Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 98. Petir


__ADS_3

"Nah kalau begitu tunggu apa lagi ayo kita pergi Sir Gio!"ucap Rexid semangat dan segera keluar dari sana di ikuti oleh Sir Gio yang semangatnya kini sangat membara.


Hufttt~~~~


Dua helaan nafas kini terderngar siapa lagi kalau bukan dari Sir Galib dan Sir Galon.


"Sir kita juga harus pergi bukan?"tanya Sir Galon.


"Tentu saja kita juga harus pergi"ucap Sir Galib.


Keduanya mengangguk secara bertatap-tatapan


ap dan segera melangkah keluar dengan santai mengikuti kedua orang yang sudah pergi terlebih dahulu.


Di sisi lain Melody benar-benar menggila, entah sihir apa yang dia pakai namun dirinya saat ini terus aja di kepung oleh banyak monster bahkan di sekitarnya banyak sekali mayat monster yang berserakan dengan kondisi yang memperhatinkan.


Seringan yang mengerikan masih saja tetap ada di bibirnya dia sangat senang ketika mengayunkan pedangnya yang terkena darah untuk membunuh para monster yang ada.


Slap~


Kepala seorang monster kini menggelinding di tanah akibat tebasan pedang yang di lakukan Melody, mereka semua sama sekali tak ada apa-apanya bagi Melody, sangat tak berguna, namun tetap saja bagian tubuh dari mereka ada yang berguna jadi Melody juga berhati-hati dalam membunuhnya.


Tak lama kemudian semua monster di sekitarnya sudah tak ada, Melody sama sekali tak berkerinhat walaupun dirinya sudah bergerak dengan sangat banyak.


Menatap seklilingnya Melody akhirnya menyimpulkan bahwa monster nya sudah habis.


"Hufttt~, apa ini akhirnya?"tanya Melody menatap semua mayat monster di sekitarnya.


Namun siapa yang akan menyangka bahwa sebenatnya tak jauh dari tempat itu tepatnya di semak-semak belakang Melody lima sosok dengan mata merah darah kini mengawasinya.


Melody kini mendekat ke salah satu mayat monster dan menjetikan jarinya seketika bagian dari yang berguna dari tubuh monster dan yang tak berguna kini langsung menjadi terpisah dan dengan mudahnya Mslody memasukan bagian yang berguna ke dalam gelangnya.


Di Melakukan hal yang sama kepada semunya sebelum tersenyum puas lantaran dirinya sudah bisa menyelesaikan semua nya dengan amat baik.


"Akhirnya selesai juga"ucapnya puas.


Namun tiba-tiba indra nya kini menjadi waspada hal tersebut langsung mengubah ekspresi Melody menadi sangat serius.


Benar saja tak lama dari dalam semak-semak di sekelilingnya muncul 5 monster yang lansung mengepungnny.


Melody yang melihat itu menjadi waspada dan mulai mengangkat pedangnya, dia berfikir untuk langsung memotong kepala mereka semua.


Namun selama bebarapa saat mereka sama sekali tak menyerang hal tersebut tentu saja membuat Melody terheran-heran karena biasanya para monster akan langsung menyerangnya.


"Hey manusia!"ucap salah satu monster di sana membuat Melody terkejut bukan main


"Hah!, monster juga bisa berbicara!"teriak Melody bahkan pedangnya kini terjatuh di tanah.

__ADS_1


Teriakan menggelagar tersebut ternyata mampu membuat ke lim monster tersebut menutup telinga mereka dengan wajah datar.


"Tentu saja kamu kira kami tak bisa berbicara?, bagaimana pun kita juga makhluk hidup"ucap dari mereka.


"Walaupun aku tau kalian adalah gelombang terakhir yang tentu saja level kalian pasti akan berbeda dengan semuanya tapi aku tak menyangka kalian bisa berbicara"ucap Melody.


"Manusia memang seperti itu"ucap salah satu dari mereka dan berubah wujud menjadi manusia di ikuti oleh yang lainnya.


Hal tersebut tambah membuat Melody terkejut, namun saat dia berfikir lagi bahwa dunia yang dia tempati adalah yang tergila di antara semua dunia membuat rasa keterkejutannya lumayan mereda


"Huh!, apa yang kalian semua inginkan dengan cara menemuiku?"tanya Melody.


"Apa lagi tentu saja membunuhmu"


"Iya bagiamana kita bisa membiarkan makhluk yang membunuh ras kami selamat dengan begitu saja"


Sudah Melody duga bukan hal baik saat dirinya bertemu dengan mereka semua.


"Membunuh ku?, aku takut kalau kalian tak akan memiliki kesempatan itu"ujar Melody sambil menyeringai lebar.


Duar!


Jederr!


Duar!!


Jederr!


Benar saja tak lama lima petir kini menyambar kelima Monster tersebut, siapa lagi kalau bukan ulah Melody.


Namun saat asap menghilang Melody bisa melihat mereka baik-baik saja karena sempat membuat penghalang untuk melindungi diri masing-masing.


"Ck!, sudah ku duga hal ini akan terjadi"kesal Melody namun tiba-tiba dirinya tersenyum bagai iblis.


Mengangkat tangannya.


"Jika mereka bisa bertahan dari satu apa kah mereka bis bertahan dari puluhan, ratusan, bahkan ribuan petir?"ucapnya menyeringai dan langsung menjatuhkan momentum.


Duarr !


Jedarr!


Jederr!


Duarrr!


Jedarr!

__ADS_1


Jederrr!


Duarrr !


Suara petir kini terdengar memekikan telinga bagi siapa saja yang mendengarnya itu seperti terkena ledakan bom.


"Ughhh!!"


"Arghhh!!"


Kelima monster tersebut kini begitu terkejut dan Berusaha bertahan, mereka tau bahwa Melody amat kuat tapi mereka sama sekali tidak menyangka akan sekuat ini.


Tak lama ledakan berhenti dan memperlihatkan kelima monster tersebit yang masih bisa bertahan walaupun dengan tubuh yang banyak luka goresan serta nafas yang ngos-ngosa.


Melody yang melihat itu memincingkan matanya sedikit kagum.


"Wah kalian hebat juga bisa menahan petir itu tapi sayang sekali aku tak yakin kalian akan bertahan dengan petir selanjutnya"ucapnya senang.


Kelima monster yang di depannya kini membelakan mata sembari berteriak di dalam hati.


'Lagi!!!?, tidakkk!!!, aku tak mau!'


Namun hal tersebut sia-sia saja lantaran petir dengan warna yang tidak biasa yaitu warna emas sudah siap menyambar mereka semua.


Dan


Durrr!!!!


Bommmm!!!!


Arghhhhh!!!!


Terikan para monster kini terdengar


Kini Melody bisa melihat bahwa mereka jelas-jelas kesakitan karena petirtersebut tapi siapa itu Melody?, dia tentu saja hanya akan menontonnya lagi pula melihat seseorang kesakitan itu menatik seperti menonton acara show.


Kini keloma monster itu terkapar di tanah dengan sangat mengenaskan, dimana semua tubuh serta pakaian mereka menjadi hitam dan rambut mereka kini berdiri dengan tegak sama sekali tak sedap di pandang.


"Sebenarnya aku kasian pada kalian semua, padahal kalian belum menujukan kekuatan tapi sudah gosong saja"ucap Melody santai.


Kelima monster masih bisa mendengar hal tersebut karena mereka belum mati hanya tak bisa bergerak sama sekali saja.


"Apa kalian ingin mati sekarang?"tanya Melody kepada mereka berlima.


Yang tentu saja sama sekali tak mendapat jawapan apa-apa dari mereka semua karena mereka sama sekali tak bosa berbicara saat ini.


"Ku rasa kalian ingin mati sekarang"ujar Melody lagi.

__ADS_1


Kelima hanya diam saja lagi pula jika ajal mereka datang mereka sama sekali tak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa pasrah saja jika mereka memang di tak dirkan untuk mati hari ini.


Melody mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dan cahaya kememasan kini keluar dari pedangnya.


__ADS_2