
Kembali ke tempat yang tadi jujur saja hal ini membuat Devian bosan setengah mati dirinya bahkan kini menguap, sambil memperhatikan setiap hal yang di lakukan Melody di sana.
Dirinya bahkan tak memiliki perasaan ingin membantu dan hanya berdiri seperti patung di sana.
"Duchess ada hal yang ingin aku tanyakan"ujar Devian tiba-tiba membuat Melody menatap kearah nya.
"Apa itu?"tanya Melody.
"Dari mana kamu tau kalau itu tanah gabut?"tanya Devian terlihat sekali kalau kali ini dia cukup penasaran dari mana Melody dapat mengetahui hal seperti itu.
Mendengar itu Melody tersenyum.
"Tentu saja aku tau dari ciri-ciri nya, pertama tanahnya tak subur, ke dua basah, lumayan kegelapan, lunak dan yang rerpenting adalah memiliki tingkat keasaman yang tinggi"jelas Melody
Devian yang mendengar itu mengangguk.
"Dari mana kamu tau sebuah pengetahuan seperti ini?"tanya Devian dengan bingung.
"Hey Devian sini mendekat"bisik Melody.
Devian yang mendengar hal tersebut pun mendekat kearah Melody berjongkok di sampingnya.
Menarik Devian lebih dekat Melody mulai membasuk sesuatu kepada Devian.
"Jadi apa kamu tau 'Dunia Rahasia' di dalam nya ternyata ada Dimensi lain dan sebuah perpustakaan dengan banyak pengetahuan di seluruh Dimensi yang ada"ujar Melody.
Devian yang mendengar itu terlihat terkejut dan syok sambio menatap Melody dengan tak percaya dengan apa yang dia baru saja dengar.
"Yang benar?, lalu bagaimana keadaan Dimensi lain itu, apakah di sana keren?"tanya Devian penuh harap.
__ADS_1
Melody yang mendengar pertanyaan itu tersenyum simpul dia kini mengingat beberapa hal yang kenurutnya sangat luar biasa.
"Di sana sangat keren ada sesuatu yang di namakan mobil dan bisa bergerak dengan cepat di dalam nya juga ada orang nya itu seperti kereta kuda hanya saja itu lebih nyaman dari pada kereta"
"Selain itu di sana juga ada alat komunikasi tapi itu bukan sihir tapi sebuah alat yang di buat oleh manusia dengan kecerdasan mereka dan beberapa hukum fisika"jelas Melody.
Tentu saja hal tersebut membuat Devian kagum akan apa yang di bicarakan oleh Melody sepertinya sangat ingin untuk pergi ke sana, Melody dapat tau dari mata nya yang penuh akan tekad dan rasa penasaran yang tinggi.
"Selain itu yang terpenting adalah..."ujar Melody ia sengaja menggantung ucapannya hanya untuk melihat bagaimana reaksi Devian.
Benar saja ekspresi ingin tahu yang tinggi kini terlihat dengan jelas di wajah Devian.
"Di sana banyak pria tampan yang sesuai dengan tipe ku"ujar Melody dengan penuh kasih bahkan ekpresi wajah nya bisa terlihat malu-malu.
Devian yang mendengar hal itu hanya bisa melongo tak percaya dengan apa yang dia dengar dia bahkan kini mengorek kupingnya takut bahwa hal yang dia dengar itu salah namun apa daya hal tersebut ternyata benar.
"Duchess tolong ulangi lagi hal"ujar Devian dia masih berharap bahwa hal yang dia dengar itu tak benar.
"Banyak pria tampan di sana yang sesuai dengan tipe ku"ulang Melody menatap Devian yang kini nampak sadar bahwa hal tersebut memang benar apa adanya yang dia dengar.
Wajah kecut langsung saja tercetak di wajah Devian hatinya merasa kesal plus dongkol dengan apa yang baru saja terjadi padahal dia sudah menunggu jawaban tersebut tapi apa itu ternyata hal yang terpenting adalah banyak pria tampan di sana.
Melihat wajah kesal dan kecut itu Melody sangat puas rasanya menyenangkan melihat ekpresi wajah Devian saat ini.
"Ck hal konyol!, memangnya setampan apa mereka hingga membuat anda begitu tergila-gila apa lebih tampan dari ku?!"gerutu Devian kesal.
"Oh Devian yang manis tentu saja mereka lebih tampan dari mu tapi tenang saja masalah siapa yang paling manis aku akan memberikan mereka nikai 5 dan kamu nilai 10 dari 10!"ujar Melody menggebu-gebu.
Sekali lagi Devian nampak kesal.
__ADS_1
"Siapa yang manis!, aku tak manis!, aku ini tampan!"bantah Devian dan pergi dari sana meninggalkan Melody sendirian yang kini sedang menahan tawanya agar tak keluar dari mulutnya.
Melihat Devian yang sudah tak terlihat Melody hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Memeriksa kembali tanah itu kini Melody benar-benar yakin kalau ini adalah tanah gabut, yah ternyata dia tak salah kalau begini cukup mudah di sini ada banyak jenis tanah gabut tebal.
"Tanah baut memang tak bisa di tanami tanaman tapi ada juga beberapa tamaman yang bisa tumbuh di sini seperti jagung, kacang tanah, kedelai, ubikayu/ singkong, dan ubijalar. Tanaman singkong bahkan tumbuh cukup baik pada lahan gambut tebal, dimana tanaman lain belum bisa tumbuh tanpa adanya bahan amelioran"
"Selaij itu tanah gabut juga bisa di manfaatkan sebagai lahan perternakan, pengaliran air dan juga sumber energi bagi manusia dia mana bisa di jadikan sebagai sumber listrik, tapi sayang sekali di tempat ini tak membutuhkan listrik karena di sini serbah menggunakan sihir"ujar Melody mulai mengingat beberapa hal yang bisa di ingatnya.
"Kalau begitu akan lebih baik jika ku buat di sini menjadi lahan pertanian bahkan mungkin beberapa wilayah tanah gabut ini cocok di tanami sawit itu akan bagus"
"Aku bisa membuat desa ini menjadi pusat industri bagi minyak goreng, dan juga pertanian juga akan bagus di sini, jika aku membuat perternakan sapi di sini kotoran nya bisa di jadikan pupuk dan juga bio gas untuk memasak"
"Selain itu tenaga listrik setelah di pikir lagi lumayan bagus apa lagi sebagaian masyarakat yang tinggal di Dunia ini tak terlalu bisa sihir"ujar Melody.
Dia tersenyum senang tak berharap bisa berfikir dengan sangat cepat dan lumayan luas padahal dulu kalau pekajaran ipa dia sering tidur.
Dengan gembira Melody kembali ke rumah kepala desa dan menemuai kepala desa di sana, siapa sangka di depan rumah kepala desa Devian sudah menunggu du teras rumah tersebut sama sekali tak berniat ikut masuk saat melihat Melody masuk ke dalam.
Dirinya hanya menatap Melody dan memalingkan muka nya sebal, yah dia masih kesal dengan hal yang terjadi.
Melody hanya melihat tingkah Devian yang begitu Kekanak-kanakan hanya bisa menggelengkan kepalanya berusaha tuk sabar.
"Yang Mulia silakan masuk dan duduk"ujar kepala desa ramah.
Melody tersenyum dan mengangkat tangan nya.
"Tak perlu saya ke sini hanya ingin memberi tahu kalau aku mengetahui akan membentuk seperti apa desa ini ke depan nya dan sekalian aku ingin pamit dalam beberapa hari akan ada beberapa orang yang akan aku utus ke sini"
__ADS_1