Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 97 Kabar tentang kedatangan Melody


__ADS_3

Pangeran Rexid yang merasq bahqa apa yang akan di laporkan oleh paman Turbo penting memberi isyarat kepada Sir Gio untuk menurunkan pedangnyya.


"Tenanglah Sir aku tak apa, cepat turunkan pedangmu dan biarkan Prajurit ini memberikan laporannya"ujar Rexid.


Dengan berat hati dan sambil mendengus sebal Sir Gio menurunkan pedangnya namun tetap saja matanya yang tajam menatap paman Turbo dengan sangat galak seperti ingin memakan paman Turbo secara hidup-hidup.


Paman Turbo yang terbebas dari pedang Sir Gio kini bisa bernafas lega namun dirinya kembali bergidik ngeri saat melihat bahwa Sir Gio masih saja memelototinya dengan cara yang cukup sadis dan menakutkan untuk di lihat.


"Sekarang bicaralah hal penting apa yang ingin kamu beri tahu kepada ku?"tanya Rexid sambil memandang paman Turbo serius.


Dengan semangat yang membara paman Turbo segara saja berucap.


"Yang Mulia Pangeran, Melo_, Yang Mulia Duchess sudah kembali"ujar paman Turbo hampir saja dia keceplosan memanggil Duchess dengan nama langsung bisa-bisa dia benar-benar akan di penggal di sini jika dia salah sebut.


Tentu saja berita yang di bawa oleh paman Turbo membuat semuanya terkejut dan senang.


"Benarkah?, lalu di mana adikku?"tanya Rexis dwngan sangat antusias.


"Beliau saat ini sedang membasmi monstwr di wilayah sekitar dan beliau menyuruh saya dan yang lainnya untuk kembali terlebih dahulu, Yang Mulia"ucap paman Turbo menjelaskan situasi yang terjadi pada saat ini.


Mendengar jawaban serta pejelasan dari paman Turbo tentu saja hal tersebut membuat semua orang yang ada di sana melebarkan matanya.


"Apa!!!"kaget Rexid dengan histeris dia sangat lhawatir dengan adiknya yang nakal itu, jujur saja dia seperti terkena serangan jantung saat mendengar hal itu.


Prang!!

__ADS_1


Suara tersebut membuat semua orang menoleh kebelakang di mana di sana di depan pintu terdapat Diana yang berdiri dengan ekspresi terkwjut di wajahnya.


Bahkan teh serta teko nya yang dia bawa ini berserakan di lantai.


Namun seketika kakinya lemas dan dia hampir saja jatuh jika saja Sir Galon yang berada tak jauh darinya tak segera menangkap tubuh kurus itu.


Yang kini jauh lebih pusat serta kurus wajahnya bahkan kini tubuhnya seperti hanya tinggal tulang, tentu saja wanita itu sangat khawatir saat mendengar suami nya sama sekali tak sadarkan diri di tambah Melody yang pada saat itu tak rau bagaimana kabatnya membiat Diana sama sekali tak memiliki nafsu makan, dan memiliki beban pikiran yang cukup banyak.


"Nyoya Diana"panggil Sir Galon dengan cukup khawatir akan keadaan wanita tersebut.


"Aku tak apa Sir aku baik-baik saja"ujar Diana sambil tersenyum manis.


Namun siapa saja juga akan tau bahwa dirinya saat ini tidak ada pada masa kondiai yang baik dia malah terlihat sangat buruk dan lemah.


"Tidak Yang Mulia, saya benar-benar baik-baik saja"ujar Diana tersenyum dengan bibir pucatnya.


Mendengar hal itu Rexid hanya bisa menghela nafas lagi, dia sudah lelah menasihati Diana, nasehatnya sama sekali tak dia tanggapi.


"Baiklah terserah kau saja tapi jangan terlalu memaksakan diri sendiri ingat itu, dan kamu tak perlu terlalu khawatir kepada Melody dia anak yang kuat jadi sudah pasti dia bisa menjaga dirinya sendiri"ucap Rexid menenangkan Diana.


Diana ingin membuka suaranya namun langsung terpotong dengan ucapan dari Rexid.


"Dan juga kamu tak perlu panik, tenang saja kami akan segera menyusul Melody dan membantunya, jadi kamu tenang saja di rumah"ujar Rexid lagi dia sama sekali tak ingin mendengar pendapat dari Diana.


Karena menurutnya Diana harusnya beristirahat saja dan mengurus Delice yang saat ini sedang tidur panjang entah apa penyebabnya.

__ADS_1


Lagi pula urusan Duchy dia masih bisa kendalikan begitu juga dengan Melody yang tiba-tiba saja memutuskan untuk membunuh para monster sendirian.


Mungkin jika itu monster gelombang selain 10 dia akan biarkan saja tapi di gelombang terakhir ini ada hal yang cukup spesial biasanya pertahunnya hanya akan ada satu tapi kali ini entah kenapa bisa ada 5 dan bisa di pastikan bahwa kali ini akan sulit.


Namun yang membuatnya amat marah adalah Kakak Pertama nya yang sama sekali tak berguna itu bagaimana mungkin dia dan para anteknya tak menyedari kalau ada yang aneh di Duchy Salvier?, dia rasa Kakak Pertama nya serta para anteknya itu bod0h!


Ya kecuali Duke Milian namun sayang sekali koneksi Duke Milian dengan Kekaisaran juga entah kenapa bisa terputus, bahkan dia ingat sekali seberapa paniknya pria patuh baya itu saat dia sama sekali tak bisa memberikan informasi kepada Kekaisaran tepatnya kepada Kaisar Damian.


Yah dan pada akhirnya dia harus pergi sendiri ke Kaisaisaran namun sayang sekali kali ini dia tak bisa memakai sihir telepor yang ada di kotanya karena semuanya masih di perbaiki hal hasil dia harus menaiki kereta agar sampai di Kekaisaran berdasarkan waktunya Rexid yakin kalau Duke Milian akan tiba setidaknya sekitar 3 hari lagi.


Dia yakin tak akan ada halangan yang menghadang mereka karena Sir Devian, dan Sir Alex pergi bersama Duke, dia sengaja mengirim mereka pergi dengan misi rahasia karena bagaimana pun bahkan kepergian Duke pun menjadi rahasia karena mereka takut bahwa lawan mereka akan mengetahui rencana mereka.


Karena Rexid yakin bahwa lawan kali ini tak bisa di remehkan sama sekali.


"Sudahlah sekarang kamu Diana kembali lah biarkan Pelayak yang membereskan kekacauan yang ada, dan kamu sebaiknya pergi istirahat jika kamu tak ingin membuat Melody khawatir terhadapmu karena aku yakin bocah itu akan kembali setidaknya paking ceoat hari ini dan paling lambat besok pagi"ucap Rexid dengan yakin sebelum dengan apa yang baru saja dia katakan.


Mendengar apa yang di katakan oleh Pangeran Rexid, Diana sama sekali tak bisa menantang dan hanya bisa membungkuk hormat sebagai formalitas dan pergi dari sana.


"Huftt~~, sekarang tunggu apa lagi ayo berangkat, apa kalian akan membiarkan bocah nakal itu mencetak rekor paling baik?"ujar Rexid kepada semua orang di sana yang hanya mendapat tatapan datar dari semua orang kecuali Sir Gio yang kini semangatnya makin membara.


"Tidak mungkin!, Yang Mulia!, aku pasti bisa mengalahkan Duchess!"teriak Sir Gio semangat Rexid sangat suka semangatnya itu.


Sedangkan Sir Galon dan Sir Galib be like : hal konyol apa lagi yang akan di lakukan oleh mereka berdua.


Tambahan Sir Galib be like : sebenarnya siapa Kesatria miliknya?, kenapa mereka malah lebih cocok karena sama-sama gila!, apa boleh aku mengundurkan diri?.

__ADS_1


__ADS_2