Duchess Utara

Duchess Utara
Bab 124


__ADS_3

Akhirnya waktu yang di janjikan sudah datang hari di mana Melody akan berangkat Kekaisaran.


Kini Melody sedang menatap ke luar jendela sambil melihat Duchy nya yang kini sudah lumayan baik, di mana sekarang rumah penduduk sudah kembali di banguna dan aktivitas penduduk berjalan seperti apa semestinya.


Walaupun kehidupan penduduk masih di tompa oleh Duchy itu sendiri lantaran penduduk yang belum mempunyai pekerjaan.


Pasar memang belum beroperasi dan satu-satunya fasiltas pelayan penduduk yang beroperasi baru lah kantor kepolisian yang sudah jadi dan sekolah yang sudah berjalan walaupun gedung sekolahnya belum Jadi.


Yah saat ini anak-anak untuk sementara waktu belajar di dalam Mension Duchess.


"Cukup memuaskan, hasil yang bagus"ujarnya sangat bangga akan dirinya sendiri.


"Hmmm..., untuk hutan monster untuk bebarapa ratus tahun itu tak akan bocor lagi moster nya tapi tetap saja aku harus mengirim tim pembersih kedalam hutan monster, karena walaupun tersegel tapi itu hanya tersegel agar tak masuk ke wilayah Duchy saja, karsna pada dasarnya di dalam hutan monster maksih ada"


"Mungkin aku bisa mengirim tik setidaknya 6 bulan sekali?, lagi pula bagian tubuh monster yang berharga bisa menjadi uang jadi ku rasa tak salah jika aku memanfaatkan itu"


"Dan sekarang lebih baik aku segera pergi dan bersiap untuk Kekaisaran sekarang juga"gumamnya.


Jujur saja sebenarnya Melody agak malas untuk pergi ke pesta itu tapi mau bagimana lagi ya, Kaisar yang mengundang nya sendiri merupakan kakaknya di tambah pesta ini di selenggarakan untuknya, jadi datang menjadi seperti keseharusan baginya.


Tak seperti biasanya di mana Melody hanya akan memakai baju penguasan Duchy kini dia memakai dress serta banyak perhiasan seperti saat dirinya masih lah Putri Kekaisaran.


By the way semua ini dia dapatkan dari sang bibi dari pihak ibu yang kemarin berkunjung.


Dia nampak kaget saat melihat penampilan Melody yang terlalu kasar dan laki!, di tambah saat sang bibi tau kalau dia tak punya dress maupun perhiasan yang ada.


Beliau sempat marah dan mengomel panjang serta berceramah tentang hal tersebut.

__ADS_1


Oh ya dan masalah Diana yang mengisihkan dress serta beberapa perhiasan itu, ketahuan oleh Melody hal hasil Melody menjual nya sendiri, katanya lumayan buat tambah-tambah.


Walaupun karena hal ini Delice serta Diana hampir di buatnya pingsan, bagimana mereka tak pingsan Putri yang selama ini mereka besarkan dan asuh menjadi seorang perempuan matre!, serta tergila-gila dengan uang, di tambah juga gila kerja hingga tak ingat waktu!


"Yang Mulia hati-hati di jalan, kami akan menunggu anda kembali"ujar Diana dari sana.


"Baiklah, aku akan cepat pulang kamu tenang saja, jadi tolong jaga Duchy selama aku pergi"ujar nya.


"Dan tolong ingat untuk menyambut Marquess jika dia sudah kembali jadi Sir Vio sambut Marquess dengan megah jau tau?"ucap Melody menatap Sir Vio.


"Baik Yang Mulia tak perku khawatir soal hal tersebut"ujar Sir Vio tersenyum seakan-akan berkata bahwa 'percayalah pada ku' begitu lah kira-kira.


"Dan Sir Galon undur sedikit persidangan Count sampaikan kepadanya aku minta maaf"ujar Melody benar sekali beban nya sangat banyak.


Rasanya air mata Melody hampir saja jatuh!, si4l!, dia tak percaya ini akan terjadi.


"Dan kamu Sir Candra pantau terus perkembangan kesehatan Viscount bersama dengan dokter kamu juga bisa pergi dengan Dame Clara"ujar Melody dia sengaja menambah nama Dame Clara untuk menggodanya.


Dan siapa sangka bahwa hal tersebut berhasil buktinya kini Dame Clara memiliki wajah merah semerah tomat, hal tersebut jelas bisa di lihat yang lain nya.


Padahal pada awalnya mereka tak tau kalau misalnya Dame Clara menyukai Viscount siapa dulu admin nya kalau bukan Melody, seandainya Melody tak menggoda Dame Clara terus menerus maka yang lain nya tak akan mengetahuinya sama sekali.


"Baik Yang Mulia akan kami lakukan"jawab keduanya secara bersamaan dengan Sir Candra berwajah datar dan Dame Clara yang bersemu merah.


"Diana, Delice aku akan merindukan kalian tapi tenang saja aku akan menjaga diriku dengan baik di sana, jadi aku titip Duchy serta tolong gantikan aku mengerjakan berkas yang ada di kantor satu hari saja aku mohon, aku janji setalah perta aku akan langsung pulang"ujar Melody menatap keduanya.


Di mana saat ini Diana sudah menangis di pelukan Delice sambil mengelap air matanya dengan sapu tangan serta Delice yang hanya berwajah datar seperti biasanya.

__ADS_1


"Tenang saja Yang Mulia serahkan semuanya kepada ku"ujar Delice singkat.


"Dan Sir Gio apa yang kau lakukan di sana?"tanya Melody kepada Sir Gio yang kini berbaris di samping Delice.


"Apa lagi?, tentu saja melepasmu, rasanya senang jika tak ada kamu di sini aku bisa bebas dan setidaknya tak akan ada yang menyulut emosiku"ujar Sir Gio sambil menyeringai lebar dia cukup senang ternyata dengan kepergian Melody.


Melody yang mendengar itu hanya tersenyum sudah biasa menurutnya.


"Sir Gio anda harus ikut dengan Yang Mulia Duchess dan aku pergi Kekaisaran, kita berdua bertugas mendampingi Duchess jika kau lupa"ucap Sir Galib yang sudah berdiri di samping Melody bersiap untuk mengawalnya.


Siapa sangka bahwa ucapan Sir Galib menohok bagi Sir Gio, dia tak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Apa!!?, aku harus pergi dengan kalian!, aku tak mau!, dasar sampah!"umpatnya lagi sambil meludah ke samping.


"Yah mau protes seperti apa pun ini sudah tugas mu jadi ayo kemarilah Sir"ujar Sir Galib dengan wajah mengintimindasi tak seperti biasanya yang ternyata cukup untuk membuat Sir Gio sedikit ketakutan.


"Tapi aku tak mau, lalu bagimana dong?"namun tetap saja dia bersikeras untuk tak ikut rasanya akan lebih meyenangkan ada di Duchy saja dari pada harus menoton drama di sana.


Mendengar jawaban Sir Gio Melody tersenyum dia juga tau dengan apa yang di pikirkan oleh Sir Gio saat inj dan itu juga sebenarnya yang menjadi alasan kenapa dia malas pergi ke pesta kususnya pesta Kekaisaran.


"Sir di sana Kak Roselina ada, kamu tak ingin bertemu dengan nya walaupun sebantar saja?"tanya Melody.


Dia tau seberapa loyalnya Sir Gio terhadap kakaknya itu di tambah dia juga tau kalau sesungguhnya Sir Gio menyukai kakaknya itu namun sayang takdir berkata lain.


Benar saja saat Melody menyebut nama itu Sir Gio nampak diam sebentar sebelum akhirnya mengumpat lagi.


"Ah si4l!, aku sungguh tak ingin pergi padahal"ujar nya namun walaupun begitu dirinya tetap saja berjalan menuju portal yang ada.

__ADS_1


__ADS_2