Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 154


__ADS_3

Devian sungguh tak menyangka bahwa dirinya bisa melupakan hal yang begitu penting sepeeti itu alhasil dia dengan cepat segera saja berganti pakaian, sehingga dirinya tak sadar jika kalau akibat dari teriakan nya itu teman-teman satu asramanya terbanguj dari tidur mereka dan menatap Devian dengan tanda tanya besar.


???


???


???


"Sir Devian ada apa kenapa kamu begitu buru-buru?"tanya salah satu dari mereka.


"Itu aku melupakan suatu hal yang cukup penting padahal hari ini jelas sekali adalah tugas ku untuk menjaga Yang Mulia Duchess selama seminggu ke depan"ujar Devian sambil memasang berbagai atribut di jas Kesatria nya.


"Ya Tuhan!, sebenarnya siapa yang melepas semua atribut di jas ku, padahal selama ini aku tak pernah melepaskan nya"ujar Devian sedikit frustasi.


Sedangkan yang lain nya hanya bisa melihat Devian dengan diam saja mana mungkin mereka mengatakan yang sebenarnya.


Karena frustasi akhirnya Devian hanya memasang semua atribut nya dengan asal dan segera mengambil pedangnya dan keluar dari asrama dengan penampilan yang berantakan serta wajah frustasi nya.


Semua Kesatria yang melihat Devian sudah keluar kini menatap Devian dari sana hingga sosok Devian tak bisa lagi diri mereka lihat.


"Hey aku belum pernah melihat Sir Devian seperti itu hanya karena sebuah atribut"ujar salah satu dari mereka.


"Wajar saja bukan Sir Devian adalah seorang bangsawan berangkat tinggi dan lagi pula dirinya adalah pewaris Duchy Milian jadi hal yang wajar jika dia tak bisa menata atribut nya"ujar seseorang lagi.


"Tapi bukankah Sir Devian ada di medan perang sangat lama lalu bagaimana dia tak bisa mandiri?"ucap salah satu dari mereka.


"Hey ini sebenarnya hal yang aku ketahui saat di sana, sebenarnya saat di medan perang Sir Devian jarang memakai atribut karena sangat lah tak membuat nyaman dan kalau pun dia memakai atribut nya itu semua sudah di tata dengan baik oleh Kesatria nya"ujar seseorang di antara mereka.


"Jadi kau pernah di pasukan yang sama dengan nya?"tanya seseorang.


"Bukan di pasukan yang sama lebih tepatnya aku berada di bawah komando nya"jawab nya.


"Aku juga sama seperti Sir Devian tak pernah memakai atribut saat di medan perang dan ku rasa banyak juga Kesatria yang seperti itu karena atribut itu sangat mengganggu, tapi saat tiba di Kekaisaran aku mulai belajar memakainya karena jika aku tak memakainya itu bisa di sebuat sebagai hal yang tak sopan"ujar seorang Kesatria yang kini sedang memakai jas Kesatria nya.

__ADS_1


"Itu benar, dan kenapa kau sangat rapi?"tanya Kesatria di sana dengan.


"Jangan bilang kalian lupa kalau sekarang sudah jadwalnya kita bertugas kemarin kan Sir Delice sudah memberi tahu"ujar Kesatria itu dengan menatap teman-temannya.


Semua Kesatria yang mendengar itu terdiam untuk sementara waktu sebelum akhirnya berteriak dan terburu-buru bergegas siap-siap bahkan ada yang berdesak-desakan di dalam kamar mandi alhasil mereka terpaksa harus mandi secara berjamaah.


Sedangkan sebagaian dari mereka juga ada yang memutuskan untuk langsung bersiap-siap tanpa manfi terlebih dahulu.


Sedangkan Kesatria yang sudah bersiap-siap sejak awal dia hanya mengambil pedangnya dan segera keluar dari asrama memandang teman-temannya sambil menggelengkan kepalanya.


Devian yang keluar dari asrama langsung saja berlari menelusuri lorong-lorong Mension, tentu saja hal itu menjadi tontonan banyak orang pasalnya Devian berlari dengan penampilan yang masih saja berantakan.


Sampai di depan ruang kerja Melody Devian sedikit bingung karena pasalnya jumpah Prajurit di sana sedikit berkurang dan lagi sama sekali tak ada seorangpun Kesatria yang berjaga di depan pintu.


"Yang Mulia!"teriaknya sambil membuka pintu tersebut.


Namun betapa kagetnya saat dia mengetahui bahwa di dalam ruangan tersebut sama sekali tak ada orang, menutup kembali tempat itu Devian berbalik menatap para Prajurit dan Pengawal yang ada di sana.


"Menjawab Sir!, Yang Mulia kemarin jam 11 sudah pergi untuk berkunjung ke desa Snowers"ujar Prajurit rersebut membungkuk hormat dan sopan kepada Devian.


"Baik terima kasih, lanjutkan pekerjaan kalian dengan baik"ujar Devian dan segera saja pergi dari sana.


Pergi ke kandang kuda Devian mengambil kudanya dan mulai mengendarainya menuju alun-alun kota


Tidak dia tak pergi ke Desa Snowers tapi dia pergi mencari Diana dia ingin Diana segera mengirimnya ke desa tersebut menggunakan teleportasi.


Alhirnya dia bisa melihat Diana dari kejauhan di mana saat ini Diana masih mencatat hal-hal yang kurang.


"Nona Diana!"teriak Devian memanggil nama Diana.


Diana yang mendengar seseorang memanggil namanya segera saja melihat ke sumber suara betapa terkejutnya dia saat melihat Devian turun dari kuda dan menghampirinya apa lagi dengan pakaian yang sana sekali tak rapi.


"Sir ada apa?, apa ada masalah?"tanya Diana panik.

__ADS_1


Devian yang di beri pertanyaan hanya diam dan segera memegang kedua pundak Diana.


"Nona Diana tolong kirim saja ke Deaa Snowers sekarang juga"ujar Devian.


Terkejut?, tentu saja Diana sangat terkejut!, bahkan jantungnya hampir saja copot!


"Baiklah tapi tenanglah Sir dan beru tahu ku kenapa kamu ingin ke sana?"tanya Diana mencoba menenangkan Devian yang seperti kalang kabut dan sangat gelisa sekali.


"Tidak bisa!, Yang Mulia pergi ke Desa Snowers tapi beliau tidak mengajak ku"ujar Devian dengan ekpresi yang sangat sedih.


Sekarang Diana tau ternyata hanya drama remaja.


Menghela nafasnya Diana Mulai mengucapkan mantra.


"Baiklah Sir silakan menuju Desa Snowers"ujar Diana dan tak lama Devian segera saja menghilang dari sana.


Tak berapa lagi kini Devian muncul di depan gerbang dengan tulisan yang besar 'Desa Snowers', tanpa berfikir panjang Devian segera masuk ke desa tersebut dan mencari-cari di mana Duchess nya berada.


Betapa leganya dia saat melihat Melody yang kini sedang berbincang-bincang sambil bercanda dengan warga desa sana


Menghampiri Melody Devian segera saja berlutut


"Yang Mulia"panggil Devian.


Tentu saja Melody yang melihat Devian datang ke desa tersebut sangat terkejut.


"Semoga kebahagian selalu menghampiri Yang Mulia Duchess Salvier"ujar Devian sopan.


"Sir kamu datang?"tanya Melody kaget.


"Tangu saja Yang Mulia, dan kenapa anda meninggalkan saya?, apa anda tak tau kalau satu minggu ke depan adalah tugas saja untuk menjaga anda?"tanya Devian jelas sekali di wajahnya bahwa dia sangat khawatir.


Melody hanya menghela nafas, sedangkan semua warga desa segera menyingkir dari sana mereka peka bahwa sepertinya ada hal yang ingin di bicarakan oleh mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2