Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 66


__ADS_3

Setelah mengatakan hal tersebut ternyata ketua bandit tak menyerah begitu saja, mulutnya kini kembali komat-kamit tak jelas dan angin besar kini berhembus dengan kuat menerbanhkan semua daun-daun yang ada bahkan paman Wage yang ada di atas kuda kini menutupi wajahnya dengan tangannya.


Jubah yang di pakai Melody kini berkibar dengan indah, bahkan rambutnya kini juga berterbangan rupanya hal itu malah menambah posana pada dirinya di mana kini dia terlihat sangat gagah serta pemberai


Berbeda dengan semua yang ada di sana Melody sama sekali tak menutup matanya walaupun angin tertiup kencang dan debu berterbangan.


Awan yang tadinya cerah kini mendung kilatan dan petir kini bergemurung memenuhi langit kini api yang amat besar muncul di atas kepala Ketua bandit saaat dirinya kini merentangkan kedua tangan, dengan mulit komat-kamit, dan mata yang menatap kearah api tersebut.


Rupanya itu adalah ajian yang lebih kiat dari pafa sebelumnya sebenarnya itu masih sama sebuah Ganaspati namun kali ini itu berukuran besar dan lagi itu ternyata bukan hanya satu tapi 20,  karena satu persatu dari mereka mulai bermunculan.


Udara kini makin panas, bahkan bawahan ketua bandit entah sejak kapan sudah menghilang dari dari tempat kejadian, Melody bahkab sudah tak melihat mereka ada di sana.


Melihat hal yang ada di depannya jujur saja Melody tertegun, dia ragu bisa menahan nya.


Namun menyalurkan kekuatan nya lebih besar 50 kali lebih kuat dari sebelumnya kini es dan serpihan es yang mengelilinginnya dan membekukan swkitar kini berubaj manjadi genangan air seperti banjir merendam hal-hal yang ada bahkan tetesan air kini memgambang di udara mulai bergerak berkumpul membentuk benteng.


Pola di matanya kini menghilang di gantikan sebuah simbol berupa tato di dahinya berwarna biru, simbol itu adalah simbol air dengan gambar tetesan air yang di likit oleh buang yang rumit berwarna emas.


Namun merasa bahwa sihir air saja tak cukup kini ukiran es kembali terbentuk di sebelah matanya, dan serpihan-serpihan es kini terbentuk dan mulai berkumpul membentuk benteng perhatahanan sedangkan air yang semulanya benteng kini mulai memudar dan bersiap melakukan serangan di depan benteng es yang terbentuk dengan kokoh, udara dkngin kini kembali terjadi, badanya kali ini dingin ini bisa membekukan siapa saja dalam sekejap mata.


"Hemp!, rasakan ini"ucap Ketua Bendit sambil melempar sihirnya kearah Melody.


Melody yang melihat itu segera menggerakan tangannya kini sepihan es bermunculan dan segera membentuk badai.


Wusshhhhhhh~!!


Wusshhhhhhhhhshhh~!


Kiriman dari ketua bandit kini mulai menerjang ke dalam badai es, namun tak lama kini tangan satu nya lagi milik Melody segera mengendalikan air di sekitarnya dan membentuk gelombang besar menghantam Ganaspati tersebut.


Wusshhh~


Bommmmm!!

__ADS_1


Pushhhhhh~!


Kini asap tebal kembali terbentuk, hawa dingin yang masih berdiri kokoh menujukan bahwa Melody menang dan berhasil memadamkan api.


"Ohok!"ketua bandit yang kalah dua kali kini memutahkan seteguk darah dari mulutnya ruoanya serangan keduanya ini mengakibatkan luka dalam yang sangat parah.


"Si4lan!, bocah ingusan sepertimu berani sekali melawan ku, dasar bocah gendeng!, kurang asem!, kurang ajar!, dasar bau kencur!"teriak marah ketua bandit.


Membuat Melody cemberut, dia memang masih bocah tapi jangan panggil dia bocah paman!, dia tak suka!.


Rupanya perubahan suasana hati Melody yang tidak senang berakibat juga kepada sihirnya yang kini semakin bertambah besar akibat murka.


Udara kini semakin dingin, air-air juga semakin tinggi, serta serpihan es kini membentuk kunai dan panah segera meluncur memghantam ketua bandit tanpa ampun.


Syutt~


Syuttt~


Bam!


Bum!


Syuttt~


Ledakan-ledakan kini terjadi saat anak panah dan kunai tak mengenai Ketua bandit yang berhasil menghindar, namun tetap saja ada banyak panah dan kunai yang mampu mengenai tubunya.


Melody yang malihat bahwa kekuatan sihirnya bergerak sendiri mengikuti suasan hatinya kini tercerahkan, rupanya ini alasannya kenapa setiap dia baca buku sihir selalu ada tulisan tenang.


Sedangkan paman Wage yang melijat pertempuran di atas kereta kuda dengan aman terkagum-kagum akan kekuatan besar yang di keluarkan oleh Melody.


Bukannya karena dia tak pernah melihat hanya saja jarang juga yang memiliki kekuatan sebesar inj, palingan yang memiliki kekuatan sebesar ini biasanya para Bangsawan tinggi keturuan raja atau para brahmana.


"Woahhh!, hebat sekali nak, paman bangga pada mu!"seru paman Wage yang kegirangan.

__ADS_1


Namun dia tau bahwa sihir yang di gunakan Melody berbwda dengan ajian-ajian yang biasa dia lihat hal itu  membuat dia makin penasaran dari mana sebarnay Melody berasal.


"Ugh!, bocah ingusan"geram ketua bandit sambil memegangi dadanya yang sakit akibat terluka parah.


Saat ini kondisi tubuhnya tak baik dengan banyaknya luka sayatan dan tusukan akibat kunai dan panah yang di kirim Melody, darah kini juga mengalir di seluruh tubuhnya.


Mata Melody kini berwarna biru bersinar makin bersihir dengan jelas, saat menatap tajam dan datar ke arah ketua bandit saat ini dia berusaha tenang dan mengendalikan sihirnya.


Aura biru kini memutari tubuhnya, mahkota es entah sejak kapan kini terbentuk di kepalanya, mahkota kekaisaran yang di berikan kakak nya sudah dia copot di hutan waktu itu karena mengganggu.


"Ingusan?, aku tak seperti itu"ujar Melody yang tak terima di bilang ingusan terus.


"Mana ada bocah ingusan yang bisa membuat seorang pria dewasa tak berdaya seperti ini di depan nya?"ucap Melody lagi dengan sombong, tersenyum puas.


Paman Wage yang mendengar itu kini bersorak kegirangan.


"Wahahahaha!, dengan itu!, seharusnya yang bocah ingusan itu kamu!"ujar paman Wage tertawa berbahak-bahak menujuk ke arah ketua bandit.


"Diam kamu!, padahal kamu lebih lemah dari pada aku!"ucap ketua bandit yang kesal kapada paman Wage yang menertawakan nya.


"Huh!, kamu kira ini sudah berakhir?, kamu salah ini bukan akhir, jika aku masih bisa bernafas tak akan ada yang boleh menenang dari ku"ujar ketua bandit sengit.


"Benar ini baru makanan pembuka"jawab Melody tenang.


Dalam sejap mata kini ketua bandit segera menghilang dari pandangan Melody dan muncul di mana-mana dalan waktu singkat dan menghilang lagi dengan pola zig-zag.


Mata Melody yang tajam kini kini menatap kearah mana saja ketua bandit itu muncul.


Satu matanya kini bersinar dengan warna emas itu adalah teknik rahasia milik Melody, sehingga waktu di sekitarnya kini melambat dan dengan mudahnya Melody bisa melihat di mana ketua bandit itu berada.


Itu ada di sampung.


Bughhh!

__ADS_1


Sebuah pukulan kuat kini di lemparkan ketua bandit kearah Melody, yang kemudian di tangkis oleh es yang membentuk perisai, hanya dengan gerakan mata saja perisai itu langsung terbentuk.


Serangan dari berbagai arah terus tertuju pada Melody namun lagi-lagi hal itu percuma lantaran dinidng es yang selalu memblokir setiap serangan yang datang.


__ADS_2