Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 36


__ADS_3

Surat itu beraroma jeruk nipis, kalau tebakan nya benar apa ini seperti apa yang dia pikirkan?.


Sebuah api kini menyala di ujung jari Melody, memanaskan surat tersebut kini secara perlahan kalimat demi kalimat terlihat dengan jelas di atas nya.


Melihat hal tersebut membuat Melody menyeringai lebar dia tak menyangka bahwa dugaan nya sangat benar.


Siapa yang menyangka bahwa hal yang di pelajari karena merasa tertarik begitu berguna di Dunia ini.


Itu adalah surat yang di tulis dengan jeruk nipis, dan apa bila di panaskan akan muncul tukisan nya, namun setau nya bukan hanya jeruk nipis, ada juga yang menggunakan lilin, karayon putih, baking soda, susu, dan lemon, dari semua itu dia pernah mencoba ekperimen yang menggunakan lilin karena pada saat itu dia hanya punya lilin.


Awalnya dia merasa bahwa itu aneh dan lucu, dan sama sekali tak berguna pasalnya di zaman moderen hal itu sama sekali tak berguna untuk anak yang bagitu biasa saja seperti diri nya, di tanbah lagi dia adalah anak IPS, dan bukan anak IPA yang di mana berarti dia bukan anak yang akan belajar kimia, namun siapa sangka bahwa hal yang dia anggap tak berguna itu ternyata begitu berarti di Dunia yang abromal ini.


"Ternyata tak sia-sia aku merasa tertarik dengan buku bergambar itu"ucap Melody bangga.


Iya kalau di ingat dia belajar karena gambar nya yang menarik dan sangat mudah di mengerti.


Membaca surat tersebut entah kenapa pundak dan tubuh Melody menjadi begitu berat.


Di sana tertulis sebuah kalimat bahwa kakak nya atau Kaisar yang sekarang akan berusaha untuk membawa nya kembali, sslain itu di sana dia mendapatkan hal yang tak terduga itu adalah sebuah rahasia yang sama sekali masuk ke diri nya saat dia masuk ketubuh Melody.


Bahwa ternyata kekuasaan Kaisar yang sekarang sama sekali bukan miliknya dan tidak murni, hal ini di karena kan para bangsawan lebih takut akan Janda Permaisuri I yang memegang otoritas Istana Kekaisaran.


Di sana juga terdapat beberapa rahasia lagi yang mengatakan bahwa dia, kakak nya akan berusaha merebut kekuasaan dari ibu nya sendiri walaupun harus mempertaruhkan segala nya.


"Aih~, ternyata ada kesalah pahaman antara Melody dan para kakak nya, semakin mengetahui nya semakin rumit kisah nya, kenapa?, begitu sulit untuk hidup"ucap Melody dengan nada yang dramatis.


Saat ini dia bersandar pada kursi kerja nya siapa sangka bahwa hanya membaca surat saja membuat nya begitu lelah dan tekanan batin.


Lagi pula apa kata nya dalam surat dia ingin membawa nya kembali?, tentu saja Melody yang sekarang akan menolak, lagi pula dia sudah merasa betah di sini, dia bisa bebas karena dia adalah kekuasaan tertinggi nya.

__ADS_1


Memikirkan bahwa dia adalah seorang penguasa itu cukup membuat nya bangga dia bahkan sempat berfikir apa dan seperti apa pertanyaan dan reaksi keluarganya dulu jika tau kesuksesan nya yang sekarang.


Namun itu tak lama sampai senyum itu luntur, rasanya bod0h jika mengharapkan sesuatu dari mereka semua.


Yah, pokok nya jika Kaisar berhasil merebut Kekuasaan nya kembali dia sama sekali tak akan kembali lagi pula cita-cita nya adalah bisa bebas melakukan apa pun yang dia ingin kan merasa tenang dan damai.


Walaupun dia tau ketenangan dan kedamaian saat ini tak bisa dia rasakan tapi dia yakin suatu saat dia akan mewujudkan nya.


Membayangkan masa depan nya yang penuh akan kebahagiaan membuat mata Melody kini berbinar senang, sehingga kini dia mengerjakan tugas nya dengan kobaran api yang membara, dia berharap segala kesusahan akan segera berakhir.


......


Sementara itu di hutan jalan menuju Duchy Utara atau yang sekarang di sebuat Duchy Salvier.


Seorang pria dengan baju Kesatria yang tak lain adalah Sir Gio mantan Kesatria pelindung dari Putri Rosalina kini sedang melawan seorang Monster serigala.


Alasan hari ini dia ada di sana adalah karena dia sudah memutuskan untuk mengikuti Duchess Salvier, seperti apa yang di perintahkan oleh mantan Tuan nya.


Wungg~


Wong~


Suara aura pedang kini terdengar dari pedang nya yang kini menyala dengan warna merah.


"Hiyaa!"teriak nya saat dia melompat ke atas sambil menganyunkan pedang nya untuk menebas monster di depan nya.


Secara vertikal kini dia membelah makhluk tersebut menjadi dua bagian.


Groaaa!!!

__ADS_1


Kini darah manster membasahi wajah nya, mengelap darah di wajah nya dengan sapu tangan kini Sir Gio segera duduk di tanah dan memgambil nafas sebanyak-banyak nya.


Dia sungguh tak menyangka bahwa dia begitu si4l, lantaran bertemu dengan ratu serigala saat ingin pergi ke Duchy Salvier.


"Ah~, lelah sekali!"teriak nya yang akhirnya kini berbaring di atas tanah melepas lelah.


Saat dirasa sudah cukup beristirahat Sir Gio segera kembali melakukan perjalan.


Dengan kecepatan penuh seperti angin kini Sir Gio bosa melijat sebuah benteng yang berdiri dengan megah dan kuat nya yang membuat Sir Gio sampai terkagum-kagum akan hal di depan nya.


"Si4l ini sangat bagus"umpatnya kagum.


Segera saja Sir Gio mendaki dindung benteng tersebut dengan begitu lincahnya, sampai di atas dia bisa melihat beberapa pekerja yang masih menyelesaikan benteng tersebut.


"Benteng ini ternyata hampir selesai, si4l melihat hal ini aku jadi penasaran seperti apa Duchess Salvier atau Putri Melody sekarang ini"ucap nya sambil menyeringai lebar dan itu sangat menakutkan.


Dan segera saja dia pergi ke Mension Duchess namun tetap aja ada beberapa kekurangan yang dia lihat Duchy Utara ini terlalu longgar penjagaan nya, namun mendnegar berbagai rumor yang mengatakan bahwa keadaan Duchy Utara yang dulu sangat lebih buruk dari yang sekarang nilai C cukup bagus lah.


Sampai di Mension Duchess tanpa salam yang sopan langsung saja Sir Gio menendang gerbang Mension itu.


Duarr!


Ledakan itu nyatanya menarik banyak perhatian dari penjaga di Mension Duchess dan dalam sekejap kini Sir Gio sudah di kepung oleh para Penjaga Mension Duchess.


Para Penjaga kini mengacungkan pedang dan tombak nya ke arah Sir Gio dengan waspada dam bersiap untuk menyerang Sir Gio.


Sir Gio yang melihat itu bukan nya takut atau paling tidak meluruskan kesalah pahaman malah tersenyum smirk dan mengangkat pedang nya gerakan itu tentu saja membuat para Penjaga menjadi lebih waspada.


"Hahahahaha!, ini sangat menarik!, tak sia-sia keputusan ku datang kemari, nah!, kalau begitu ayo maju brengs3k!"terik Sir Gio dan segara meluncurkan serangan pertama.

__ADS_1


__ADS_2