
"Semuanya jangan lengah tetaplah pada posisi masing-masing!"teriak Rexid memberi intruksi.
Semua Prajurit yang mendengar itu mengeratkan pegangan mereka kepada tameng masing-masing dan menjadi lebih waspada terhadap sekitar.
"Sir sepertinya kita akan selesai lebih cepat berkat Prajurit yang di kirim Devian"ucap Sir Alex.
Delice hanya mengangguk sebegai jawaban dia sama sekali tak ingin bicara rasanya itu sangat melelahkan.
Sir Alex tau bahwa ini akan terjadi jadi dia hanya tersenyum maklum sebelum kembali membunuh monster-monster yang di hadang dengan tameng para Prajurit.
Tak lama berkat kerja sama antara keduanya kini mosnter yang berlari dari arah hutan ke arah mereka berdua kini sudah habis.
"Akhirnya ini selesai, baiklah semuanya sekarang ayo kita bantu tim lainnya dan di sini ayo sisakan satu atau dua orang untuk memantau dan berjaga-jaga jika kalau ada moster lagi yang keluar dari sini!"ucap Alex mengintruksikan mereka semua.
Sedangkan Delice dengan wajah datar kini memasukan pedangnnya ke dalam sarung dan segera berjalan pergi.
"Sir Delice anda mau kemana?"tanya Sir Alex yang bingung akan kepergian Delice secara tiba-tiba.
"Bantu Devian"jawab Delice dengan wajah datarnya tanpa berbalik ke arah Alex, tapi jelas sekali matanya itu dingin dan sedikit malas.
Jujur saja dia sangat malas untuk pergi apa lagi membantu Devian, tapi tanggung jawab tetap tanggung jawab lagi pula jika satu orang Kesatria yang berguna sepertinya mati maka dia yakin Duchy Salvier akan mengalami rugi besar, dan tolong beritahu dia juga jika kalau Devian masih lah seorang Duke muda keluaraga Duke Milian yang artinya dia akan jadi pewaris Duchy Milian suatu hari nanti.
Apa lagi Devian itu anak tunggal yah, dia harus ingat itu, sebenatnya Devian itu seperti beban, dia kuat tapi tetap beban, lantaran mereka sama sekali tak bisa membiarkannya mati jika tak ingin bermusushan dwngan Duchy Milian, sungguh menyebalkan dan merepotkan.
"Aku ingin istirahat sungguh"ucap Delice dengan dingin.
Tapi tetap saja walaupun mulut serta pikirannya begitu hatinya tetap saja berfikir untuk terus pergi.
Devian kini sedang menahan serangan satu mosnter dengan padangnya.
Slas~
Tubuh monster itu kini terbelah menjadi dua bagian darah lagi-lagi membasahi bajunya, dia saat ini seperti sedang mandi darah, dengan banyaknya darah yang mengakir di sekitarnya itu seperti lautan monster dengan darah yang menjinikan.
Berdiri di tengah-tengah mayat Devian tetap memgangkat pedangnya lagi pasalnya dari arah depan gerombolan monster yang sekiranya puluhan kini datang menyerbu kearahnya.
__ADS_1
Dia saat ini jelas sekali lelah tapi tetap saja dia tak biaa berhenti di sini setidaknya sampai bala bantuan datang.
Ngung~
Wongg~
Pedangnya kini bersinar di selimuti oleh warna auranya suara aura yang terdengar kini bergema di tempat yang sepi itu, berdiri sendirian bukan lah halangan baginya jangan puluhan bahkan ribuan serta jutaan monster baru saja dia musnahkan jadi dia berfikir bahwa mebunuh puluhan tak akan menjadi beban baginya.
Berlari ke arah para monster jelas sekali bahwa Devian begitu bersemangat.
Slapp~
Class!
Sak!
Klang!
Pedangnya menari-nari di tengah para moster, gerakannya begitu tajam namun halus, sangat epik, setiap ayunannya selalu membunuh para moster.
Trang!
Padang dari Devian kini berbenturan dengan tanduk monster yang cukup keras monster itu memiliki tenaga yang kuat.
"Ugh!, aku tak bisa"ucap Devian sambil satu tangannya mengambil pedang satunya lagi yang memang selalu dia bawa kemana, dan menggunakan pedang itu untuk menusuk leher monster tersebut.
Hauoowwwrrr!!
Raungan kesakitan monster itu kini bergema dan terdwngar ke seluruh penjuru medan perang, bahkan akibat rauangan itu membuat Delice mempercepat langkah nya dia takut ada hal buruk yang terjadi.
Begitu pun dengan tim lainnya yang juga segera bergegas membantu Devian sebab mereka tau bahaa Devian hanya seorang diri karena dia mengarahkan semua pasukkan nya untuk membantu tim yang lainnya.
Darah kini keluar dari leher monster tersebut membuat monster tersebut menghetang kesakitan, Devian kemudian mencabut pedang tersebut sebelum menuduk dan memotong keempat kaki dari moster tersebut.
Rauwwwwrrrr!!
__ADS_1
Bruk!
Monster tersebut pun pada akhirnya tumbang tapi sama sekali belum mati, sebenarnya lawan Devian yang terakhir adalah monster ini karena moster yang laingnnya sudah mati akibat pedang Devian.
"Monster ini memiliki kualutas yang bagus, selain itu beberapa bagian tubuhnya berguna jadi akan belih baik jika aku membedahnya saja di sini dan ambil bagian yang bermanfaat.
Dan
Jlebb!
Pedang Devian kini menusuk jantung monster tersebut hingga mati.
Duduk di samoungnnya kini Devian mulai membendah dan mengambil bagian-bagian yang berguna dia cukuo hebat dalam melakukan hal ini.
Pertama yang dia menguliti kulitnya dahulu dan membungannya karena bagian itu tak bergunan dia hanya mengambil daging, dan beberapa organ dalam seperti hati, jinjal, hati monster jenis ini sangat enak dan bisa berkhasiat menungkatkan mana dalam tubuh.
Dan ginjal bisa di jadikan obat luka, cukup unik memang.
Sedangkan tanduk dia juga mengambilnya karena tanduk mosnter ini sangatlah kuat jadi dia yakin kalau ini akan bagus di buat senjata, dan jangan lupa matanya bisa di gunakan untuk donor mata bagi manusia yah walaupun itu baru setengah jadi karena sebelum di guankan sebagau donor harus di lakukan beberapa permurnian.
Semua hal yang dia ambil kemudian dia kemas ke dalam wadah khusus, san bagian rerakhir adalag bagian jantung dia yakin di sana ada Mana Monster.
Membelah jantung dia kemudian mengambil batu berwarna hijau lumut, memandangnya Devian cukup kagum.
"Wah~!, ini memang tak terlalu tinggi levelnya tapi tetap saka jika aku bisa mengumpulkan setidaknya 1000 batu mana monster maka bisa aku pakai dan meningkatkan level mana ku"seru Devian kegirangan dan segera memasukan benda rersebut ke dalam saku celananya.
Masalah bagian-bagian tubuh monster ini dia akan serahkan ke Duchy tapi masalah batu mana dia akan ambil untuk diri sendiri, hitung-hitung buat bayaran lah karena dia di Duchy Salvier kan gak pernah di bayar.
Itu karena pada dasarnya dia memang bukan Kesatria Utara sih, tapi Kesatria Istana Kekaisaran, jadi dia hanya dapat bayaran dari Istana, tapi dia akan mengurus surat pindah nya sebentar lagi.
Yah, jadi dia rasa ambil setidaknya beberapa batu tak apa lagi pula dia yakin Melody akan mengijinkannya, kalau tidak ya tinggal di beli saja.
"Devian!!"
Sebuah teriakana membuat Devian yang masih membedah monster lain nya berhenti dan menatap kearah seseorang yang memanggilnya.
__ADS_1