Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 126


__ADS_3

"Huft~"sungguh tak ada yang bisa Sir Galib lakukan mendengar jawaban dari Melody tersebut dirinya hanya bisa tersenyum dengan paksa.


Melody yang peka tau bahwa Sir Galib pasti lelah karena menemaninya dan sudah berdiri dari tadi.


"Sir lebih baik anda duduk saja di sofa itu biarkan aku memilih sendiri saja"ujar Melody yang merasa kasian.


"Tidak Yang Mulia ini tugas saya"tolak Sir Galib


"Tidak kamu duduk saja aku tau kamu pasti lelah"tolak Melody halus menyuruh Sir Galib duduk saja.


"Ta_"


"Ini perintah!"potong Melody yang langsung membuat kalimat yang akan keluar dari mulit Sir Galib berhenti dan membuatnya bungkam.


Diam hinngga intruksi dari Melody membuatnya mau tak mau harus menurutinya dan duduk di sofa.


"Duduk di sana dengan nyaman tak ada penolakan sama sekali!, aku tak suka di tolak!"ujar Melody tegas sambil menatap Sir Galib


Dengan terpaksa kini Sir Galib duduk di kuris dengan tenang dirinya kini memperlihatkan Melody yang masih saja memilih pakaian untuk dirinya sendiri.


Sedang asik mencari pakaian tiba-tiba Sir Gio datang dengan membawa sesuatu di tangannya dan langsung saja menyodirkan hal tersebut di depan Melody.


Melody yang melihat benda yang di sodorkan oleh Sir Gio kini membeku sebelum menoleh ke Sir Gio dengan tanda tanya yang amat besar.


"Kenapa?, tidak suka?"tanya Sir Gio sambil mengangkat satu alisnya tak suka.


"Ah, bukan begitu hanya saja tumben"cicik Melody di akhir kalimat saat mengagakan tumben sambil mengambil gaun yang di sodorkan kepadanya.


"Ck! Tapi kau tetap menerimanya tuh"ujar Sir Gio memalingkan muka.


Melihat itu Melody hanya bisa tersenyum dia kini tau sikap Sir Gio lainnya selain suka mengumpat ternyata dirinya adalah tipe pria Tresunder sungguh imut.

__ADS_1


"Baiklah aku akan membeli yang ini saja"ujar Melody memanggil Pelayan toko.


Mendengat itu mata Sir Gio melotot dia tak percaua dengan apa yang di katakan oleh Melody barusan dia bahkan mengorek kupingnya untuj jaga-jaga apa bila ternyata dia salah dengar.


"Hah?, kamu serius Yang Mulia?"tanya Sir Gio tak percaya.


"Iya aku serius, kenapa?'jawab Melody mengangguk sambil menatai Sir Gio.


"Tidak, terserah kau saja lah" ujar Sir Gio akhirnya dan segera meninggalkan Melody dan Sir Galib di dalam toko.


Kini dirinya berjalan keluar dan memilih menunggu mereka berdua di samping kereta kuda.


Tentu saja hal tersebut membuat Melody serta Sir Galib merasa aneh pasalnya biasanya Sir Gio akan mengumpat setidaknya satu kali tapi kali ini dia diam?, hmmm... mencurigakan!


Setelah membungkus gaun tersebut akhirnya Melody memilih untuk pulang saja ke Mension dan bersiap-siap secepat kilat pasalnya pesta akan di adakan jam 9 malam namun Melody belum bersiap sama sekali.


Tentu saja hal tersebut menjadi pekerjaan bagi para Pelayan Mension.


Dan saat sampai rumah Melody baru ingat jika dirinya tidak membeli perhiasan baru untungnnya di Mensioan tersebut ternyata ada beberapa set perhiasan yang di berikan oleh Kaisar sebagai hadiah dan Melody mau tak mau harus memakainya.


Dalam sekejap penampilan Melody kini berubah dirinya nampak sangat cantik di balut gaun berwarna kuning yang berkilau sangat cocok dengan rambutnya yang berwarna emas.


"Wah!, Yang Mulia sangat cantik sekali"puji para Pelayan yang ada di sana.


"Saya yakin malam ini Yang Mulia adalah bintangnnya!"ujar yang lain nya lagi memuji penampilan Melody berdssarkan fakta.


Pasalnya Melody nampak sangat berbeda tak seperti biasanya entah kenapa gaun dan perhiasam yang di pakainya sangat serasi dan cocok di tubuhnya.


"Terika kasih semuanya"ujar Melody yang juga merasa senang.


Kalau tidak salah ini kedua kalinya dia berdandan seperti ini pertama saat hendak menikah dan saat ini.

__ADS_1


Tapi dandananya saat akan menikah dulu tentu saja sederhana beda dengan sekarang dan juga saat dia berdandan waktu itu jujur saja alih-alih terlihat cantik di matanya itu malah terlihat sangat menyedihkan.


Agak lain memang!.


Akhirnya Melody keluar dari kamar tersebut sudah di sambut oleh Sir Gio serta Sir Galib yang sudah berdiri di depan pintu dengan pakaian yang berbeda dari biasanya di mana saat ini mereka terlihat lebih tampan, mempesona dan terlihat lebih berwibawa.


Melody yang melihat penampilan mereka berdua yang berbeda cukup terpesona, begitu juga dengan mereka berdua yang melihat Melody yang nampak cantik dengan gaun tersebut di tubuhnya.


"Wow!, kalian sangat tampan aku yakin kalian akan jadi pemeran di pesta itu setidaknya kalian akan jadi pemeran pembantu di sana!"ujar Melody sambil menahan tawanya yang hendak keluar.


Memang Oalah A5u, si Melody ini bisa-bisa nya dia memuji serta menjatuhkan lawan nya dengan mulus.


Jangan di tanya dengan Sir Gio dan Sir Galib saat ini Sir Gio sudah kesal setengah mati dan hampir saja memakan Melody jika saja dia tak ingat bahwa Melody atasannya, sedangkan Sir Galib yang biasanyq juga sabar kini hanya bisa tersenyum paksa, menurutnya sudah biasa hal tersebut.


Mental nya benar-benar sudah terlatih semenjak dirinya hidup dengan Pangeran Rexid dalam medan perang jadi hal seperti ini hanyalah masalah kecil.


Jujur saja awalnya mereka sudah senang di puji namun realita dan seindah ekspektasi rupanya.


"Ehem!, Yang Mulia sebaiknya kita segera berangkat sekarang saya yakin sudah banyak bangsawan yang tiba di sana"ujar Sir Galib menenangkan situasi saat dirinya melihat bahwa kesabaran Sir Gio sudah sampai batasnya.


"Hemp!, biarkan mereka menunggu lagi pula pemeran utama kan memang harus datang paling akhir biar dramatis gitu loh"ujar Melody menggembungkan pipinya sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


"Saya tau tapi yang datang terakhir biasanya adalah Kaisar Yang Mulia dan juga katanya Yang Mulia Kaisar ingin bertemu dengan anda terlebih dahulu sebelum acara di mulai"ujar Sir Galib.


"Cih!, palingan dia akan merepotkan ku lagi dengan permintaan nya yang di luar nalar itu kan"tuduh Melody jangan lupa bahwa dia masih salah paham dengan Kekaisaran bahwa mereka sengajq tak mengirim bala bantuan kepada Duchynya yang sedang di ambang kehancuran.


Sir Galib hanya bisa tersenyum tentu saja dia tau hal apa yang membuat Duchess tidak mau datang kesana.


"Yang Mulia sebaiknya anda dengarkan dulu penjelasan Kaisar barulah anda bisa memutuskan akan bertindak seperti apa"nasehat Sir Galib.


Mendengar itu Melody mendengus sebelum berkaya dengan sebal.

__ADS_1


"Baiklah aku akan kesana secepatnya, kau ini makin ke sini sama seperti Delice saja banyak aturan!"teriaknya dan pergi meninggalkan kedua 'Sir' tersebut.


__ADS_2