Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 57


__ADS_3

Dengan hati-hati Melody memgangkat tangan kakaknya itu dan berjalan keluar tenda tanpa membuat keberisikan rupanya di depan tenda Rexid kini semua Pasukanya sudah menunggunya di sana bahkan ada Sir Delice, Sir Galib, Sir  Galon, serta Sie Alex yang sudah berdiri di sana seakan-akan mereka tau bahwa dia akan pergi malam ini juga di sana dia bahkan bisa melihat kuda milik Rexid yang kini menjadi miliknya di pegang oleh Sir Delice.


"Kalian menungguku?"tanya Melody dia sangat terkejut dia tak menyangka semua begitu antusias akan kepergiannya.


"Yang Mulia kami tau anda pasti akan pergi malam ini jadi pergilah urusan di sini serahkan pada kami semua "ucap Sir Galon.


"Iya Yang Mulia masalah Pangeran Rexid nanti biar saya yang akan mengurusnya, palingan itu hanya duel hingga saya babak belur dan berbaring di ranjang selama 10 hari, tapi Yang Mulia Duchess tenang saja saya sudah terbiasa"ucap Sir Galib yang kalimatnya membuat semua orang salah paham.


Dia ini mau menenagkan atau mau gimana sih?!.


"Pergi lah Yang Mulia Duchess Kekaisaran menunggu anda"ucap Sir Alex dengan wajah datar.


"Yang Mulia Duchess ini bukan seperti yang anda pikirkan bahwa kami sangat antusias akan kepergian anda"ucap Sir Delice.


Mendengar pernyataan Delice Melody cukup terkejut bagiamana dia bisa tau apa yang di pikirkan saat ini?, ini luar biasa!, atau jangan-jangan pikiran Melody yang dulu juga sama sepertinya?, entah lah pengetahuannya tentang Melody masih terlalu dangkal.


"Tapi kami tau bahwa Yang Mulia akan melakukan sebuah tugas yang mulia jadi kami kemari hanya ingin melepas kepergian Yang Mulia dengan hormat, serahkan semuanya kepada kami, dan masalah strategi tolong percaya juga kepada Pangeran Rexid saya yakin dia pasti bisa di andalkan"


"Lalu jangan terlalu khawatir di sana, jangan pikirkan kami, kami tak akan kekuarangan Pasukan atau pula kekuatan, Sir Gio sudah sadar dan di katakan dia akan menyusul ke sini, dan Sir Devian juga dia sudah dalam perjalanan kembali membawa harta yang anda cintai itu Yang Mulia jadi jangan khawatir, kembalilah saja dengan selamat agar anda bisa bercinta dengan 'Harta anda'"ucap Delice panjang lebar sambil terus menekan kata harta.


Melody yang mendengar kalimat harta di buat begitu ambigu tidak tau harus menangis atau tertawa, namun yang pasti dia ingin mutah darah sekarang juga, Delice ini jarang ngomong tapi sekali ngomong minta di pukul.


Sedangkan para Pasukan Utara dan Kesatria Utara hanya bisa menahan senyum mereka semua, meraka tak boleh tertawa ok, mereka tau seberapa besar cinta Yang Mulia Duchess kepada hartanya, bahkan di katakan saat Yang Mulia menjual semua emasnya beliau menangis namun tetap saja di jual, namun secinta-cintanya Duchess mereka kepada harta itu tak lebih besar dari cintanya terhadap rajyat nya.


"Baik aku akan pulang dengan selamat dan cepat, di saat aku kembali aku harap berburuan monster sudah selesai dan telah damai, dan aku juga berharap pembangunan di Duchy Utara sudah selesai di garap, dan aku juga kan menunggu hartaku menumpuk di gudang"ucap Melody yang kini bahkan tanpa malu memberi isyarat bahwa dia matre.


"Tentu"jawab Sir Galib mewakili Delice yang kini memasang wajah datar dengan sorot mata malas, dia tau bahwa saat ini Delice sudah malas untuk berbicara lebih lanjut.

__ADS_1


Menghampiri kudanya kini Melody segera naik ke atasnya dan memancu kuda dengan kecepatan tinggi.


Para Pasukan yang ada hanya bisa melihat sosoknya yang kini mulai menjauh, saat di rasa bahwa Tuan mereka jauh barulaj pada saat itu semuanya mulai mengeluarkan sapu tangan dan mulai mengelap air mata serta ingus yang keluar.


Shottttt!!!


Hik


Hisk!


Hiks!


Shoottt!


"Yang Mulia Duchess kita akhirnya pergi"


Hiks!


"Huhuhuhu~~, kenapa air mata ku tak mau berhenti!"


Hik!


Hiks!


"Yang Mulia Duchess Salvier cepatlah kembali!, kami kangen!"


Padahal baru di tinggal belum ada lima menit namun semuanya nampak sudah kacau bahkan ada yang menangis sambil berteriak kangen atau apalah itu.

__ADS_1


Sedangkan Sir Alex dan Pasukan yang di kirim Kekaisaran hanya menatap datar semua orang yang ada, mereka tak tau apa yang terjadi saat ini kenapa semuanya seperti di tinggal mati saja!.


Paginya kini Melody sudah sampai di Kekaisaran berterima kasihlah pada sihir teleportasi nya itu, berkatnya dia bisa sampai di ibu kota dengan cepat.


Tidak ada yang berubah dari ibu kota semuanya masih sama mulai dari jalan beraspal yang sama, toko yang sama dan belum memiliki perubahan, air mancur yang sama serta para rakyat yang beraktivitas seperti biasanya tanpa rasa cemas atau khawatir sedikitpun, rasanya Dunia mereka sangat damai, iri nya hatinya~.


"Aku iri~, betapa beruntungnnya mereka yang hidup tampa beban"keluh Melody pasalnya dia kaya punya jabatan tinggi tapi tanggung jawabnya lebih besar dari pada seorang petani.


Kalau ingat hari-hari tanpa beban atau tanggung jawab dia teringat masa-masa waktu TK, dia ingat dia bebas bermain apa saja tanpa harus khawatir akan hari esok harus makan apa?, punya uang apa tidak?, dan juga tanpa khawatir bahwa besok akan kiamat, kalau di pikir hidupnya dulu memang tanpa beban ya bro.


Di perjalanan dirinya menjadi perhatian banyak rakyat karena wajahnya yang sangat cantik tersebut di tambah pakaian nya yang berbeda dari yang lainnya.


Hari ini dia memakai baju dengan warna perak, itu sangat bagus apa lagi itu cocok dengan rambut emasnya yang sama-sama bersinar.


"Ya Tuhan!, siapa gadis itu?, dia sangat cantik"ucap sesorang wanita terkagum-kagum.


"Pakaian apa itu?, aku baru pertama kali melihatnya, tapi jujur saja itu sangat cocok untuknya"


"Kamu benar, dia terlihat sangat berwibawa dengan pakaian itu"ucap yang lain mengangguk setuju.


"Tunggu_,sebentar?, bukankah warna rambut dan matanya itu lambang Kekaisaran BlueMoon?"mendengar hal itu semuanya kini sadar akan hal yang mereka lewatkan tentang penampilan gadis di depan nya.


"Apa dia anggota Kekaisaran?, aku baru melihatnya"


"Apa dia Putri itu!?, Putri yang kini jadi Duchess Utara, Yang Mulia Grand Duchess Utara Melody Calsion De Janeiro Relamond Salvier, atau Yang Mulia Putri Melody Van BlueMoon!!"teriak orang tersebut.


Teriakan itu rupanya membuat seisi ibu kora gempar, jika itu benar maka, itu adalah hal yang luar biasa, Putri Melody ternyata sangat cantik hingga julukan bunga Kekaisaran juga tak pantas untuknya.

__ADS_1


Mendengar bisikan-bisikan serta kegemparan di ibu kota Melody tetap pafa tujuanan nya yaitu ke Istana Kekaisaran, dan ayo jadi Kaisar.


Yah walaupun gelar itu hanya sementara dan untuk tiket masuk, terserahlah yang penting dia pernah jadi Kaisar toh.


__ADS_2