
Kini di atas pondium terlihat Melody yang sudah menakai zirah perangnya dengan lengkap, kini dirinya terlihat sangat mempesona dan tegas.
"Aku tau kalian pasti bertanya-tanya bukan kenapa kalian semua pada saat ini aku kulpulakan di sini?"tanya Melody.
Jelas sekali bahwa sebagian dari mereka masih mempertanyakan apa yang akan mereka lakukan serta sebagaian lagi masih bingung namun tentu saja mereka semua hanya diam dan berbaris tanpa menghiraukan apa yang akan di perintahkan ke pada mereka.
Itu semua karena mereka sudah bersumpah setia bahwa mereka akan mengabdikan diri mereka kepada Duchy Salvier apa pun yang terjadi bahkan jika kalau mereka semua harus mengorbankan nyawa mereka semua.
"Kalian tau pertambangan milik Duchy?!, ada seorang pedagang yang mencoba mengklaim pertambanan tersebut hanya dari sebuah surat perjanjian yang dia buat dengan Baron yang telah mengkhianati Duchy ini!"
"Dimana surat perjanjian itu berisi bahwa Duchy harus menjual semua hasil pertambangan kepadanya dengan harga 50% dari harga aslinya dan perjanjian ini tak bisa di putus apa bila dirinya belum mati!, dia bahkan dengan sangat percaya diri ingin menglaporkan hal tersebut Kekaisaran jika kalau kita melanggar kontrak tersebut!"
"Padahal jika itu terjadi pada akhirnya kita juga yang akan menang pasalnya dia melakukan kontrak bukan dengan penguasa Duchy yang sah tapi melainkan dengan Baron jadi apa itu ada hubungannya dengan Duchy?!"
"Apa kalian tau bahwa teman-teman kita, saudara-saudara kita yang bekerja di pertambangan sangat menderita mereka bahkan tak tau apa kah besok bisa makan atau tidak!, atau bahkan apa kah besok mereka bisa minum dengan benar!"
"Maka dari itu aku mengumpulkan kalian di sini untuk memulai perang dengan pedagang tersebut, kalian pasti bertanya-tanya kenapa aku begitu susah-susah ingin berperang dan bukan melaporkan nya kepada Kaisar?"ujar Melody dengan seringan di wajahnya.
Benar saja semua yang hadir memiliki banyak tanda tanya di kepala mereka.
"Itu semua karena aku ingin memujutkan surat perjanjian itu di mana surat itu akan berakhir jika dia mati bukan?, makanya aku ingin memanggal kepalanya"ujar Melody dengan senyum mengerikan.
Semua yang melihat itu merinding seketika, mereka benar-benar tak paham jalan pikiran penguasa mereka itu!.
Bahkan dalam hati mereka berteriak, bahwa Duchess pasti sudah gila!!, Duchess tak normal dan lain sebagainya.
"Aku tau kalian berfikir bahwa aku gila tapi jika aku melaporkannya kepada Kaisar dia hanya akan di denda bebarapa miliar saja dan kemudian di suruh mengembalikan pertambangan kita dan juga mungkin di penjara jika dia tak mau menuruti semua perintah tersebut, tapi sejujurnya aku lebih suka membunuhnya dan merampas semua harta di Mensionnya hingga habis"
__ADS_1
Semua orang yang mendengar itu lagi-lagi di buat merinding, mereka tau bahwa Duchess mereka gila tapi dia bahkan lebih licik!.
"Maka dari itu semuanya ayo serbu wilayah pedangan itu!"teriak Melody kencang.
"Dan sebelum berangkat ada hal yang ingin aku katakan dia bukan pedagang biasa dia adalah pedagang yang memiliki wilayah nya sendiri dan pastinya dia juga memiliki militernya sendiri makanya aku membawa kalian bersama ku jadi berhati-hatilah aku tak mau kalian terluka parah"ujar Melody jelas sekali bahwa dia sangat khawatir dengan semua Prajurit nya.
Semua Prajurit yang mendengar itu memiliki hati yang menghangat, mereka sungguh tak percaya bahwa Duchess mereka mengkhawatirkan mereka sampai segitunya, setelah mendengar hal tersebut dari Duchess mereka bahkan semakin bersemangat untuk menang dan kembali dengan membawa bendera Duchy yang berkibar dengan agungnya.
Semangat mereka semua juga kini makin berkobar, Melody yang bisa melihat semangat sereka kini tersenyum.
"Baik buat barisan dan ayo kira berangkat!"teriak Melody dan berjalan turun dari pondium.
"Yang Mulia saya akan ikut dengan anda"ujar Sir Delice.
"Dik aku juga akan ikut dengan mu"ujar Rexid dengan khawatir.
"Why!?"tanya Rexid tak percaya.
"Karena aku ingin kalian semua menjaga Duchy saat aku pergi jadi jangan biarkan ada musuh yang menyelusup ke dalam wilayah Duchy, kalian paham!, jika itu sampai terjadi kalian semua akan ku_"Melodt sengaja tak melanjutkan dan hanya memberi isyarat memotong leher dengan tangan.
Yang berarti 'kalian habis', semuanya yang melihat gerakan itu tanpa sadar memegang leher mereka semua apa lagi saat mereka melihat wajah bengis yang terlihat di wajah Melody.
"Dan juga jika Sir Candra serta Sir Vio, dan Sir Galon sudah datang suruh mereka datang lagi nanti jika aku sudah kembali"ujar Melody sebelum dirinya pergi di ikuti oleh Dame Clara.
Melody sengaja hanya membawa Dame Clara bersamanya karena menurutnya satu Kesatria saja yang mengikutinya sudah cukup.
Dame Clara hanya mengikuti Melody dengan diam bahkan saat pasukan mereka sudah berjalan, Dame Clara juga masih diam saja dan hanya memperlihatkan wajah serius nya.
__ADS_1
Melody sendiri kini sibuk mengarahkan seluruh pasukannya agar mengikutinya agar sampai di wilayah Zeroland.
Wilayah Zeroland di kelilingi oleh bukit yang tinggi namun jelas sekali wilayah mereka sangatlah tandus.
Melody yang melihat geografi wilayah tersebut hanya bisa mengerutkan keningnya, dalam hati dia bergumam sambil mengejek ke arah Zeroland.
'Cuih!, pantas saja si Zero itu begitu sangat ingin wilayah pertambangan ku rupanya daerahnya sendiri tak bisa berkembang!, atau memang dirinya saja yang tak bisa mengurus wilayah?!, emang dasar bangs4t!'
"Teropong"ucap Melody sambil mengulurkan tangnnya kearah seorang Prajurit yang berdiri di belakang kudanya membawa tas besar di punggung.
Sebuah teropong kini di keluarkan dari tas tersebut dan Melody segera saja memakai teropong tersebut.
Dari sini lah Melody bisa dengan jelas melihat keadaan Zeroland.
Dearah sana sepertinya lumayan maju, yah bagimana tidak orang mereka mencuri hasil tambangnya, rumah di sana juga besar-besar, bahkan seperti nya emas di sana bukan apa-apa.
Tapi tunggu emas, Melody di sana seperti melihat emas yang amat berlimpah.
"Dame apa Zeroland memiliki pertambangan emas?"tanya Melody
"Menjawab Yang Mulia mereka memang memilikinya itu di temukan dalam waktu 10 bulan yang lalu"jelas Dame Clara.
"Pertambangan itu apa dekat dengan Duchy?"tanya Melody kalau tak salah ingat dia yakin wilayah Zeroland ada di tengah-tengah gurun tapi hanya sebagaian kecilnya saja sedangkan wilayah Duchy juga memiliki gurun yang lebih besar.
"Benar Yang Mulia"ujar Dame Clara.
Melody hanya mengangguk paham, kini Melody yakin mungkin dan bisa saja dia menemukan tambang emas di Duchy nya sendiri jadi lebih baik setelah ini dia harus menyuruh orang lain untuk melakukan ekspedisi wilayah.
__ADS_1