
Seketika itu juga Melody kini menjadi sangat waspada akan keadaan di sekitarnya.
"Siapa itu?!, tunjukkan wajahmu!, kalau berani ayo bertarung aku siapa menotong lehermu"ucap Melody sadis sambil mengangkat pedangnya.
Bahkan tanpa berfikir pun semua orang pasti tau bahwa uang barusan menyerang pastinya manusia, karena binatang tanpa mana di tubuhnya mana mungkin bisa memanah!, hanya orang bod0h yang berfikir binatang yang tanpa pikiran bisa memanah!!.
Tak lama dari arah dimana panah itu datang seorang laki-laki dengan baju pada masa kerajaan kuno di jawa kini keluar, sambil mengangkat tangannya.
"tenaglah nona, ngapuntenaken kula, amargi mboten sengaja memanah kearah panjenengan (tengalah nona, maafkan saya, karena tidak sengaja memanah kerah anda"ucap pemuda tersebut dengan senyum.
Melody yang melihat pemuda itu dan bahasa yang di gunakan oleh nya kini tercengang.
Bagiamana bisa?
Baju itu?
Bahasa itu?
Dan wajah itu?
Semuanya adalah 'Jawa'!
Namun apa masalahnya, inti nya di sini adalah dia merasa tersinggung dengan orang di depan nya ini.
"Hemp!, punapa perdulinipun kula!, ingkang wigatos inggih punika sampeyan memanah kearahipun kula! (Hemp, apa perduliku!, yang penting kamu memanah kearahku!"ucap Melody kesal dia bahkan tak berniat untuk menurunkan pedangnnya.
*mulai dari sini author akan menulis dengan bahasa Indonesia tanpa ada campuran bahasa jawa karena untuk memudahkan saya dalam menulis.
"Maaf nona saya sungguh tak sengaja melakukannya"ucap pemuda tersebut sambil menaruh tangannya di dada dan sedikit membungkuk kan badanya meminta maaf kepada Melody.
Jujur saja Melody masih kesal tapi berdebat terus pun tak ada gunanya, lagi pula sepertinya orang di depan nya ini tulus meminta maaf kepadanya.
"Baiklah aku akan memaafkanmu"ucap Melody dan segera menyarung kembali pedangnya.
Melody baru sadar jika pakaian yang di gunakan pemuda ini lumayan mewah, apa pemuda di depan nya ini adalah seorang bangsa priyayi?(bangsawan)
"Terimakasih nona sudah memaafkan saya"ucap pemuda tersebut tersenyum sopan kearah Melody.
"Ya, sama-sama"balas Melody acuh, dia tak tertarik sama sekali dengan pemuda di depannya.
Walaupun memang wajahnya tampan, dan juga berstatus tinggi tapi dia tak berminat, soalanya wajah tampan tak menjamin segalanya dan status dia punya senidir tuh.
"Maaf nona, jika saya lancang, ada apakah gerangan kenapa wanita secantik nona bisa ada di dalan hutan yang berbahaya ini?"tanya pemuda tersebut.
__ADS_1
"Kamu nanya?, kamu bertanya-tanya?, kenapa aku bisa di sini, kamu nanya?"seru Melody menirukan fenomena 'kamu nanya' tersebut dengan nada yang sama persis dan tak lupa wajaj yang di buat semenyabalkan mungkin.
Benar sekali, pemuda di depan nya ini kini memiliki perempatan di keingnnya, sepertinya dia kesal akan jawaban Melody yang cukup menyebalkan dan halal di pukul, namun tetap saja dia tetap menjaga senyumnya tersebut.
Melody yang melihat ekpresi itu cukup tau perasaan sang pemuda, itu mirip sepertinya saat teman-teman nya mengatakan hal tersebut saat di tanya padahal sudah serius-serius bertanya.
"Marah?, huh!"ucap Melody dengan nada angkuh.
"Tidak nona, Maafkan saya jika hal tersebut mengganggu anda"ucap sang pemuda pafa akhirnya.
"Tidak mengganggu"ucap Melody
"Syukurlah jika begitu"ucap sang pemuda.
"Hey, ini di mana tepatnya di zaman apa aku berada?"tanya Melody.
Pertanyaan itu membuat sang pemuda terlihat bingung, pikirnya bagaimaba mungkin ada seseorang yang tak tau kerajaan ini?.
"Anda saat ini ada di Kerajaan Tumapel (Singasari)"jawab sang pemuda.
Melody yang mendengar itu mengangguk, sebelum matanya kini melebar, dia tak salah dengar ini zaman kerajaan Singasari, kerajaannya Ken Dedes dan Ken Arok itu!!!.
What!!, kok bisa!!?
"Ini Tumalel (Singasari)!?"ulang Melody sambil menatap sang pemida serius.
Jadi beneran ini Tumapek atau Singasari?, tapi bagaimana bisa!, dia yakin dia hanya pergi ke 'Dunia Rahasia' bagaimana bisa sampai ke Singasari, kerajaan kuno di indonesia?!, apa 'Dunia Rahasia' yang sebenarnya adalah di sini, di Singasari??!!!.
Tunggu dulu ayo konfirmasi satu hal.
"Siapa namamu?"tanya Melody.
???
Mendapat pertanyaan tiba-tiba pemida tersebut memiliki tanda tangnnya di kepalanya namun dia tetap menjawab hal tersebut.
"Saya Anusapati"ucap pemuda tersebut yang menyebut dirinya sebagai Anusapati.
"Kamu anak Yang Mulia Permaisuri Ken Dedes?"tanya Melody.
"Iya benar"ucap Anusapati.
Dia berfikir bahwa Melody kini sadar bahwa dirinya bersalah, karena telah lancang kepada dirinya yang merupakan anak dari Permaisuri Ken Dedes, dan MahaRaja Ken Arok, namun siapa sangka hal itu malah meleset.
__ADS_1
"Kemana jalan menuju pelanuhan?"tanya Melody tiba-tiba.
Membuat Anusapati kaget.
"Apa??"
"Bilang saja kemana?"ucap Melody.
"Itu, anda bisa mengikuti peta ini"ucap Anusapati menyerahkan peta kepada Melody.
"Terima kasih dan semoga kita tidak bertemu lagi"ucap Melody sebelum pergi dari sana meninggalkan Anusapati yang msmbeku di tempat.
Setelah jauh kini Melody bisa mengambil nafas lega, dia bersyukur bisa kabur, dia sama sekali tak ingin terlibat dengan masalah Tumapel yang sangat amat rumit itu, apa lagi sejarah nya membuat ragu untuk memihak siapa saja, jadi ayo pergi saja dari sini dia yakin 'Dunia Rahasia' yang di maksud bukan di aini tapi di benua barat atau Eropa.
Kenapa?, karena Melody hanya yakin begitu.
Si4l!, rasanya tidak ada petunjuk soal 'Dunia Rahasia' sama sekali.
"Pikirkan!, apa ada sesuatu yang aku lewatkan seperti prasasti yang aku lewatkan saat belajar atau bagaimana atau ada sesuatu yang Melody ketahui?"pikirnya jika begini terus lama-lama dia bisa gila.
Petunjuk
Petunjuk
Petunjuk
Ulangnya secara terus-menerus di dalam pikiran nya, hingga akhirnya dia mengingat suatu hal, ini di bacanya setelah beberapa hari sampai di Duchy Utara
Di sana tertulis bahwa 'Dunia Rahasia' amat sangat berbeda dengan Dunia mereka, dimana di sana binatang tak memiliki sihir.
Lalu itu ada di bagian paling utara dari 'Dunia Rahasia', selain itu salju menutupi semua daerah itu.
Ok tidak ada yang lebih cocok selain kutub Utara jadi dia salah mendarat gitu?.
"Rasanya menyebalkan, tapi Utara dan Jawa itu sangat lah jauh"ucapnya lemas dia merasa kesal karena tempatnya jauh sekali.
Menatap kelangit kini dia memiliki ide bagaimana jika dia terbang seperti pesawat, ya ayo terbang saja tapi masalahnya sihir nya apa cukup!.
Huftt~~
Menghela nafas rasanya idenya itu konyol, mana ada penyihir yang bisa mengitari bumi yang besar ini dengan sihir, kalau begitu apa ada cara lain?.
Tunggu mungkin itu bisa, teleportasi dia yakin bahwa itu bisa tapi masalahnya sihir ini membutuhkan mana yang besar, ini bukan jarak antara Duchy Utara ke Kekaisaran tapi dari Indonesia tanah Jawa sampai Kutub Utara, bisa mati dia.
__ADS_1
"Si4l!, kalau begini caranya aku akan mati, jika aku melakukan teleportasi sampai di sana kira-kira berapa banyak aku melakukan telepor?, aku hanya bisa melakukan 10 kali telepor dengan jarak masing-masing 35 Km"analisis Melody.
Tak tau pastinya tapi itu sepertinya membutuhkan jutaan kali telepor, kalau begitu bukan kah di lebih baik pakai perjalanan laut saja dulu?.