
Di sana kini hanya ada Melody ke tiga Sir, Duke Milian, para Kesatria Istana, Prajurit, Pengawal Duke dan Kaisar.
Membalikkan tubuhnya menghadap Kaisar kini tanpa menoleh Melody memberi perintah kepada semuanya yang ada di sana.
"Kalian semua pergilah kecuali Pangeran Rexid"perintah Melody.
Segera saja semuanya mengerti dan memberi salam sebelum pergi dari saya.
"Baik Yang Mulia Duchess!"ucap mereka bersama-sama.
Hening tak ada yang bergerak satu pun hingga akhirnya Melody lebih dekat lagi kearah Kaisar dan mendekapnya di lanjutkan dengan Rexid yang juga ikut ke dalam acara pelukan itu.
Kini kedua lelaki tersebut menangia sambil memeluknya namun Melody hanya diam membiarkan mereka melakukan apa pun yang mereka inginkan.
Hiks
Sob
Hiks
Sob
Sob
Hiks
Hiks
Kini aula tersebut hanya di isi oleh tangaisan mereka berdua.
Melody sendiri tak menyelahkan mereka berdua yang kini bertidak lemah karena bagaimana pun anak mana yang akan kuat dan tahan saat ibunya berbuat salah dan akan di hukum mati?, hanya anak yang memiliki penyakit mental serta trauma terhadap orang tuanya yang akan senang jika orang tua mereka akan di hukum mati.
Dan lagi Melody juga yakin sebenci-bencinya seorang anak kepada orangtua nya pasti masih ada setitik rasa sayang mereka walaupun itu sangat kecil dan mustahil untuk dirasakan tapi dia yakin sang anak pasti akan merasakan kekosongan itu entah kapan waktunya.
__ADS_1
Akan ada saatnya mereka merindukan mereka dan bahkan berharap mereka masih memiliki orang tua di samping mereka.
"Tidak apa-apa kak semuanya baik-baik saja, akting kalian sangat bagus hari ini sangat bagus, kalian benar-benar orang yang bijaksana dan adil, dan tak memandang apa pun di depan hukum"ujar Melody menenangkan mereka walaupun dia tak yakin kalau itu berarti.
Melody kini hanya bisa mengelus punggung Damian dan mengelus kepala Rexid yang kini menyembunyiman wajahnya di lehernya, Rexid saat ini memelukanya dari belakang sedangkan kakaknya Damian kini memeluk pinggangnya.
Skip.
Paginya kini Melody berjalan dengan santai mengelilingi Istana Kekaisaran tadi malam dia menginap di sini hal tersebut karena dia sudah mengantuk dan waktu juga sudah terlalu malam untuk melakukan sebuah perjalanan.
Dan benar saja kini kehebohan terjadi di ibu kota Kekaisaran dan bisa di pastikan bahwa bebarapa jam ke depan surat-surat kabar akan mencetak dan memberitakan semua itu dan pada akhirnya semua Kekaisaran akan tau akan hal tersebut.
Kakaknya sendiri Rexid kini sudah mengerahkan pasukan untuk menangkap sisa-sisa komplotan Iren tentu saja mereka semua harus di hukum dengan adil sesuai dengan kejahatan apa saja yang mereka lakukan, dan karena hal itu persidangan akan sangat sibuk untuk satu minggu kedepan.
Sejujurnya dia sempat kaget saat tau kalau kakaknya Rexid pergi di saat pagi-pagi sekali, Melody tau kenapa dia begitu pasti hanya untuk mengalihkan pikirannya.
Putri Roselina dan suaminya sudah pulang tadi pagi katanya dia sama sekali tak kuat jika harus melihat ibunya di seret keliling kota dan di hukum mati.
Putri Isabella sendiri kini dia malah melakukan eksperimen dari pagi yang meledakan tempatnya itu berkali-kali namun sepertinya dia sama sekali tak mau berhenti sepertinya alasannya sama seperti Rexid.
Bom!!
Sebuah kepulan hitam bisa terlihat dari tempat Melody berdiri dia sudah tau kalau kakaknya pasti gagal lagi.
"Sebenarnya kapan dia akan berhenti dia sudah membuat banyak asap hitam di pagi hari?!"ucapnya kesal tapi tetap tak berani menegur.
Sedangkan Pangeran Arsen dia malah pergi ke ruangan Kaisar dan mulai mengerjakan tugas yang ada di sana hal tersebut di karenakan dia harus menggantikan Kaisar yang saat ini tengah demam dengan mata sebam karena menangis sepanjang malam.
Entahlah mungkin sekarang yang normal hanya dirinya dan Janda Permaisuri 2.
"Apa lebih baik aku mengunjungi Kaisar saja siapa tau aku bisa membantu ibu ke 2 di sana"ujar Melody.
Ibu ke 2 adalah panggilan untuk Janda Permaisuri 2.
__ADS_1
Sampai di kamar Kaisar kini Melody membuka pintu tersebut dengan hati-hati di sana dia bisa melihat Janda Permaisuri 2 sedang mengganti kompres dari pada Kaisar.
"Melody kamu datang nak?"ucap wanita tersebut lembut saat menyadari Melody datang.
"Ya aku datang"balas Melody tak kalah lembut dengan senyumnya.
Dia ingat seperti apa Janda Permaisuri 2 ini berdasarkan ingatan Melody beliau adalah orang yang sangat baik kepada beliau juga adalah orang yang penuh akan kasih sayang, dia cukup menyukai ibu ke 2 nya ini.
"Aku khawatir dengan keadaan kakak, apa demamnya sudah turun bu?"tanya Melody cemas dan segara saja mendekat.
Helaan nafas kini terdengar dan gelengan kepala menjadi jawaban.
Melody yang mengerti itu juga menghela nafas, kakaknya ini dari semalam selalu saja mengigau tentang ibunya tersebut rasanya tak tega melihatnya seperti ini.
"Ibu pasti belum istirahat dari semalam bukan?, kembalilah bu biarkan aku yang merawat kakak ibu tenang saja aku memiliki banyak waktu di sini"ujar Melody lembut sambil mengelus tangan wanita tersebut pelan.
"Huftt~, ibu juga ingin begitu tapi meninggakan kakak mu sendiri rasanya ibu tak tega"ujar wanita tersebut dia sepertinya benar-benar cemas akan Kaisar.
"Tak apa bu aku bisa menjaga kakak dengan baik lagi pula aku bukan lagi anak kecil yang tak bisa apa-apa, ibu tak perlu khawatir jangan kan merawat orang demam bahkan sebuah Duchy pun aku pimpin dan kelola"sombong Melody.
Janda Permaisuri 2 yang mendengar itu hanya bisa tersenyum dan mengelus rambut Melody hingga ke pipinya.
"Baiklah kalau begitu ibu titip kakakmu jaga dia dengan baik, ibu akan pulang dan istirahat"ujar Janda Permaisuri 2 masih dengan senyumnya dan melangkah pergi dari saja.
Melody hanya berdiri sambil menatap punggung Janda Permaisuri 2 yang kini mejauh jelas sekali bahqa beliau sangat lelah.
"Bu~, ibu~"
Suara yang berasal dari Kaisar kini segara saja tersadar dan berbalik kearah kakaknya tersebut.
Menggenggang tangan kakaknya lebut kini dirinya berbisik lirih di telinganya Kaisar.
"Tak apa kak aku di sini tidurlah lagi aku tak akan kemana-mana, aku janji" ujar Melody lirih.
__ADS_1
Hal tersebut rupanya bisa membuat Kaisar kembali tenang dan kembali tidur, jadilah sepanjang hari ini dia merawat Kaisar di kamarnya tanpa keluar dari sana sedikitpun.
Malam kini sudah larut namun Melody sama sekali tak ada niat untuk kembali ke kamarnya sehingga dia kini dia tertidur di pinggir ranjang menjadikan kedua tangannya sebagai bantal.