
"Hey, nona yang cantik bagaimana jika kamu ikut kami saja?"tawar ketua bandit tersebut dengan wajah m3sum sambil menggosokan kedua tangannya menatap melody.
Mendengar kalimat itu semua bandit yang ada kini tertawa berbahak-bahak.
"Hahahaha!, benar sekali nona, ikut kami saja kita bisa bermain bersama, tenang nona hanya sebentar saja"ucap salah satu dari mereka menimpali kalimat ketus mereka.
Lagi-lagi tawa terdengar dari semua bandit yang ada, paman Wage yang mendengar dan tau maksud mereka dengan jelas langsung saja berdiri sambil memegang dadanya yang sakit.
Walaupun dia kesusahan untuk berdiri, dan tubuhnya terasa remuk tak mungkin dia membiarkan Melody di bawa oleh mereka semua, rasanya kalau dia membiarkan hal itu terjadi, dan dia tak bisa melindunginya dia akan merasakan rasa bersalah yang sangat dalam, dia juga yakin kalau dia akan merasakan rasa bersalah seumur hidupnya.
"Kalian semua biadap! Beraninya kalian hanya sama wanita!, kalau kalian ingin membawa nona ini langkahi dulu mayatku!"seru paman Wage sambil menyembunyikan Melody di belakangnnya.
Melody yang kaget karena tiba-tiba saja di tarik kebelakang kini tersenyum saat mendengar hal tersebut dari paman Wage, dia sungguh terharu.
Namun ini bukan saat nya dia berlarut-larut dulu, dia harus membunuh semua bandit yang ada, dan juga dia tak bisa membiarkan paman Wage yang terluka parah untuk melawan mereka lagi.
"Paman, biar aku saja yang berhadapan dengan mereka, lebih baik paman duduk sana di kereta, ini tak lama paman"ucap Melody lembut dengan senyum di bibirnya sambil memegang lengan paman Wage lembut.
Paman Wage yang mendengar itu kini menatap Melody yang ada di belakangnya.
"Apa yang kamu katakan, mana mungkin paman bisa membiarkan mu berhadapan dengan mereka, jika paman tak bisa melindungimu paman akan merasakan tasa bersalah seumur hidup paman"ucap paman Wage.
Melody yang mendengar itu kini tersenyum lagi.
"Paman, jika paman bertarung dengan mereka dengan kondisi seperti ini aku pasti juga akan merasakan rasa bersalah, jadi paman aku mohon untuk duduk saja dan tunggu, nona ini membereskan mereka semua"ucap Melody.
"Tapi_!"ucap paman Wage yang kini terpotong.
"Buat apa berdebat seperti itu kalian berdua, itu sama sekali tak ada gunannya karena kami bisa menghabisi kalian berdua, apa lagi nona cantik itu sekali hempas pasti juga kalah, Hahahaha!"galak tawa seseorang anggota dari bandit kini kembali terdengar nyaring yang juga di ikuti oleh anggota yang lainnya.
__ADS_1
"Benar sekali nona bukan kah akan lebih baik kalau nona ikut dengan kami baik-baik, kami janji tak akan kasar pada anda dan akan melepaskan pria tua yang ada di samping anda itu"ucap Ketua Bandit sambil memainkan kumis panjangnnya memandang Melody dengan tatapan lapar tak sabar.
Melody yang menerima penghinaan itu sungguh sudah tak tahan lagi rasanya saat ini juga dia ingin memotong lidah mereka semua, beraninya mereka menghinanya seperti ini, hanya karena dia perempuan, apa boleh melecehkannya seperti ini?!, dia tak terima anj1ng.
"Paman ini bukan lagi pertarungan biasa ini adalah pertarungan harga diri, paman jika aku tak bisa setidaknya memotong lidah mereka rasanya aky tak puas, jadi paman mohon untuk minggir biar aku yang akan membunuh mereka"ujar Melody sambil mengepalkan kedua tangnnya serta gigunya kini sudah bergelemetuk dia sangat marah dan kesal.
Aura di sekitar mereka kini berubah, aura kemarahan benar-benar tersebar ke semua penjuru, selain itu hawa dingin layaknya di kutub Utara kini terasa seperti membekukan semua orang yang ada di sana.
"Paman percaya lah padaku"ucap Melody yang kini di sekitar matanya kini membeku dengan es yang kini menjadi pola di sekitar matanya.
Pamam Wage yang melihat itu kini sadar bahwa Melody juga bukan manusia biasa sehingga dengan patuh paman Wage kini naik ke atas kereta kuda.
Dalam sekejam daerah sekitar kini membeku, dan es tersebut kini merampat kesemua temoat, para bandit yang melihat itu terheran-heran dan menjadi waspada sambil melihat sekitar, bahkan gelak tawa mereka pun berhenti.
Udara dingin kini semakin dingin menembus tulang-tulang mereka, itu sangat dingin hingga mereka semua mulai mengigil kedinginan di tempat namun aneh nya di sana kereta kuda tersebut sama sekali tidak terkena es bahkan udara dinginnya juga tak sampai sana.
Melihat semua bawahannya kedinginan ketua bandit yang dimana dia satu-satunya tak merasa dingin berkat ilmu kanuraga yang di miliki kini menatap Melody secara berbeda, bukan tatapan m3sum penuh n4fsu lagi tapi kali ini metap Melody tajam penuh permusuhan.
"Kurang ajar, dasar j4lang!, apa yang kamu lakukan hah!"teriak ketua bandit tersebut menujuk Melody penuh amarah.
Melody tak memperdulikan teriakannya itu dan hanya mwngangkat pedangnya yang kini sudah di selimuti dengan aura sedinging es.
"Kurang ajar!"marah ketua bandit karena tak mendapat respon dari orang yang di teriakinya itu,
Mulut ketua bandit kini komat-kamit seperti membaca mantra, mantra kuno yang sama sekali tak bisa di pahami oleh Melody kini terdengar, paman Wage yang mendengat mantar itu langsung berteriak.
"Kurang ajar!, beraninya kamu menggunakan ilmu santet hitam itu di sini!"murka paman Wage tak terima.
Melody yang mendengar kalimat tersebut mengerutkan keningnnya, dia kini ragu kalau sihir es nya bisa mengimbaingi sihir ini.
__ADS_1
Kemudian di sekeliling ketua bandit kini muncul lima bola api yang bisa di duga bahwa itu adalah Ganaspati.
"Si4l!, ini curang Ganaspati di siang hari jangan bercanda!"murka paman Wage lagi dia bahkan kini sudah mulai bersiap akan membaca mantra penangkal sebelum gerakannya itu berhenti saat melihat Melody mengangkat tangannya menyuruh paman Wage untuk berhenti.
"Lihat lah ini!, rasakan keganasan Ganaspati wahai anak muda, phuaaahahahahaha!!"galak tawa kini terdengar.
"Cih!, banyak omong!"teriak Melody yang mulai bosan kini sepihan-sepihan es ada di sekelilingnnya.
"Huh!, dasar sombong!, rasakan ini"seru ketua bandit.
Ganaspati tersebut segara saja terbang kearah Melody, melihat Ganaspati yang terbang kerah Melody paman Wage sangat khawatir akan keselamatan Melody.
Namun Melody tetap tenang kini serpihan-sepihan es yang mengelilinginya segera berkumpul menjadi satu dan mulai membentuk pelindung yang kuat.
Wunghh!
Wushhh!
Bom!
Bum!
Bong!
Blarrr!
Ledakan kini terjadi akibat benturan antara pelindung es dengan Ganaspati, asap kini mengepul dengan begitu tebal, dan saat asap mulai hilang sesuatu hal yang mustahil kini terlihat di mana semua Ganaspati tersebut kini mulai kehilangan apinya.
"Mustahil!, ini tak mungkin!"teriak ketua bandit tak terima.
__ADS_1