Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 49


__ADS_3

"Kau sudah bertanya kepada semua orang?, termasuk orang-orang yang bekerja pada Duke sebelumnya?"tanya Rexid.


"Sudah Yang Mulia jawaban mereka sama yaitu 'tidak tau' "jawab Delice sungguh-sungguh rasanya dia ingin berhenti berbicara saat ini dia lelah merangkai kata dan juga mengucapkan kata itu butuh energi ok.


"Kak bisa kita lanjutkan saja, aku mulai bosan mendnegar pembicaraan mu"ucap Melody sambil mengorek telingannya yang gatal dengan bulu ayam yang tak tau dia dapat dari mana.


Rexid yang melihat adiknya begitu tak memiliki etika seketika berteriak kesal.


"Apa yang kau lakukan!"teriaknya.


Sedangkan yang diteriaki tak perduli sama sekali dan kembali melanjutkan aktivitasnya, entah kenapa saat ini dia lumayan bisa mengendalikan tubuh ini untuk tidak terlalu patuh akan etika Kekaisaran namun itu hanya terkadang saja.


Malihat bahwa Melody sama sekali tak menghiraukan nya membuat Rexid naik pitam dan segera bangun dari duduk nya, merebut bulu ayam dari tangan Melody dengan kesal Rexid melemparnya ke tanah dan menginjak-inginjak nya seakan-akan dia memiliki dendam dengan bulu ayam tersebut.


Delice yang melihat ini hanya menatap datar tingkah Rexid dan menghela nafas lelah entah kenapa dia merasa kehidupannya tak akan tenang lagi.


Setelah puas menginjak-injak bulu ayam itu dia segera kembali duduk dengan sombong tak lupa senyum puas yang terpancar di wajah nya begitu menyilaukan mata yang menatapnya.


"Jadi bisa kita lanjutkan?"tanya Delice.


"Ya, lanjut"ucap Melody yang kini juga mulai fokus tangannya kini secara perlahan membuka perbannya itu dan menaruhnya  di atas meja.


Bidak-bidak kini mulai di tata kembali dan mulai menerangkan kondisi wilayah sekitar.


"Seperti yang Yang Mulia berdua ketahui bahwa wilayah Utara dekat dengan hutan monster sehingga setiap tahun nya kami selalu mengirim pasukan untuk melakukan pembasmian"


"Baru-baru beberapa mata-mata kita menemukan hal aneh itu seperti fenomena yang amat langka, di mana akan di prediksi busa saja jelombang monster saat ini akan lebih besar sekalanya, dan itu di buktikan dengan dua gelombang yang datang kemarin dan tadi itu 2 x lipat lebih banyak dari biasanya"jelas Delice.

__ADS_1


Melody hanya mengangguk dia tau akan masalah ini karena Dekice sudah memberi laporan kepada nya hanya saja dia berfikir bahwa tak perduki berapa banyak monster yang datang dia bisa menghadapi semuanya dengan mudah, dia cukup percaya diri dengan kemampuan tubuhnya itu.


"Tunggu sebentar gelombang monster kali ini lebih banyak?"tanya Rexid serius.


"Ya, Yang Mulia"jawab Delice.


"Apa kamu sudah mengirim orang untuk mengecek akar masalahnya?"tanya Rexid memandang Melody.


"Sudah, itu terjadi karena gerbang monster yang terbuka lebih lebar dari biasanya, aku juga sudah mengirim permintaan bantuan pada asosiasi penyihir untuk setidaknya menyegel atau memperkecil gerbang itu"jawab Melody.


"Kau bertindak lebih cepat ternyata"puji Rexid.


"Tentu saja ini masalah yang kritis orang bod0h pun akan tau, jika wilayah Utara sampai kebobolan yang akan hancur bukan hanya wilayah ini saja tapi semua bagian Kekaisaran akan hancur, mungkin saat ini tak apa-apa karena ada yang penghalang yang memblokir semuanya untuk masuk ke ibu lita Kekaisaran, tapi penghalang itu semakin lemah"jawab Melody.


"Penghalang itu melemah?"tanya Rexid.


"Ya aku menyadarinya saat akan ke Utara, tak heran si soalnya penghalang itu sudah sangat kuno sekali"kata Melody masa bodo seperti tak perduli sama sekali.


"Apa kau bisa memperbaikinya Yang Mulia?"tanya kesatria Rexid kepada Melody dia tau bahwa Melody adalah seorang penyihir terbaik Milik Kekaisaran.


"Sayangnya tidak, sihir itu terlalu kuno aku sama sekali tidak bisa memahaminya walaupun itu hanya bait pertama"jawab Melody apa adanya, ya sihir itu terlalu kuno.


"Apa tidak ada cara?"tanya Kesatria Rexid lagi.


"Ada temukan sihirnya"jawab Melody apa ada nya.


Mendengar jawaban Melody membuat seketika semua orang yang ada di dalam ruangan itu mendadak lesu, mereka tau bahwa itu akan sulit.

__ADS_1


"Kau sudah mencari cara?"tanya Rexid dia berharap akan ada harapan.


"Ya, tapi sayang aku terlambat buku itu sudah di makan rayap"jawab Melody apa anda yang lagi-lagi membuat suasana di dalam sana sangat lesu.


"Tapi Yang Mulia bagaimana itu masuk akal buku sihir tak akan bisa di makan rayap!"ucap Kesatria Rexid.


Semua yang mendengar perkataan itu langsing melijat kearah Melody lagi.


"Memang tapi sayangnnya itu hanya buku biasa karena mantra itu hanya salinan nya saja yang asli aku tak tau ada di mana, dan kata penjaga perpustaakan salinan itu hanya di miliki oleh Duchy Utara saja"ucap Melody.


Lagi-lagi suasana harapan kini turun dengan drastis lagi, melihat semuanya hanya nampak tak ada nyawa lagi kini Melody mengucapkan kalimat yang tersangkut di tenggorokannya.


"Sebenarnya Kekaisaran mungkin punya"ucap Melody lagi yang membuat harapan semua orang kembali dan menatap Melody menunggu jawaban yang pasti.


"Tapi itu ada di 'Dunia Rahasia', dan seperti yang kita ketahui bahwa 'Dunia Rahasia' hanya bisa di masuki oleh Kaisar"ucap Melody.


Mendengar apa yang di katakan Melody Delice dan Kesatria Rexid merasa putus aja siapa yang tak tau apa itu 'Dunia Rahasia', itu adalah hutan rimba dan alam kematian bagi semua makhluk, tak mungkin akan ada yang selamat setelah masuk ke sana dan meeka juga berfikir bahwa mungkin saja para Pejabat tak akan mengijin kan Yang Mulia Kaisar untuk pergi ke sana.


"Kita bisa kirim Kakak Pertama kesana"ucap Rexid sungguh-sungguh  dia sangat serius.


"Lalu siapa yang akan mengurus istana apa kau mau?"tanya Melody dia tau kakak nya tak akan mau.


"Ugh!, mana mungkin lebih baik aku berguling-guling di medan perang saja seumur hidupku"ucap Rexid dia sungguh tak sudi.


"Lagi pula apa gunanya seorang pangeran ketiga itu, dia hanya makan, tidur dan hanya bergosip seperti wanita di sana"ucap Rexid dengan nada sarkas.


"Kalau begitu sudah di putuskan ayo kirim Kaisar pergi dan jadikan kakak ke tiga sebagai Kaisar sementara"ujar Melody dengan seringan di bibirnya.

__ADS_1


Ternyata bukan hanya dia tapi Rexid juga memiliki senyum yang sama, siapa sangka babwa senyum keduanya membuat dua orang kesatria lainnya merasa ngeri sendiri.


Dalam hati mereka berdua kini mereka berharap semoga Yang Mulia Pangeran ketiga bisa tennag di alam sana, mereka sungguh sudah bersiap untuk menaburkan bunga mawar dan melati di atas kuburan pangeran ketuga sebagai tanda penghormatan, tapi sepertinya meraka akan membeki buang untuk dua kuburan yaitu Kaisar dan Pangeran ketiga.


__ADS_2