
Melihat hal itu semua penyerang terkejut dengan kejadian barusan.
Kini ruangan tersebut membeku membuat orang-orang yang ada di dalamnya kedinginan.
Merasakan hal tak beres para penyerang segera saja mencari cara untuk keluar dari tempat tersebut dengan cara membobol jendela namun tetap saja hal tersebut hanya berujung sia-sia pasalnya kini semua tempat membeku.
"Si4l!, jendelanya tidak bisa di buka!, ini membeku!"ujar seseorang dengan panik sambil terus berusaha membuka jendela tersebut.
"Di sini juga"ujar yang lain nya lagi.
Semuanya kini panik mereka takut jika saja target selanjutnya adalah mereka.
Kini Melody melirik ke arah orang-orang yang sedang panik dengan tatapan dingin, melihat mereka nampak panik Melody hanya diam sambil memperhatiakan mereka semua yang kini tengah ketakutan.
Sedangkan para awak kapal sendiri mereka juga diam, mereka tau bahwa Melody bisa mengurus semuanya seorang diri, diantara mereka bahkan tak ada yang bergerak untuk membunuh para penyerang yang kini sedang di landa rasa panik, mereka semua hanya berjalan kearah pintu dan keluar dari ruangan tersebut dengan tenang.
Letak pintu ada di samping Melody jadi para penyerang sama sekali tak berani untuk berjalan kearah sana.
Greb!
Suara pintu tertutup.
Semua awak kapal hanya memiliki wajah datar dan bersandar pada dinding kamar benar saja tak lama teriak nyaring terdengar dari balik pintu tersebut.
Di dalam kamar tersebut kini kondisi di dalam sungguh sangat berantakan dengan hanyaknya es serta mayat yang tertusuk es secara mengenaskan di tambah juga darah yang berserakan bahkan di antara mereka masih ada yang menetes.
Dengan tatapan datar tanpa belas kasian sama sekali Melody memgibaskan tangannya seketika semua mayat dan es serta kekacauan yang ada segera menghilang dan di gantikan dengan suasana damai kamar.
Keluar dari kamar Melody nampak menguap sebantar sebelum berjalan kearah kamarnya sendiri sedangkan para awak pakal mereka seketika seperti hormat kepada Melody.
Yah mereka menghormati Melody.
__ADS_1
Namun sebelum beranjak kearah kasur Melody ingat satu hal bahwa penyerangan bukan hanya di lakukan di dua kamar mungkin saja 13 kamar kainnya juga terkena masalah yang sama.
Menajamkan pendengaran kini semua kamar nampak sunyi dan tenang.
Karena merasa belum yakin akhirnya Melody menggunakan jurus rahasia miliknya.
Kedua matanya kini bersinar dengan warna emas dan tak lama semua hal yang menghalangi pandangannya seketika hilang dari dinding dia bisa melihat hal yang di balik dinding.
Bahkan orang-orang yang ada sampai pada organ dalam mereka dan bahkan menembus dinding-dinding yang lainnya hingga keluar penginapan.
"Mereka ternyata bisa mengatasi semuanya sendirian bahkan jika aku tak ikut campur pun"ucap Melody sambil menyunggingkan senyum simpul.
Di balik dinding barusan dia bisa melihat bahwa para awak kapal saat ini sedang membereskan kekacauan yang ada, yah walaupun musuh mereka mungkin kabur karena Melody sama sekali tak melihat adanya mayat.
Pagi harinya yang amat cerah Melody sudah bersiap dan akan segera keluar kamar namun siapa sangka bahwa ke 15 kamar tersebut terbuka secara bersamaan sehingga membuat mereka semua saling menyapa di pagi itu.
"Nak bagaimana tidur mu?"tanya paman Wage.
"Aku juga sama nyeyaknya walaupun semalam banyak nyamuk yang menggangu"jawab paman wage jelas sekali bahwa wajahnya lumayan asam.
Mendengar hal tersebut Melody hanya tersenyum dia paham apa yang di maksud dengan nyamuk itu tentu saja para penyerang siapa lagi memangnya lagi pula di setiap kamar sudah di pasang dupa agar nyamuk tak datang, lalu bagaimana mungkin nyamuk masih bisa ada di dalamnya?.
"Hahaha, paman semalam aku juga ada nyamuk nya"jawab Melody enteng.
"Oh benarkah?, kamu juga, aku rasa semua kamar memiliki nyamuk tadi malam"ujar sang Kapten yang entah datang dari mana.
"Iya aku rasa bagitu, baiklah paman lebih baik kita segara makan dan berkeliling pasar mencari kebutuhan untuk pergi berlayar"ujar Melody.
"Kamu benar nak, ayo semuanya kita turun"ucap sang Kapten yang di angguki oleh yang lainnya.
Turun dari tangga semua orang merasakan firasat yang lumayan aneh di mana semua orang menatap mereka sambil berbisik-bisik tak jelas.
__ADS_1
Hal tersebut tentu saja membuat Melody dan yang lainnya bingun.
Hingga akhirnya Kapten sadar akan sesuatu dan segera membisikkan hal tersebut kearah Melody.
Melody yang mendengarkan bisikan itu tercerahkan, jika di pikir kejadian tadi malam juga janggal bukan, masalahnya tadi malam jelas sekali bahwa mereka sangat ribut namun kenaoa pelanggan yang lainnya sama sekali tak mendengar keributan apa-apa.
Dan juga jika pelanggan tak datang seharusnya pemilik penginapan ini yang datang tapi jangan kan pemilik mereka bahakan belum melihat siapa pemilik penginapan ini sejak kematin.
Kalau di ingat lagi sepertinya hal tersebut sudah janggal sejak kemarin saat melody memberikan satu batang emas, jumlah tersebut tentu saja tak sedikit seharusnya pemilik penginapan ini lah yang datang langsung namun kemarin sangat berbeda di mana hanya sang resepsionis saja yang datang dan terlihat ramah terhadap mereka.
Menyadari hal tersebut Melody memiliki firasat tak enak apa lagi melihat tatapan mereka yang di tunjukan terhadap dirinya serta rombongannya dia merasa mereka samua sedang menilai diri nya dari ujung kaki hingga ujung rambut dari luar hingga dalam melody merasa seperti di ditelanjangi oleh mereka semua.
"Sepertinya ada yang tak beres dengan tempat ini"ujar paman Wage
"Kamu benar Wage kita sepertinya tak bisa berlama-lama di sini"ujar sang Kapten membenarkan apa kata paman Wage.
"Iya paman cepatlah pesan makanan dan kita akan segera keluar dari sini"ujar Melody.
Semuanya segera mengangguk dan segera duduk di salah satu kuris untuk duduk mereka bahkan sudah memesan makanan.
Sedangkan Melody sendiri berjalan ke meja resepsionis.
"Ada apa nona?, apa ada hal lain yang bisa saya bantu?"tanya resepsionis tersebut.
"Aku hanya ingin bertanya di sini tempat yang menjual kapal di mana?"tanya Melody tersenyum.
Dia tau bahwa semua orang yang ada di sini memang mencurigakan tapi satu hal yang pasti gadis polos si penjaga resepsionis ini bisa di percaya.
Jika kalian tanya dari mana dia tau hal tersebut tentu saja itu dari tatapan mata gadis di depannya.
Walaupun dikehidupan dulu Melody hanya siswa SMA biasa namun dirinya terkadang juga sering belajar hal-hal yang menurutnya menarik contoh seperti sekarang ini dia bisa membedakan seseorang yang memiliki baik serta maksud jahat hanya dari tatapan matanya saja, dia juga tau kalau hanya gadis ini yang tak memiliki kepalsuan, serta ada dua orang lagi yang juga tak memiliki kepalsuan di wajahnya itu adalah pelanggan yang duduk di depan meja resepsionis yang berjarak 5 meter.
__ADS_1
Hal seperti ini dia jagonya, tapi anehnya dia bahkan saat ulangan tak bisa menjawab satu pun soal yang ada.