
"Lalu aku akan ikut paman, aku juga ingin bertemu dengan teman yang paman katakan itu, entah kenapa aku merasa bahwa teman paman sangat menyenangkan"ucap Melody semangat.
Dia sangat antusias untuk bertemu teman dari paman Wage lantaran cerita yang di lontarkan paman Wage begitu terasa menyenangkan.
"Hohoho!, aku yakin kamu akan senang dengan teman paman yang itu tidak seperti Penjaga Kota Pelabuhan yang dingin atau pula Kapten yang garang itu, dia sangat mudah di ajak bercanda dan plus atau kelebihannya adalah dia sangat bijaksana"cerita paman Wage.
"Wow!, benarkah, kalau seperti itu aku yakin dia sangat menyenangkan"ucap Melofy.
"Hey kalian kenapa masih saja di sana cepat sini bantu aku memilih kapal baru untuk kita!!"garang sang Kapten dari kejauhan.
Paman Wage yang melihat itu menghela nafas lelah.
"Haiss!, kamu lihat kan tadi si Kapten itu dia selalu saja seperti ini untung saja dia teman ku kalau tidak sudah ku lempar ke alam baka dia"ucap paman Wage sebelum berjalan pergi meninggalkan Melody dan menghampiri sang Kapten.
Melody hanya tersenyum walaupun paman Wage berkata bahwa Kapten sangat garang atau bagaimana dia tetap saja akan pergi dan bahkan merangkulnya layaknya teman dekat seperti saat ini Paman Wage langsung merangkul sang kapten dan bercanda bersama.
"Hey jangan terlalu galak-galak kalau kamu terlalu galak tak akan ada wanita yang mau jadi istrimu"ujar paman Wage yang diakhiri dengan tawa.
"Apa kamu bilang!, dasar Wage kamu pikir kamu punya Istri!"ucap sang Kapten sambil memberikan pukulan di lengan Paman Wage.
Membuat paman Wage kesakitan dan menjauh darinya.
"Dasar galak!"ujar paman Wage lagi sebelum segera kabur melihat kapal yang lainnya.
Tentu saja hal itu membuat Kapten sangat marah dia bahkan sudah mencak-mencak di tempat tak jelas sambil mengumpat kepada paman Wage dengan segala nama hewan dan kalimat kasar lainnya.
Melody sendiri hanya tersenyum dan kembali melihat kapal yang lainnya, dia berfikir kalau menemui Kapten sekarang dia akan dalam bahaya karena sepertinya sang Kapten sedang sangat marah besar dia sama sekali tak mau jadi pelapiasan bagi kemarahannya itu.
Setelah sekian lama memilih akhirnya Mepody menemukan satu kapal yang bagus dan juga cukup besar dan kuat dia berfikir bahwa kapal itu adalah yang terbaik yang bisa di bawa ke Utara.
__ADS_1
"Hey nak apa kamu sudah menejukan kapal?"tanya Kapten.
"Sudah paman"ujar Melody sambil memperlihatkan kapal yang dia pilih.
Sang kapten jelas sekali dia berfikir sebentar sebelum akhirnya tersenyum meremehkan.
"Hah!, kapal seperti itu kamu berani tunjukkan lihatlah kapalku jelas sekali bahwa kapal ku lebih baik dari mu"ujar sang kapten sambil memperlihatkan kapalnya.
Kapal tersebut sangat besar dengan mesin serta fasilitas yang sepertinya lengkap selain itu kapal itu juga kuat dan mungkin terbuat dari baja serta kayu dan plus nya lagi kapal itu memiliki body yang wow sangat cantik sekali kalau di ibaratkan kapal itu seperti seorang model.
"Heh?"Melody yang melihat itu tak bisa berkata apa-apa, rasanya kesal sekali melihat seorang pria tua pamer di depan nya.
"Hoho, bagaimana nak bukankah punya ku adalah yang terbaik untuk di pilih oleh kita semua"ujar sang Kapten sambil bermain kumisnya dan memandang Melody seakan merendahkan dia sangat percaya diri dengan karakteristik kapal yang di bawa.
"Hoy, apa ayang kalian berdua adukan kenapa dari tadi seprrtinya sangat ramai sekali"ujar Paman Wage dari kejauhan.
"Oh kau sudah datang Wage lihatlah aku sudah punya kapal untuk kita"ujar sang Kapten sambil menujukkan kembali kapal yang dia pilih.
Dan benar saja pilihan yang di pulih oleh paman Wage membuat Melody dan sang Kapten kagum bahkan sampai melebarkan mulut mereka.
Pasalnya kini di sana berdiri kapal yang besar dengan fasilitas lengkap , serta memiliki mesin yang amat baik, di tambah kapal itu sangat kuat walaupun menggunakan kayu seutuhnya.
"Haahaha!, lihatlah paman, paman Wage lebih hebat dari pada kamu"ujar Melody meledek sang Kapten sambil memegangi perutnya yang sakit akibat tertawa dan segera meninggalkan mereka berdua menuju kapak tersebut.
Kapten yang di ejek seperti itu sangat marah dan segera memberi pukulan satu kali di perut paman Wage.
Buak!
"Arghh!, hoy apa yang kamu lakukan"ujar paman Wage sambil memegang perutnya yang sakit akibat terkena pukul.
__ADS_1
"Ini semua salah mu!, kenapa kamu harus menujukan kapal itu di sini seharusnya nanti saja, lihatlah bocah itu sangat sombong!"teriak Kapten.
"Huh?, lalu apa masalahnya?"ucap Paman Wage yang bingung sendiri.
"Ahh!!, sudah lah kau tidak tau apa-apa!"teriak sang Kapten lagi dan segera menjnggalkan paman Wage sendirian di sana.
"Gila apa-apaan dia itu, kenapa sikapnya begitu labil??!"ucap paman Wage.
Sebenarnya dia sama sekali tak mau bertemu kembali dengan teman nya yang ini jika saja Melody tak membutuhkan bantuannya mana sudi dia menemui teman nya yang labil ini.
Alasan dia tak mau betemu dengan teman nya itu ini lah salah satu alasannya yaitu bahwa dia pasti akan melampiaskan kemarannya kepadanya walaupun dia sama sekali tak bersalah dan bukan dia juga yang jadi sumber masalah, memang teman nya yang satu ini kurang asam.
Dia juga heran kenapa dulu dia mau berteman dengan teman kek anjin9 seperti nya ya?, sudah lah lagi pula semuanya sudah berlaku yah mau menyesalpun percuma karena orang itu barusan sudah menjadi teman nya, nikmati saja lah siapa tau dia bisa jadi tahan banting?.
Setelah merasa kondisi nya lebih baik akhirnya paman Wage berjalan dan menyusul mereka semua.
"Kapal itu bagus, rupanya Wage memiliki mata dan indra yang sangat bagus"ujar sang Kapten menilai setiap sudut dari kapal tersebut.
"Hem, kami benar Kapten jadi lebih baik ayo pilih kapal ini saja"ujar Melody sambil mengangguk
"Yah kita pilih ini saja, nah kalau begitu nak cepat urus pembayarannya"perintah sang Kapten.
"Baiklah tunggu di sini sebentar aku akan bayar, dan kita bisa langsung lanjut ke tempat selanjutnya"ujar Melody sebelum berlari meninggalkan sang kapten unyuk membayar kapal yang telah di pilih mereka.
Seperginya Melody akhirnya Paman Wage datang.
"Hoy!, dimana Melody?"tanya Paman Wage kepada teman nya itu.
"Dia sedang mengurus pembayaran, ada apa kamu mencarinya apa ada masalah?"tanya Kapten
__ADS_1
"Tak ada hanya saja tak melihatnya kini rasanya aneh"ucap Paman Wage jujur.