
Setelah mendapatkan panggilan serta informasi dari Melody, dan Rexid, Damian segera melakukan rapat penting dengan para Bangsawan dan Penjabat yang ada.
Ruangan itu nampak begitu serius dengan semua wajah yang hadir yang sangat tegang mereka merasa was-was akan apa yang akan terjadi saat ini, rasanya jarang Kaisar melakukan panggilan dan rapat yang amat mendadak seperti ini.
"Menurutmu kali ini ada apa?"tanya seorang Bangsawan dengan wajah tegang.
"Aku juga masih menebaknya"jawab yang lain nya.
"Kita tak mungkin akan berperang lagi kan?"tanya seseorang Pejabat yang bertugas dalam hubungan diplomat luar negeri.
"Sepertinya tidak jika itu perang maka semua penguasa di Kekaisaran akan di undang ke Istana untuk membahasnya"jawab seorang Pejabat kemiliteran.
"Benar ini pasti suatu hal yang lain yang amat penting dan tak bisa di tunda-tunda lagi"jawab Mentri Politik Duke Carvalo.
Tak lama sebuah teriakan yang menyuarakan kedatangan Kaisara membuat mereka semua serentak berdiri dari tempat duduk masing-masing.
"Yang Mulia Kaisar Damian Van BlueMoon memasuki ruangan rapat!!!!"
"Memberi hormat kepada matahari Kekaisaran BlueMoon, Kaisar Damian Van BlueMoon!!"ucap semua yang ada di ruangan sambil memberi salam kepada Damian secara serempak.
"Ya baiklah cukup, silakan duduk kembali"ucap Kaisar sambil mengangkat satu tangannya untuk memberi tau bahwa mereka semua sudah boleh duduk, sebelum dirinya duduk di kuris nya sendiri.
"Terima kasih atas kemurahan hati Yang Mulia Kaisar"ucap semua orang yang segsra duduk kembali di kuris masing-masing.
"Baik apa bisa kita mulai sekarang?"tanya Damian.
Semuanya mengangguk dengan mantap.
"Baik sebelum itu apa kalian tau kenapa aku mengumpulkan kalian semua?"tanya Damian.
__ADS_1
"Tidak Yang Mulia"ucap mereka.
Sebagian ada yang menjawab, sebagian lagi ada yang menggeleng tak tau apa-apa, dan sebagian lagi hanya diam menyerap semua informasi yang ada.
"Kalian tau penghalang yang menjadi benteng bagi ibu kota Kekaisaran dari hutan monster?"tanya Kaisar.
"Tentu saja kami tau dengan jelas akan hal itu Yang Mulia"ucap Duke Carvalo.
"Hah~, itu dia masalahnya, panghalang itu sekarang melemah dan bisa di pastikan bahwa pada gelombang kali mungkin penglang itu tak akan sanggup menanggungnya"ucap Damian.
Yang membuat suasana di dalam ruang rapat menjadi sangat tegang, mereka tau apa artinya itu, bahwa Kekaisaran saat ini ada dalam masa kritis yang berbahaya.
Jika penghalang itu hilang maka gelombang monster akan datang juga ke ibu kota, dan jumlah sebegitu banyak nya sama sekali tak bisa mereka hadapi.
"Aku mendapatkan informasi terswbut dari Duchess Salvier dan Pengeran ke 2, mereka mengatakan bahwa penghalang itu sudah terlalu kuno sehingga sedikut demi sedikit kini terkikis dan mulai menghilang, Duchess Salvier sama sekali tak bisa memperbaikinya karena itu di butuhkan mantra nya, sedangkan mantra yang tersimpan di Duchy Utara sudah hilang"
"Dan hanya ada satu cara saat ini yaitu membawa buku sihir yang asli, dan itu semua ada di 'Dunia Rahasia'"
"Dan sebagian dari kalian di sini pasti sudah tau abjqa 'Dunia Rahasia' hanya bisa di masuki oleh Kaisar_"kalimat Damian kini terpotong oleh Duke Milian, dan Duke Carvalo yang tiba-tiba berdiri dan menentang hal tersebut.
"Tidak bisa Yang Mulia, anda tak boleh pergi!"ucap Duke Carvalo.
"Benar Yang Mulia, itu terlalu berisiko bagi anda, dan juga siapa yang akan memerintah Kekaisaran ini saat anda pergi"ucap Duke Milian.
Dia sama sekali tak bisa membiarkan Kaisar pergi untuk saat ini, jika Yang Mulia pergi maka JandaPermaisuri 1 pasti akan mengambil peluang ini untuk menggantikan posisi Kaisar untuk semenatar waktu, dan apa bila itu terjadi hal yang dia takutkan adalah Janda Permaisuri 1 akan merusak semya usaha Kaisar dan dia dalam mengambil semua hak-hak yang ada di tangan Janda Permaisuri 1.
Menghela nafas Damian tau apa yang di pikirkan oleh Duke Milian tapi saat ini dia tak bisa egois sama sekali, saat ini kehidupan dan kesejahteraan rakyat sedang di pertaruhkan.
"Aku tau kalian akan menentangnya tapu kehidupan semua rakyat Kekaisaran di pertaruhkan saat ini"ucap Kaisar dengan tegas, kalimat itu rupanya cukup membuat semua kembali berfikir keras.
__ADS_1
"Huft~, lalu siapa yang akan anda tunjuk sebagai penguasa sementara?"tanya Duke Carvalo.
Mendengar pertanyaan itu Kaisar tersenyum ini adalah pertanyaan yang dia tunggu-tunggu.
"Entahlah, Pengeran ke 2 sama sekali tak cocok dengan jabatan ini, Pangeran ke 3 saat ini sedang ada urusan luar negeri dan tak mungkin memintanya untuk kembali, sedangkan Putri Ke 3 dia tak memiliki kemampuan untuk hal itu, sedangkan Janda Permaisuri 1, dia sama sekali juga tak cocok, dan aky yakin dari kalian semua banyak yang akan menantangnya"ucap Kaisar memandang mereka samua.
Semua yang ada di ruangan itu mengguk setuju, Janda Permaisuri 1 memang kuat dan berkuasa tapi sifatnya yang sombong, dan licik membuatnya tak di sukai banyak Pejabat dan Bangsawan.
"Jadi Yang Mulia siapa yang akan anda tunjuk?"tanya seorang Pejabat.
"Itulah alasan aku mengumpulkan kalian semua karena aku juga tak tau mau menujuk siapa"ucap Kaisar dengan senyum cerah nya.
"Hufttt~, bagiamana dengan Duke Milian dia cukup baik untuk jadi Kaisar sementara"usul seorang Bangsawan.
"Saya tidak setuju, lagi pula Duke Milian memiliki terlalu banyak pekerjaan apa kamu tega menyiksanya?"ucap Bangsawan lain nya.
"Lalu siapa?, Duke Carvalo?"ucap seorang Pejabat yang juga merasa bingung.
Kini perdebatan terjadi di antara para Bangsawan dan Pejabat mereka memperdebatkan tentang siapa yang akan menjadi Kaisar sementara sementara Kaisar pergi.
Bahkan tempat rapat itu menjadi seperti medan peperangan dengan banyaknya perdebatan yang bahkan seperti memojokkan lawan nya.
Kaisar yang mendengarkan semua itu merasa sangat pusing, di Kekaisarannya ini entah kenapa tak ada yang mau jadi Kaisar, betapa susahnya.
"Ehem!, maaf Yang Mulia"seseorang kini mengangkat tangannya membuat semua orang menatap kearahnya.
Dia arah Marques Mathina.
"Ya, Marques apa anda memiliki usulan?"tanya Kaisar.
__ADS_1
"Yang Mulia bukankah, syarat untuk masuk ke 'Dunia Rahasia' adalah 'asalakan seseorang itu darah Kekaisaran BlueMoon, seorang Pejuang, dan Pendekar yang hebat, dan juga memiliki Mahkota di kepalanya maka dia lah yang bisa masuk tau berhak atas 'Dunia Rahasia', yang berarti tidak bahwa tidak usah seorang Kaisar yang harus pergi tapi cukup kirim saja seseorang darah Kekaisaran dan nobatkan dia sebagai Kaisar sementara maka dia memiliki kualifikasi untuk masuk 'Dunia Rahasia'"ucap Marques Marhina yang membuat semua kembali berfikir.
Jika di pikirkan itu benar juga, apa lagi kalimat 'Pejuang, dan Pendekar hebat' sama sekali bukan Kaisar yabg sekarang.