Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 120


__ADS_3

Janda Permaisuri 1 yang selalu mengurung dirinya di kamar tak membiarkan siapa saja masuk ke dalam kamarnya kecuali, anak-anak nya dan satu orang Sir Alex Kesatrianya.


Bebarapa saat yang lalu Putri Mahkota Roselina dan Putri ke-3 Isabella baru saja kembali Kediaman mereka setelah menjenguk dan menghibur ibu mereka itu.


Sedangkan Pangeran ke-2, dan Ke-3 jangan di tanya, seperti apa yang kita ketahui Pangeran ke-2 Rexid dia masih saja di Duchy Salvier dan tak mengetahui hal-hal yang terjadi di Kekaisaran.


Sedangkan Pangeran ke-3 dirinya saat ini masih dalam perjalanan pulang menuju Kekaisaran, sesudah menyelesaikan pekerjaan nya


Kaisar sendiri dirinya sama sekali belum menjenguk ibunya dan masih dengan licik mencuri-curi kesemoatan untuk membuat posisi ibunya di Kekaisaran melemah.


Saat ini Janda Permaisuri 1 sedang duduk di kuris balkonnya sambil memandang foto di tangannya yang di duga adalah foto saudaranya itu.


Sama sekali tak ada Pelayan yang mendampinginya dan hanya ada Sir Laex yang berdiri bak patung di sana.


Sorot mata Sir Alex hanya datar dan dingin tanpa emosi rasa kasian sama sekali.


"Saudara kenapa anda pergi begitu cepat?"ujar Janda Permaisuri 1 sedih mengelus foto tersebut dengan sayang.


Dirinya yang sudah 2 minggu tak keluar dari kamar sama sekali tak tau bahwa saat ini sedang terjadi revolusi besar-besaran di dalam Kekaisaran.


Sementara itu Kaisar yang sedang memanfaatkan situasi kini bergerak dengan sangat cepat di mulai dengan cara melemahkan fasi Janda Permaisuri 1 dengan cara menjatuhkan tokoh-tokoh kuat di dalam faksi tersebut berjalan lancar tanpa hambatan.


"Yang Mulia kita sudah mengurangi setidaknya sampai setengah dari kekuatan yang ada pada Janda Permaisuri 1"lapor Duke Milian kepada Kaisar yang kini sedang di dalam kamarnya duduk di sisi ranjang.


"Kamu benar dalam waktu 2 minggu ini kita hanya mampu mengurangi sebanyak setengahnya saja, aku juga tak menyangka bahwa Janda Permaisuri 1 memilki faksi yang lumayan kokoh dan kuat"ujar Kaisar Damian.

__ADS_1


Pasalnya dengan sangat jelas sekali Damian dan Duke Milian menekan mereka semua namun merrka sama sekali tak bergerak dan seperti setia dengan Janda Permaisuri 1 bahkan hingga mereka benar-benar hancur.


"Hmmm_"Kaisar kini nampak berfikir sejenak sebelum akhirnya menatap Duke Milian.


"Duke, bagaimana jika kita mulai saja dengan langs8ng menjatuhkan toko terkuat ke 2 di faksi ini dengan begitu kita bisa langsung kekuatan Janda Permaisuri 1 sebanyak 20 %"ujar Kaisar.


"Yang Mulia benar sepertinya kita harus mulai dari orang itu dulu tapi sayangnya dia bukan lah lawan yang lemah, aku yakin akan sulit merobhkan nya"ujar Duke Milian.


"Tak apa, kita bisa menyuruh Devian untuk melakukan nya dan kita hanya perlu fokus kepada pelemahan faksi yang ada di ibu kota"ujar Kaisar


Memang dalam 2 mingg ini mereka hanya mengutangi kekuatan dari pihak Janda Permaisuri 1 itu semua karena saat mereka ingin melakukan serangan balasan besar yang seperti apa mereka rencanakan siapa tau bahwa hal tersebut masih bisa di cegah oleh faksi yang bahkan sudah kehilangan ketua mereka.


Hal itu tentu saja membuat Kaisar sangat jengkel apa lagi dari perbatasan juga muncul serangan itu membuatnya sangat tak senang dengan apa yang terjadi saat itu.


"Baik Yang Mulia"ujar Duke Milian menyetujuinya, menurutnya mengirim Devian juga bukan hal yang buruk anaknya itu bisa di andalkan dalam berbagai hal.


"Baik Yang Mulia akan secepatnya saya sampaikan hal tersebut kepada Pangeran Rexid"ujar Duke Milian.


"Yang Mulia selain utu kita juga mendapatkan kabar bahwa Pangeran ke-3 sebentar lagi akan memasuki Ibu Kota Yang Mulia"lapor Duke Milian dengan sopan.


Kaisar yang mendengar hal tersebut segera saja melotot matanya.


"Benarkah!~"ujarnya bahagia sudah cukup lama dirinya dan adiknya itu berbisah dia juga kangen dengan ide-ide licik adik ke 3 nya itu.


Mendengar pernyataan senang dari Bagindanya membuat Duke Milian tersenyum dan mengangguk kan kepalanya seakan mengatakan bahwa apa yang di katakan oleh Kaisar itu benar apa adanya.

__ADS_1


"Benar Yang Mulia"jawab Duke Milian dengan senyum


"Baiklah setelah dia sampai di Istana suruh dia untuk segera menghadap kepada ku ada hal penting yang harus aku dikusikan serta bicarakan dengan dirinya"perintah Kaisar.


"Baik Yang Mulia"ujar Duke Milian sebelum dirinya kemudian undur diri dari hadapan Kaisar dengan sopan.


Duke Milian kini berada di ruang belajarnyadia saat ini sedang menulis surat untuk di berikan kepada Pangeran ke-2 Rexid.


"Kirim surat ini ke Salvier ingat jangan berikan surat ini kesiapa pun sebelum kamu memberikan surat ini sendiri kepada Yang Mulia Pangeran Rexid, apa kamu paham?!"ujar Duke Milian kepada seorang Kesatriq yang ada di depan nya.


Kesatria yang ada di depan nya merupakan salag satu Kesatria kepercayaan yang ada di bawah asuhan Kepala Keluarga secara langsung, dia juga tak yakin jika akan memberikan tugas ini kepada pengantara surat atau bahwa Keatria biasa sesudah memikirkan bahwa keadaan yang masih belum stabil.


Bisa saja jika tiba-tiba faksi Janda Permaisuri 1 menghadang pengirim surat tersebut bisa gawat kalau surat ini tak sampai ke tangan Pangeran Rexid bisa-bisa dia tak akan tau keadaan ibunya saat ini.


Yah walaupun ada kemungkinan kalau misalnya faksi Janda Permaisuri 1 akan mengirim surat ini lagu menggunakan orang-orang dari mereka tapi tetap saja dia ingin surat ini di sampaikan masih dengan tersegel lambang Duchy Milian di atas kertas nya!.


"Baik Yang Mulia Duke"ujar Kesatria itu sopan sebelum dirinya undur diri untuk melaksanakan perintah tersebut.


Seperginya Kesatria itu kini Kesatria lain nya masuk ke dalam rungan tersebut dan segara berlutut di hadapab Duke Milian.


"Bicaralah ada hal apa yang terjadi?, apa itu penting?"tanya Duke Milian.


"Yang Mulia Duke kini Pangeran ke-3 sudah sampai di gerbang ibu kota Kekaisaran Yang Mulia"lapor Kesatria tersebut.


Duke Milian yang mendengar itu melambaikan tangannya menyuruh Kesatria itu pergi.

__ADS_1


Sepertinya Kesatria tersebut kini Duke Milian tersenyum.


"Entah apa yang akan Yang Mulia Kaisar lakukan tapi aku menantikan hal tersebut"ujarnya dengan senyum misterius.


__ADS_2