam gawang di dalam final sebuah sepak bola.
Kebayang kan gimana girang dan senangnya dia?.
Berjalan mendekat dengan mood yang sudah lumayan baik Devian memakaikan selimit dengan benar kepada Melody dan segera saja keluar dari kamar tersebut tak lupa dirinya juga menutup pintu kamar tersebut.
"Oh Devian kamu sudah kembali?"tanya seseorang yang membuat Devian melirik kesumber suara.
Di sana tak jauh darinya dia bisa melihat Sir Galib yang sedang menatapnya.
Entahlah kenapa melihat Sir Galib membuat mood nya kembali hancur bahkan senyum girang yang ada di bibirnya kini sudah hilang lagi dalam sekejap mata.
"Ck, tentu saja memangnya kamu kira aku tak akan pulang apa?!"jengkel Devian.
Hal tersebut tentu bisa di lihat oleh Sir Galib apa lagi saat dirinya melihat Devian yang langsung saja pergi meninggalkan dirinya setelah mengatakan hal tersebut.
Sir Galib yang melihat itu hanya bisa tersenyum maklum, soalnya salahnya juga yang pergi untuk pulang dahulu tanpa membantu anak itu dalan menyelesaikan masalah.
Melody yang kini terbangun setelah beberapa menit tertidur di atas kasur kini segera bangun.
"Si4l!, bagaimana mungkin aku bisa ada di sini hari ini kan aku ingin pulang aku kudu cepat berkemas-kemas"ujar Melody dan segera saja pergi mengemasi semua barangnya.
Setelah mengemasi semua barang Melody sdgera keluar dari kamar sambil berteriak.
"Semuanya ayo segera pergi!!"teriaknya menggunakan mana sehingga seluruh Mension tersebut bisa mendengarnya bahkan Sir Gio yang sedang tertidur dengan nyeyak di dalam kamarnya kini segera terbangun dan berlari menuju halaman Mension dia bahkan tak memiliki waktu untuk bersiap-siap.
Dan hanya memakai celana hitam panjang serta kemeja putihnya.
Sampai di depan segera saja semua barang-barang di masukkan kedalam kereta kuda namun kali ini kereta kuda yang ada bertambah, dan Melody sendiri kini menaiki kuda dari Mension tersebut.
__ADS_1
"Si4l!, si4l!, si4l!, aku sedang tidur kenapa harus pergi secepat ini?"gumam Sir Gio yang kesal karena waktu tidurnya di ganggu.
"Ck!, padahal aku baru mau mandi"ujar Devian yang sekali-kali mencium badannya yang bau asam.
"....."Sir Galib sendiri kini dia dengan elegan sudah ada di atas kuda miliknya, yah karena sedaru tadi dia sudah membereskan semua barang-barangnya, dia tau kalau hal seperti ini akan terjadi.
Akhirnya kereta bergerak menuju teleportasi.
Sampai di sana rupanya mereka sudah di tunggu oleh banyak penyihir.
Turun dari kuda Melody segera saja di sambut oleh mereka semua.
"Selamat datang Yang Mulia"ujar mereka memberi salam.
Tak menjawab Melody malah berjalan kearah ketua dari Penyihir tersebut.
"Apa semuanya sudah siap?"tanya Melody
"Ya Yang Mulia sekarang ini bisa di gunakan"ujar Penyihir tersebut.
Kini teleportasi tersebut bersinar terang sebelum melody dan yang lain nya segera saja menghilang.
Dalam sekejap mata juga kini pemandangan yang di lihat oleh mereka semua segera saja berubah itu bukan lagi Istana Kekaisaran atau pun ibu kota melainkan sebuah hutan dekat dengan Duchy.
Sampai di sana mereka segera saja berjalan untuk puoang ke Mension Duchess.
Waktu sudah menjelang malam dan mereka yakin bahwa mungkin kini sudah jam 11 atau mungkin jam 12 malam dan mereka rasa semua orang di Duchy sudah tertidur.
Kini kereta kuda serta kuda mereka melewati jalanan sepi maklum saja semua orang jam segitu sudah tertidur lelap di dalam rumah mereka masing-masing.
Bahkan saat mereka sudah sampai di depan Mension hanya penjaga gerbang yang sudah mengantuklah yang menyambut mereka.
"Salam Yang Mulia Duchess"ucap kedua penjaga tersebut mempersilakan mereka semua masuk ke dalam.
__ADS_1
Setelah semuanya masuk ke dalam gerbang Mension tersebut kembali di tutup dengan sempurna.
Karena sudah tak ada lagi pelayan yang bangun pada saat itu mereka semua akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam tanpa mengelurkan semua barang-barang yang ada.
"Tinggal saja semuanya besok kita urus, ini sudah malam jadi semuanya lebih baik kembali kekamar masing-masing dan tidurlah"ujar Melody dan segera berlaku pergi.
Mereka jelas sekali nampak sangat lesu sehingga tidak ada yang berkomentar dan akhirnya mereka juga pulang ke kamar masing-masing.
Pagi hari sudah tiba Melody masih saja berbalut dengan selimut sedangkan Sir Gio, Sir Devian dan juga Sir Galib mereka sudah rapih dan bahkan sudah membagikan semua hadiah kepada semua orang yang ada.
"Sir dimana Duchess?, kami sama sekali tak bisa melihatnya dari tadi?"tanya seseorang Prajurit di sana.
"Duchess sedang sibuk jadi beliau menyuruh kami untuk membagikan hadiahnya"jawab Sir Galib mencari alasan.
Sebenarnya mereka sudah lama menunggu namun Duchess mereka itu tak bangun-bangun hingga siang hari jadi Delice menyuruh mereka membagian semuanya saja.
"Oh begitukah?, aku yakin Duchess sangat sibuk pasti beliau sangat stress dan lelah kan Sir?"tanya yang lainnya merasa khawatir.
"Iya kamu benar dia bahkan sudah tak seperti makhluk hidup"ujar Sir Gio tak salah pasalnya mana ada orang yang bisa tidur begitu lama sepertinya itu.
"Kasian sekali, oh ya Sir ada titipan dari Istri ku dia bilang ini buat Duchess, ini adalah ramuan khas di Duchy Salvier ini mereka berkata bahwa ini sangat bagus bagi perempuan"ujar Prajurit tersebut sambil menyerahkah sebuah rantan.
"Oh ya terima kasih pak"ujar Devian menerima ramuan tersebut.
Dari baunya saj Devian tau kalau itu sangat pahit dia yakin Melody tak ingin meminuknya tapi tenang saja Devian bisa memaksanya untuk minum bahkan jika kalau dia sama sekali tak ingin melakukannya.
Diam-diam seringan jahat terukir di bibirnya.
"Maaf apa aku bisa menambahkan obat lain ke dalamnya?"tanya Devian.
Hal tersebut tentu saja membuat yabg lain bingung.
"Apa yang ingin anda tambahkan Sir?"tanya Prajurit tersebut.
__ADS_1
"Hanya vitamin saja kok"ujar Devian.
"Tentu saja boleh Vitamin juga bagus untuk tubuh"ujar Prajurit tersebut.