Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 127


__ADS_3

Tak lama keta kuda yang membawa Melody di dalam nya kini sudah sampai di halaman Istana Kekaisaran.


Melody yang merasa bahwa kereta telah berhenti kini mengintip ke luar lewat jendela, dia hanya memastikan bahwa dia telah sampai di tujuan.


Matanya kini melihat Sir Gio yang turun dari kudanya dan berdiri di depan pintu kerta tersebut membuka pintu tersebut mempersilakan Melody untuk turun dari sana.


Melihat hal itu Melody hanya diam rasanya dia sama sekali belum rela untuk turun.


Melihat bahwa Melody tak turun-turun dan memiliki ekspresi enggan membuat Sir Gio jengah dan jengkel juga.


"Yang Mulia cepat turun"ujarnya penuh penekanan Sir Gio ingin mengumpat namun dirinya sadar bahwa dia saat ini ada di Istana Kekaisaran dan si4lnya lagi kalau orang di depan nya merupakan salah satu darah Kekaisaran.


Melody yang mendengar hal tersebut kini mendumel dan segera turun dari kerta kuda di bantu oleh Sir Gio yang memang sudah sejak tadi sudah mengulurkan tangannya hingga pegal.


"Dari tadi begini kan enak"ujar Sir Gio lirih yang hanya  bisa di dengar oleh Melody seorang.


Kini Melody di temani oleh kedua Kesatria nya masuk ke dalam aula perjamuan bahkan tanpa harus menunjukan surat undangan seperti para hadirin yang lain kini Melody sudah bisa masuk terlebih dahulu lewat jalur VVIP!.


"Yang Mulia Duchess mari ikut saya"ujar seseorang Pelayan pria yang bertugas di sana Melody tebak bahwa pangkat orang ini lebih tinggi dari pada yang lainnya.


Melihat Melody yang terlihat binging menebak Eir Galib berbisik sedikit di telinga Melody.


"Yang Mulia Duchess dia adalah kepala pelayan penyelenggara"ujar Sir Galib.


Mendengar bisikan itu Melody sedikit menaikkan alisnya.


Dia tau siapa dia itu dia adalah satu-satunya orang di Istana Kekaisaran yang sama sekali tidak dia kenal karena memang jarang bertemu apa lagi Melody yang dulu cukup tertutup jika ada pesta yang di selenggarakan.

__ADS_1


Namun tetap saja Melody tak beraksi apa-apa saat mendengar bisikan tersebut dia hanya dengan sombong menatap Kepala Pelayan tersebut dengan angkuh serta wajah datarnya dia sedang dongkol saat ini.


Jadi dengan diam dia mengikuti kemana Kepala Pelayan itu akan menuntunnya.


Kini mereka sudah sampai ke sebuah pintu kamar yang sangat bagus dan megah di mana di lorong nya di jaga oleh para Penjaga, Prajurit serta para Kesatria.


Di tambah kini kedua Kesatria berdiri di samping pintu megah tersebut, di samping mereka seorang Penjaga berdiri tepat di samping Pintu rungan tersebut.


Melihat Melody datang kedua Penjaga tersebut segera saja membukakan pintu kamar.


Namun saat Sir Gio dan Sir Galib hendak masuk ke dalam juga mereka berdua segera di hadapan oleh kedua Kesatria yang berjaga di samping pintu itu juga.


"Maaf Sir hanya Grand Duchess saja yang di perbolehkan masuk jadi bisa kah anda menunggu di luar?"tanya Kesatria tersebut menghalangi jalan kedua Kesatria Melody dengan tangannya.


Sir Galib yang mendengar itu menurut dan segara mundur memposisikan dirinya di pojok dengan posisi istirahat di tempat dengan wajah datar.


Sedangkan Sir Gio nampak kesal namun dirinya hanya bisa menurutinya saja dan berdiri di samping Sir Galib dengan posisi yang sama.


Hanya Sir Galib lah yang kini menatap tajam Sir Gio seakan berkata untuk diam.


Namun tentu saja hal tersebut tak menghentikan Sir Gio sama sekali diri nya terus mendumel hingga sebuah suara menghentikan acara makinya.


"Dua Kesatria itu aku yang bawa jadi bukan kah mereka juga berhak masuk?"ujar Melody menatap kedua Kesatria yang tadi memblokir jalan kedua 'Sir' tersebut.


"Tapi Grand Duchess, Kesatria memang tak boleh masuk ke dalam kamar Yang Mulia Kaisar tanpa seijin dari beliau"ujar salah satu dari Kesatria tersebut datar.


"Tapi aku ingin mereka berdua ikut?, apa kamu menantangku?"ujar Melody penuh penekanan bahkan aura menakutkan kini menguar dari dalam dirinya membuat semua yang ada di sana ketakutan.

__ADS_1


Di tambah tekanan yang di keluarkan oleh Melody mampu membuat mereka terpaksa harus berlutut di lantai lantaran tak kuat menahan beban yang tiba-tiba saja membebani punggung mereka.


Jika mereka lupa Melody belum melakukan upacara pelepasan gelar Kaisar Semantaranya jadi bisa di katakan Melody juga Kaisar mereka, aneh memang tapi itu kenyatan nya


"Tapi_"namun sebelum Kesatria itu membantah ucapan dari Melody sudah terlebih dahulu sebuah pedang yang dingin menyentuh ujung lehernya bahkan memhuat darah menentes di sana.


Kesatria itu menelan ludahnya kasar dia sama sekali tak bisa melihat itu gerakan yang cepat itu membuatnya bahkan tak bisa bereaksi sama sekali saat pedang itu di ayunkan kepadanya, di tambah kemunculan pedang yang tiba-tiba begitu membingungkan


Dengan tatapan yang tajam serta menatakutkan Melody menatap Kesatria tersebut yang kini nyawanya ada di ujung pedangnya.


"Kenapa diam?, lanjutkan ucapan mu itu"ujar Melody dengan nada yang mengerikan.


Hal itu rupanya cukup membuat semua yang ada di zana merinding di tambah lagi Kesatria tersebut yang kini malah makin menutup mulutnya rapat-rapat, bagimana tidak Melody berkata lanjutkan tapi katanya berkata.


'Diam atau aku bunuh kau!'


Suasan kini menjadi sangat tegang tidak ada yang sama sekali mau bergerak mereka semua dalam delema masing-masing.


"Yang Mulia Grand Duc_"


"Biarkan mereka masuk ini printah Kaisar"ujat sebuah suara wanita dari arah pintu yang kini memperluhatkan seorang wanita dengan gaun hijau mudanya.


"Salam kepada Yang Mulia Putri Isabella penerang ke 3 Kekaisaran BlueMoon!!"ujar semua orang yang ada di sana.


Kecuali Melody tentunya dirinya hanya berdiri dengan posisi yang masih sama.


Sir Gio dan Sir Galib hanya membungkuk sedikit namun mereka merasakan sebuah perbedaan yang cukup besar antara Duchess mereka dan Putri Isabella padahal mereka sama-sama Putri Kekaisaran tapi kenapa saat Duchess mereka yang datang mereka sama sekali tak memberikan salam.

__ADS_1


Tidak jangan kan memberi salam bahkan membungkuk saja mereka tidak, tanpa mereka berdua sadari kini tangan keduanya mengepal erat jujur sanhat ingin sekali mereka berdua mengajak duel dengan mereka semua saat ini juga.


"Biarkan adik ku melakukan apa pun yang dia mau ini printah Kaisar"ujar Putri Isabella manatao mereka semua.


__ADS_2