Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 123


__ADS_3

Mendengar suara ketukan itu Devian segera saja berdiri berdehem.


"Masuk"ujarnya.


Tak lama seorang Kesatria datang.


"Salam Duke Muda"ujar Kesatria tersebut.


"Hmm, ya ada apa?"tanya Devian segera dia ingin istirahat sebenarnya.


"Duke Muda beberapa saat yang lalu mata-mata yang kita tanam di Istana Janda Permaisuri 1 memberi berita baru"ujar Kesatria tersebut.


"Oh apa itu?"tanya Devian jujur saja dia sedang tak tertarik dengan kasus ini di tambah desakan nya serta ayahnya untuk membuat Kaisar segera mempublice hal ini masih saja belum di respon membuat Devian berfikir bahwa Kaisar mungkin tak ingin menghukum kejahatan.


"Itu_, sebagiknya Duke Muda baca sendiri"ujar Kesatria tersebut sambil menyerahkan amplop tersebut.


"Hmm baiklah kamu boleh pergi"ujar Devian.


Seperginya Kesatria itu Devian kini dengan santai duduk di kurisnya dan membuka amplop tersebut.


Membaca isinya membuat Devian tiba-tiba tersenyum.


"Gila!, bukan hanya rencana membuat Duchess Salvier mati dan jatuh ternyata dia juga merencanakan pembunuhan terhadap Ratu yang merupakan ibu dari Duchess dan juga membunuh Kaisar agar Kaisar yang sekarang naik tahta?, hahahaha!, si4l!, aku bisa gila kalau begini caranya?, seandainya saja aku penulis berita kira-kira seberapa besar berita ini akan meledak?"tanya Devian kepada dirinya sendiri dia kini milai tertarik lagi dengan kasus ini.


Dan lagi jika dia menambahkan bahan ini ke dalam laporan bukan kah Kaisar sudah tak ada cara lagi untuk menunda pengadilan?, ini akan sangat bagus bukan?.


Lagi pula masalah ini lebih besar dari apa yang di bayangkan membunub seorang Putri yang hanya anak dari Ratu memang kejahatan besar tapi itu bisa di tutupi tapi membunuh Kaisar ini tak termaafkan.


Dia tak sabar melihat sebarapa besarnya ini akan meledak.


"Sepertinya aku harus melaporkan ini bukan?, Alex itu tak ku sangka dirinya sangat berguna, tapi sayang sekali dia punya Kekaisaran seandainya tidak aku ingin dia jadi bagian dari pasukan ku"ujar Devian


Dan segara memanggil Kesatria.

__ADS_1


"Sampaikan surat ini kepada Kaisar"ujar Devian singkat.


Tak di sangka 4 hari sudah berlalu dan kini surat dari Kekaisaran sudah sampai di Duchy Salvier di mana surat tersebut di berikan kepada Rexid.


Hal ini membuat Rexid dengan cepat berkemas-kemas membereskan barangnya dan akan segera berangkat menuju Kekaisaran.


"Kakak yakin akan segera pergi?"tanya Melody.


"Iya maaf kan aku dik tapi sepertinya ibu sangat membutuhkan ku, dan maaf sekali aku pergi ke Ibu Kota Kekaisaran sekarang padahal aku ingin berangkat bersama mu besok"ujar Rexid jelas sekali dia menyesal karena tak bisa berangkat bersama Melody.


Benar surat undangan untuk pesta sudah di sebar dan surat undangan itu tiba selisih 20 menit setelah surat untuk Rexid tiba.


Sebenarnya Melody ingin sekali pergi bersama kakaknya itu tapi menurutnya satu hari saja adalah waktu berharga untuk mengurus Duchynya.


Di tambah ini masih masa sibuk-sibuknya di mana saat ini Duchy sedang mengurus surat perpindahan aset pribadi sebagai hadiah perang dan juga ada pembangunan rumah sakit, kantor kepolisian,  serta fasiltas sekolah dan di tambah saat ini dia masih melalukan seleksi untuk tenaga medis, tenaga pendidik dan tenaga kepolisian.


Dan untuk masalah penjualan pertambangan kini sudah stabil kemarin Melody meminta tolong kepada paman nya untuk di carikan patner berdagang dan kemarin mereka baru melakukan kesepakatan, hal hasil semua itu selesai dengan cepat dan lancar.


"Baiklah kak, hati-hati di jalan sampai jumpa lagi 2 haru lagi di pesta"ujar Melody melambaikan tangan kepada Rexid yang kini sudah masuk ke dalam portal teleportasi.


Dia berkata dengan adanya portal Teleportasi bisa membantu jalan nya transparan dengan lebih baik.


Buktinya portal ini bahkan kini sudah sibuk satu harian penuh lantaran di gunakan untuk mengantar bebarap hasil pertambangan kepada konsumen.


Sayang nya portal ini hanya memiliki jangkauan paling jauah 4-5 km sehingga untuk perjalanan dari pertambangan ke tangan konsumen membutuhkan waktu satu harian penuh.


"Ya kamu juga hati-hati sampai jumpa 2 hari lagi di pesta"ujar Rexid yang juga melambai dan seketika itu juga sosoknya kini sudah hilang di balut cahaya terang dan menghilang tanpa jejak di sana.


"Gio menurutmu kapan Kakak akan sampai di Kekaisaran?"tanya Melody kepada Sir Gio yang ada di sampingnya.


Mendengar pertanyaan itu Sir Gio memutar matanya namun tetap menjawab.


"Tidak tau!, mungkin nanti siang?"jawabnya kurang pasti.

__ADS_1


Yah salah Melody juga bertanya kepada Sir Gio yang selama ini hanya tau bertarung, duel, serta mengumpat saja.


"Oh~"


Tak mendapat jawaban yang di inginkan pada Sir Gio akhirnya Melody bertanya pada Sir yang lain nya.


"Kapan kakak akan sampai di Kekaisaran Sir Galib?"tanya nya kepada Kesatria kakaknya yang sengaja di tinggal di sini.


Kakak nya berkata bahwa Sir Galib kini miliknya, tentu saja Sir Galib marah kepada kakaknya itu karena di perlakukan layaknha barang namun sekarang dia sudah tak marah lagi saat berfikir kalau lepas dari kakak nya Rexid yang selalu membuatnya bonyok dan pusing itu lebih baik.


"Sekitar jam 13.30 nanti?"jawab Sir Galib juga agak ragu namun jawaban itu lumayan memuaskan karena setidaknya dia sudah berusaha dan yang terpenting dia tak memutar bola matanya.


"Aku mengerti"ucap Melody sambil mengangguk paham.


Rupanya hal tersebut memancing amarah dari orang di sampingnya yang lain.


"Si4l!, bukan kah aku juga menjawab mu!, bangs4t!, tapu kenapa saat menjawab ku kau hanya 'oh' saja sedangkan dengan dia lebih panjang?!, ini tak adil!"protes Sir Gio tak terima.


"Kenapa memangnya?, kau masalah?"tanya Melody masa bodo menatap Sir Gio.


"Tentu saja padahal aku kan juga sudah berusaha menjawab pertanyaan mu sebisaku!"marah nya lagi.


"Oh ya?, tapi Sir Galin tak memutar bola matanya seperti mu jadi dia lebih tulus bukan?"ujar Melody tanoa dosa.


"Tidak bisa begitu kan!, aku kan yang menjawab terlebih dahulu!"marah Sir Gio lagi.


"Itu kan karana aku bertanya kepada mu terlebih dahulu"santai Melody.


"Arghhh!!!, dasar baj1ingan!, bangs4t!, si4l!,$#%^&€£¥₩£×+÷&&%#^$$____......."rupanya jawaban santai Melody membuat Sir Gio frustasi dan kesal.


Sehingga segala macam umpatan kini keluar dari mulunya.


Yang sama sekali tak mendapat respon dari siapapun karena mereka sudah terbiasa.

__ADS_1


Namun tetap saja tindakan Sir Gio yang cukup sembrono di depan Melody membuat para bawahan membelakan mata kaget dan percaya dengan keberanian yang di miliki oleh Sir Gio itu.


__ADS_2