Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 107 Mulai (6) kecurigaan Duke Milian


__ADS_3

Akhirnya rombongan tersebut kembali melanjutkan perjalanan mereka dan pada pagi hari nya juga mereka telah tiba di ibu kota


Duke Milian yang sama sekali tak ingin mengulur waktu kini langsung saja memerintahkan semuanya untuk langsung menuju Istana Kekaisaran.


"Tunggu ayah apa itu tak bahaya?"tanya Devian cemas.


Ctak!


Sebuah sentilan kini mengenai dahi Devian membuat dirinya kini meringis sakit dan mengusap keningnya yang sedikit perih.


"Dimana sebenarnya otak mu Devian, apa kamu pikir mereka berani menyentuh kita di sini apa kamu lupa kalau tentara keluarga kita jauh lebih unggul dari pada milik Kekaisaran apa jangan-jangan kamu meninggalkan otak mu di pertempuran barusan!"cerewet Duke Milian.


"Cih!, aku kan hanya mengkhawatirkan mu kenapa kamu begitu galak!"kesal Devian sebelum meninggalkan ayahnya tersebut dengan raut wajah yang sangat kesal.


Menempuh bebarapa menit perjalanan setidaknya 30 menit mereka akhirnya sampai di Istana Kekaisaran.


Tanpa di halangi atau bagaimana rombingan itu bisa masuk dengan mudahnya.


Dan siapa sangka bahwa keberuntungan selalu berpihak kepada mereka di jalan masuk Istana mereka bertemu dengan Wiliam Sekertaris Kaisar Damian.


Duke Milian yang melihat sosok tersebut tentu saja tak menyia-yiakan kesempatan itu dan langsung menyapa Sekertaris Wiliam


"Sekertaris Wiliam apa kabar?, apa kamu baik?, dan juga apa Kaisar juga baik?"tanya Duke menyapa Wiliam.


Wiliam yang di sapa tersenyum dan menjawab.


"Semuanya sangat baik akhir-akhir ini, Kaisar juga bahkan Istana saat ini sangat lah damai, Janda Permaisuri 1 tidak lagi membuat ulah itu semua karena kedatangan Putri Mahkota BlackVall yang datang berkunjung"ujar Wiliam.


"Benarkah rasanya senang mendengarnya"ujat Duke basa-basi sambil tertawa.


"Dan Duke sendiri ada urusan apa datang ke sini?, seingatku Duke sama sekali tak memiliki jadwal bertemu dengan Yang Mulia?"tanya Wiliam dengan sangat bingung.


Duke yang mendengar itu kini berheti tertawa dan mulai serius, Wiliam yang melihat wajah Duke sangatlah serius kini mulai memiliki firasat yang tak baik.

__ADS_1


"Itu lah yang ingin aku tanyakan dan bicarakab kepada Yang Mulia Kaisar, kenapa beliau sangat susah sekali di hubungi akhir-akhir ini?"tanya Duke Milian serius.


"Apa maksud anda Duke setauku semuanya sangat lancar"kaget Wiliam pasalnya setaunya semuanya berjalan dengan sempurna.


"Beberapa hari yang lalu Duchy Salvier mengirim surat ke Istana apa itu sampai?"tanya Duke dengan serius lagi.


"Ah surat itu tentu saja sampai"ujar Wiliam.


Kalimat itu cukup membuat Duke Milian merasa aneh.


"Kalau begitu bisa kah kamu membuat jadwal agar aku dan Yang Mulia Kaisar bisa bertemu saat inj juga?"tanya Duke Milian.


Sepertinya masalah ini tak sepele seperti apa yang ada di banyangnya dia kira ini hanya masalah pengiriman pos yang terlamabat atau Kekaisaran sedang sangat sibuk tapi mendengar keadaan Istana Kekaisaran seperti apa yang di katakan Wiliam jelas sekali bahwa ada manipulasi.


Di tambah bahwa surat Duchy Salvier sampai di Kekaisaran menambah dugaan kuat akan hal tersebut pasalnya sangat aneh saja.


Jika benar itu sampai kenapa Kekaisaran sama sekali tak mengirim bantuan?


"Tentu aku bisa mengurus nya kebetulan saat Ini Yang Mulia masih bersantai minum teh"ujar Wiliam.


"Ah!, kebetulan sekali ya"ujar Duke Milian.


"Kalau begitu mari ikut saya Duke"ujar Wiliam sambil membimbing Duke Milian untuk bertemu dengan Kaisar tentu saja hanya Duke Milian yang lain nya mereka hanya bisa menunggu di luar, kecuali Sir Alex yang sejak tadi entah bagaimana sudah menghilang.


Devian dan yang lainnya sama sekali tak mempermasalahkan nya lagi pula sudah jelas jawabannya kemana dirinya pergi tentu saja untuk menemui Janda Permaisuri 1, Devian bahkan hampir saja lupa jika kalau dia adalah bawahan Janda Permaisuri 1.


Wiliam pun akhirnya membimbing Duke Milian untuk pergi ke taman yang ada di Istana Diamond, Istana di mana Kaisar saat ini tinggal.


"Yang Mulia Kaisar ada di depan silakan saja hampiri beliau"ujar Wiliam sebelum dirinya undur diri dan pergi dari sana.


Merapikan sedikit bajunya Duke Milian segara saja berjalan menghampiri Kaisar yang saat ini sedang minum teh seorang diri menikmati pagi yang cerah itu.


"Salam kepada Yang Mulia Cahya Kekaisaran BlueMoon Kaisar Damian Van BlueMoon"ujar Duke Milian memberi hormat.

__ADS_1


Damian yang sedang bersantai kini mengangkat satu alisnya sebelum dirinya kini meletakan cangkir teh tersebut di atas meja.


Menghela nafas Damian sebenarnya cukup kesal akan kedatangan Duke yang ada pemberitahuan sama sekali, padahal dirinya baru saja merasa santai dan tenang namun seperti pekerjaan baru harus segera di lakukan lagi.


Namun mau bagiamana lagi siapa suruh dia jadi Kaisar masalah ini dia saat ini sedang berfikir untuk segera mencari Istri dan melahirkan seorang anak agar bisa dia jadikan Kaisar selanjutnya dia sudah tak sanggup memimpin Kekaisaran ini sungguh dia tak bohong!.


"Ada apa Duke kenapa kamu datang?, padahal hari ini kamu tak ada jadwal bertemu dengan ku?"tanya Kaisar Damian dengan wajah bingung namun kini keseriusan juga melekat di wajahnya.


Dia tau bahwa pasti ada hal mendesak pasalnya Duke Milian adalah tipe yang sama seperti dirinya yaitu suka dengan ketenangan serta kedamaian.


"Maaf Yang Mulia jika saya lancang apa bebarapa waktu lalu Yang Mulia mendapat surat dari Duchy Salvier?"tanya Duke Milian dengan bersungguh-sungguh.


"Iya aku mendapatkan nya"jawab Kaisar.


"Yang Mulia kalau boleh tau apa isi surat tersebut Yang Mulia?"tanya Duke Milian.


Pernyataan dari Duke Milian kali ini membuat setiap gerakan yang Kaisar lakukan kini ber henti.


Melirik Duke Milian sebentar.


"Aku tak tau kalau kamu begitu sangat ingin tau isi surat tersebut Duke"ujar Damian dengan aura suram serta mengerikan yang mengelilingi nya.


Duke Milian yang baru pertama kali merasakan aura tersebut dari Kaisar dirinya sedikit tersentak dia sungguh tak bisa menyangka bahwa Kaisar yang selama ini sangat pemalas ternyata memiliki sisi yang menyeramkan juga.


"Yang Mulia saya mohon jangan salah paman, ini semua hamba lakukan karena seperti ada yang janggal!"ucap Duke Milian.


"Janggal apa maksudmu?"tanya Damian masih saja dengan nada dinginnya bahkan auranya sama sekali belum berubah.


"Yang Mulia apa isi surat tersebut adalah sebuah permintaan bantuan?"tanya Duke Milian dia sama sekali tak bisa berharap bahwa Kaisar akan me jawab apa pertanyaan nya.


Mendengar hal tersebut beberapa tanda tanya muncul di kepala Kaisar.


"Apa maksudmu, surat itu bukan berisi tentang hal itu tapi tentang suatu hal yang lain"ucap Damian dengan bingung.

__ADS_1


__ADS_2