
Namun tentu saja perasaan Sir Gio terhadap kakaknya hanya dia yang tau yang lain nya hanya tau bahwa Sir Gio memiliki rasa loyal yang tinggi saja, dan jika kalian tanya dari mana Melody tau.
Jawaban nya adalah 'Perpustakaan Antar Dimensi'
Ah!, ngomong-ngomong soal hal tersebut dia sudah lama tak lagi di hubungi Perpustakaan itu sejak komunikasi terakhir mereka pada waktu itu.
Akhirnya semua party sudah lengkap dan sinar kini mulai terang menyelimuti semua anggota party dan setelah cahaya itu hilang kini semua anggota party sudah tak ada di sana.
Sekitar siang harinya mereka sudah sampai di ibu kota Kekaisaran dan segera saja pergi ke Mension Duchy Salvier yang ada di ibu kota.
Ah ya Mension itu dia dapatkan dari Kaisar kakak nya sebagai hadiah karena sudah menjadi seorang Duchess, yah lumayan lah, Mension nya tak buruk sama sekali.
Sampai di Mension Melody segera saja pergi ke kamar dan berbaring di atas kasur yang lembut itu.
"Ah~!, ini sangat nyaman, rasanya tubuhku mati rasa karena terlalu lelah"ujar Melody dengan lesu di atas kasurnya seorang diri.
Sir Gio dan Sir Galib sudah dia suruh untuk pergi beristirahat rencananya di ibu Kora Kekaisaran dia tak akan melakukan apa-apaa hanya akan mengunjungi tokonya saja, itu pun akan dia lakukan setidaknya jam 4 sore dan karena ini baru jam 11.23 maka masih ada banyak waktu untuk istirahat.
Jadi jadwalnya untuk saat ini hanyalah tidur dan bersiap untuk pesta nanti malam.
"Malasnya"gumam Melody sambil memeluk bantalnya.
Memejamkan matanya tak butuh waktu lama bagi dirinya untuk tertidur di atas ranjang tersebut.
Jam 3 Melody sudah membuka matanya dia segera saja berjalan untuk mandi jam 4 tepat kini Melody mulai keluar dari kamarnya.
Di depan pintu Sir Gio dan Sir Galib sudah menunggu dirinya.
"Apa kalian beristirahat dengan baik?"tanya Melody berusaha ramah.
"Sangat baik Yang Mulia"jawab Sir Galib.
"Aku merinding saat melihatmu berusaha ramah"ujar Sir Gio yang langsung mendapat tatapan tajam dari Sir Galib.
Namun tetap saja Sir Gio sama sekali tak menghiraukan tatapan tersebut.
__ADS_1
"Siapa juga yang bersikap ramah kepadamu!, aku hanya ramah kepada Sir Galib tuh"ujar Melody yang juga kesal.
Namun rupanya jawaban Melody membuat Sir Gio nampak kesal juga.
Hal tersebut membuat Melody tak habis pikir akan sikap Sir Gio ini, dia itu aneh menurutnya, saat di perhatikan dia malah mengumpat dan saat di jahili sedikit saja seperti saat ini dirinya kesal, cukup unik dan menghibur karena jujur saja wajah Sir Gio yang kesal sangat bagus.
"Hey kenapa kau tersenyum?, apa kau sudah mulai gila?"ujar Sir Gio saat Melihat Melody tersenyum.
Melody yang mendengar itu menatap Sir Gio.
"Aku tersenyum atau tidak nya bukan urusan mu"ujar Melody dan berjalan mendahului keduanya di ikuti Sir Galib yang langsung memposisikan dirinya di belakang Melody.
Sedangkan Sir Gio dirinya masih saja mengumpat dan mencak-mencak lantaran kesal setengahnya mati.
Hal pertama adalah mengunjungi toko perhiasan toko itu sebenarnya punya ibunya, ibunya yang merupakan anak dari seorang pembisnis tentu saja saat menikah di berikan harta waris berupa beberapa toko di ibu Kota.
Masuk kedalam toko dirinya langsung saja di sambut oleh Manager toko.
"Selamat datang Yang Mulia, silakan duduk saya akan buatkan teh untuk anda Yang Mulia"ujar Manager tersebut sopan mempersilakan Melody duduk di sofa.
Tanpa sungkan pun Melody meminum teh tersebut.
"Kami pasti tau bukan kenapa aku datang?"tanya Melody.
"Tentu saja Yang Mulia saya tau, oleh karena itu saya sudah mempersiapkan semuanya"ujar Manager tersebut sambil dengan buru-buru pergi mengambil buku catatan dan hasil untuk bulan ini, serta menyerahkan nya kepada Melody.
Melody yang menerima itu menghidtung uang nya terlebih dahulu barulah memeriksa catatan apakah ada yang salah atau tidaknya.
"Hmmm, tidak ada kesalahan, kerja bagus"puji Melody sambil menutup buku catatan tersebut dan menyerahkan nya kembali kepada Manager.
Manager yang mendengar pujian tersebut sangat senang.
"Terima kasih Yang Mulia"ujar Manager tersebut.
"Hmm ya, aku tak bisa berlama-lama di sini karena aku harus pergi ke beberapa toko lagi"ujar Melody sambil berdiri dari duduknya.
__ADS_1
"Ya tentu saja Yang Mulia, mari saya antar"ujar Manager sopan.
Akhirnya sang Manager melepaskan kepergian Melody sampai depan toko tersebut.
Hari ini dia juga mengunjungi toko senjata, toko makanan, toko pakaian dan toko kebutuhan sehari-hari sebelum akhirnya dia puas karena sudah mendapatkan semua uangnya.
"Ini lah rasa uang"ujar Melody senang.
Biasanya jika Melody hendak berkunjung ke toko dia akan lewat pintu belakang (sembunyi-sembunyi) karena itu lah kebiasaan Melody yang dulu namun berbeda dengan Melody sekarang dia akan lewat pintu depan (terang-terangan) hingga menarik banyak perhatian.
"Yang Mulia ingin kemana lagi?"tanya Sir Galib.
"Aku baru ingat jika aku belum membeli gaun untuk nanti malam jadi lebih baik kita kembali ke toko pakaian saja"ujar Melody malu dia baru ingat akan hal tersebut.
Saat ini dia hanya mempunyai setidaknya 5 dress itu semua juga pemberian dari bibinya dan juga itu hanya dress untuk rumah.
"Baiklah Yang Mulia"
Tak lama mereka sampai di toko pakaian, dan Melody segera saja memilih gaun untuk nanti malam.
Manager toko tersebut tentu saja langsung datang dan ingin melayani Melody namun Melody menolak dan menyuruh Manager kembali lantaran dirinya ingin memilih gaun tanpa di ganggu.
"Sir, Sri!, menurutmu apakah?, ini bagus buat ku?"tanya Melody kepada Sir Galib dan Sir Gio yang kini secara mendadak menjadi penilai untuknya.
"Itu juga cocok untuk Yang Mulia, Yang Mulia nampak sangat bagus memakai gaun apa saja"puji Sir Galib dengan senyum.
Sedangkan Sir Gio hanya memutar bola matanya malas dan segera saja pergi dari sana mengelilingi toko tersebut melihat-lihat gaun yang ada.
Sudah banyak gaun yang di coba dan di lihat oleh Melody namun tetap saja Melody belum menemukan gaun yang dia suka.
"Jadi Yang Mulia ingin gaun yang mana?"tanya Sir Galib yang sudah kelelahan dia sama sekali tak menyangka bahwa menemani seorang perempuan berbelanja satu gaun membuatnya sangat lelah.
"Aku tak tau"ujar Melody yang seketika saja hampir membuat Sir Galib syok pasalnya mereka sudah ada di sini dari tadi dan sekarang sudah menujukan jam 7 malam.
Toko memang akan tutup sekitar jam 10 malam nanti jadi masih ada waktu bagi Melody untuk memilih.
__ADS_1