Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 59


__ADS_3

"Suruh mereka masuk!"ucap Kaisar yang terlihat begitu gelagapan.


Melody yang melihat itu mulai menyeringai lebar selebar-lebarnya yang dia bisa, entah kenapa saat ini dia merasa senang melihat kakaknya itu kesusahan, hihihi dia tak sabar, tanpa sadar dia menggosokkan kedua tangannya dan menjilat bibirnya dengan nikmat, seakan-akan di depan nya saat ini ada makanan yang enak dan siap santap.


Duke Carvalo, Duke Milian, dan Duke Aster serta Pejabat dan Bangsawan yang melihat ekspresi Duchess Salvier kini hanya memasang wajah datar, mereka tak menyangka bahwa Duchess Salvier begitu akan bersemangat untuk hal melihat kakak tertuanya menderita.


"Baik Yang Mulia"ucap Penjaga tersebut dan segera undur diri untuk mempersilakan Rosalina dan suaminya itu masuk ke dalam aula.


"Kakak aku tunggu hidangannya"ucap Melody senang tanpa menatap kakaknya dan hanya memperhatikan setiap langkah dari Pengawal yang kini berjalan ke arah pintu aula dia tak sabar.


Sedangkan Kaisar yang mendengar itu entah kenapa saat ini dia sudah lemah dan lemas di atas singgasana dia tak tau kenapa hal buruk begitu suka sekali menghampiri serta mengikutinya apa jangan-jangan dia sebenarnya ketempelan hantu pembawa si4l!?.


"Ahh~, bunuh saja aku"lirih Kaisar dia saat ini sedang meratapi nasibnya yang begitu malang.


Melody yang mendengar apa yang di ucapkan oleh Kaisar hanya tersenyum, rasanya Kaisar ini tak memiliki wibawa sama sekali.


"Yang Mulia Putra Mahkota Allan Van BlackVall, dan Putri Mahkota Rosalina Van BlackVall memasuki aula!!"sebuah teriakan yang sama sekali tak di tunggu-tunggu oleh Kaisar kini terdengar.


Padahal Kaisar berharap agar adiknya itu merasa mual atau sakit perut agar tak jadi masuk ke dalam sini tapi apa boleh buat dan di kata harapannya itu sama sekali tak terwujud.


Sosok Pangeran Al dan Rosalina kini terlihat memasuki aula dan segera berjalan ke arah Kaisar sebelum membungkuk hormat sedikit kepada nya.


"Hormat untuk Yang Mulia Kaisar Damian Van BlueMoon!"ucap keduanya singkat sebelum kembali memgangkat kepalanya lagi.


"Iya, ada keperluan apa kamu kemari Putra Mahkota Allan dan Putri Mahkota Rosalina?"tanya Kaisar yang sekarang ini berusaha bersikap sebaik dan sewibawa mungkin.


Namun kewibaan nya itu segera hancur lebur bagai bubur saat matanya bertatapan dengan mata tajam nan menakutkan milik Rosalina yang menatapkan seakan-akan ingin membunuhnya itu.

__ADS_1


Gleg~


Tanpa sadar Kaisar saat ini menelan air liur nya dia snhat gugup!.


"Kakak! Kenapa kamu berfikir untuk mengirim Melody ke sana!?, aku sama sekali tak setuju!"teriak Rosalina.


"Ya aku juga!"


Mendengar suara itu semuanya kini melihat ke arah pintu di mana di sana berdiri Isabella yang kini sedang memegang kedua daun pintu dengan kedua Pengawal yang kini memeluk kakinya sambil menangis memohon-mohon agar Putri Isabella tak masuk atau berhenti, namun tetap saja Isabella tak mau mendengarnya.


Kaisar yang melihat itu hanya bisa menghela nafas sambil menepuk jidatnya lelah dan tak habis pikir, sekarang karena kejadian ini Kaisar menetapkan pikirannya untuk menikahkan Isabella secepatnya terserah mau dengan siapa saja dia tak perduli yang penting secepat nya!.


"Isabella?"lirih Kaisar sudahlah otak dan kepalanya mau meledak.


"Kak Rosalina apa kau tau kak, bajing4n gila itu sungguh terlalu kejam!, bagaimana mungkin tega-teganya dia mau mengirim adik bungsu ke 'Dunia Rahasia', dia pikir di sana itu aman apa?!!"teraknya tak sopan sambil menujuk Kaisar secara terang-terangan.


"Aku tau hal itu, dan itulah alasanku hari ini ada di sini"ucap Rosalina menatap adik nya itu.


Namun berbeda dengan mereka semua kini Pangeran Al malah menatap Melody, dari tatapan nya jelas sekali bahqa saat ini dia sedang menilai Melody.


Dia sedang berfikir bahwa, ternyata seperti ini wajah orang yang menolak menikah dengan nya, dia berfikir bahwa Melody sangat cantik bahkan lebih cantik dari Rosalina tapi dia tau bahwa Melody sangat licik dan menyeramkan hanya dalam sekali pandang, dan dalan hati dia bersyukur yang datang sebagai istrinya Rosalina dan bukan adiknya yang bernama Melody.


Huftt~


Tanpa sadar kini mata keduanya bertemu Melody hanya mengkat satu alisnya dan Pangeran Al sendiri hanya menatap datar tanpa emosi sama sekali.


Oh ya dari apa yang Pangeran Al dengar juga kayanya Melody ini sudah jadi Duchess Utara karena menolak menikah dengan nya, sungguh kasian anak itu padahal masih muda, untuk hal ini Pangeran Al merasa iba kepada Melody.

__ADS_1


Dan juga dia dengar bahwa Melody baru berumur belasan tahun, setelah di ingat lagi sepertinya dia sempat marah-marah karena akan menikah dengan anak kecil yang jelas-jelas umurnya 12 tahun lebih muda darinya bukan kah dia nantinya jika menikah dengan nya akan terlihat seperti pandofil?.


Ok ini adalah hal yang pantut di ayukuri untuk kedua kalinya.


Sedangkan hal yang di pikirkan Melody saat melihat Pangeran Al juga penampilannya, menurutnya Pangeran Al ini memiliki wajah yang sebanding dengan Sir Alex, Sir Gio, Sir Galon, Sir Galib, dan juga Sir Delice tapi dia memiliki wajah datar yang dingin.


Tapi jujur saja anak bau kencur (Devian) itu masih menang beberapa poin dari dirinya.


Dari kelihatannya dia cukup mencintai kakak nya maka itu hal baik, tapi wajah dinginnya itu nilai minus baginya, dia lebih suka anak yang ceria dan cerah dan rada somplak, yah pokoknya yang 11 12 lah sama dia, jadi Melody beruntung menolak pernikahan itu karena jujur saja Pangeran Al ini bukan tipenya.


"Tenanglah kalian berdua"ucap Kaisar yang entah kenapa merasa dirinya bertambah tua beberapa abad.


Mendengar suara itu keduanya kini saling memalingkan wajah mereka berdua sibuk dan fokus menilai hingga tak memperhatikan perdebatan antara Rosalina, Isabella Vs Kaisar Damian.


"Tenang bagaimana kami mau tenang hah!, dasar kakak tak berguna!"teriak Isabella sebal sesebal-sebalnya, sambil bersedekap dada.


Malihat kakaknya Kaisar sepertinya kewalahan sepertinya dia harus membantu nya agar cepat selesai perdebatan ini karena kalau di lihat di bagian sana di mana para Penyihir Kekaisaran berada sebentar lagi itu akan siap.


"Kedua kakak mohon tenang lah"ucap Melody lembut sambil berjalan turun melewati tangga.


"Aku tak apa, lagi pula jika aku tak ingin pergi maka kak Damian juga tak bisa membujukku dengan paksa, karena kak Rexid ada di pihak ku"ucap Melody santai.


"Lalu bagaimana jika Kak Damian memaksamu?!"ucap Rosalina sambil memegang kedua pundak adiknya itu.


"Kakak" ucap Melody sambil melepas tangan kakaknya itu dari pundaknya dan menggenggamnya.


"Kak Rexid bukan lah orang yang mudah, jika itu terjadi aku yakin kepala Kak Damian akan terlebih dahulu menggelinding di tanah"ucap Melody dengan senyum manis.

__ADS_1


Mendengar hal tersebut Damian tanpa sadar menelan ludahnya lagi sambil memegang kepalanya bayangan Rexid memenggal kepalanya kini sekan ada di depan nya.


__ADS_2